Apr 032019
 

Su-57 (foto : Common Wikipedia)

JakartaGreater.com – Beberapa minggu kedepan setelah mendapat persetujuan dari Presiden Vladimir Putin, Rusia kemungkinan akan menawarkan pesawat tempur generasi kelima Su-57E kepada Tiongkok.

“China baru-baru ini menerima pengiriman 24 pesawat tempur Su-35, dan dalam dua tahun ke depan akan membuat keputusan untuk membeli Su-35 tambahan, membangun Su-35 di Cina, atau membeli pesawat tempur generasi kelima. , yang bisa menjadi kesempatan lain untuk Su-57E, “kata pejabat industri pertahanan Rusia seperti dikutip media.

Su-57E secara resmi akan diluncurkan di acara Dubai Air Show pada November 2019 mendatang.

Namun benarkah Rusia sudah siap memproduksi Su-57 dalam jumlah besar? Pada tahun 2018 Kementerian Pertahanan Rusia mengumumkan tidak akan memproduksi secara massal Su-57 karena tidak ada lagi dana pengembangan program Su-57, ditambah lagi dengan keputusan India yang keluar dari program pengembangan Su-57.

Selain itu masih ada sejumlah masalah teknis yang masih mengganggu pesawat tempur siluman pertama Rusia seperti pada mesin pendorong yang masih menggunakan mesin lawas Saturnus AL-41F1S.

Direncanakan Su-57 akan mengunakan mesin Saturn izdeliye 30 yang lebih canggih, dengan tenaga yang lebih kuat dan hemat bahan bakar, dan juga dilengkapi dengan nozel vectoring 3D. Namun mesin Saturn izdeliye 30 dengan kemampuan supercruise tanpa afterburner, diperkirakan tidak akan siap untuk di produksi secara massal selama beberapa tahun kedepan.

Penggunaan mesin AL-41F1 mengakibatkan hilangnya kemampuan siluman Su-57. Sensor suite pesawat dan sistem misi lainnya juga dilaporkan terus mengalami masalah. Selain itu, Su-57 tidak memiliki fitur desain siluman mutakhir.

Semua ini membuat klaim Rusia bahwa Su-57 adalah pesawat tempur siluman generasi kelima patut dipertanyakan.

TheDiplomat

 Posted by on April 3, 2019

  19 Responses to “Benarkah Rusia Siap Ekspor Su-57E ke Tiongkok?”

  1.  

    Nunggu komen kawan2 yg lain dulu gimana ini ?

  2.  

    Mesin izdeliye 30 tak akan dipergunakan pada su57 Export, rusia tak akan sebodoh itu gunakan mesin izdeliye tuk su57 Export karena ini adalah teknologi terbaru mereka’ kalau mereka bilang belum bisa diproduksi masal karena mesin izdeliye30 ini hanya akan dipergunakan untuk pesawat tempur utama rusia yaitu su57 dan su35, uji coba su57 di suriah adalah uji coba mesib izdeliye30 dan sistem avionik su57 dan uji coba itu sangat sukses jd kalau mereka bilang mesin izdeliye30 belum bisa diproduksi masal itu bohong tp hal ini wajar sebab mesin ini kunci keunggulan pespur utama merek jd gk akan mungkin mereka gunakan untuk pespur yg diexport,,,versi export dr su30, su35 dan su57 akan menggunakan mesin saturn AL-41FP.

  3.  

    Mesin izdeliye 30 tak akan dipergunakan pada su57 Export, rusia tak akan sebodoh itu gunakan mesin izdeliye tuk su57 Export karena ini adalah teknologi terbaru mereka’ kalau mereka bilang belum bisa diproduksi masal karena mesin izdeliye30 ini hanya akan dipergunakan untuk pesawat tempur utama rusia yaitu su57 dan su35, uji coba su57 di suriah adalah uji coba mesin izdeliye30 dan sistem avionik su57′ uji coba itu sangat sukses jd kalau mereka bilang mesin izdeliye30 belum bisa diproduksi masal itu bohong tp hal ini wajar sebab mesin ini kunci keunggulan pespur utama mereka jd gk akan mungkin mereka gunakan untuk pespur yg diexport,,,versi export dr su30, su35 dan su57 akan menggunakan mesin saturn AL-41FP

  4.  

    Mesin izdeliye30 tak akan pernah digunakan untuk su57 export, mesin ini hanya digunakan untuk su35 dan su57 rusia, bila rusia mengatakan mesin izdeliye30 belum bisa diproduksi masal itu bohong sebab su57 yg melakukan uji coba di suriah untuk menguji mesin izdeliye30 dan sistem avionik su57 dab uji coba itu sangat sukses, tp wajar bila rusia tak ingin mesin izdeliye30 digunakan untuk su57 export karena mesin ini adalah jaminan keunggulan pespur utama mereka,,,versi expor dr su30, su35 dan su57 kedepannya akan menggunakan mesin saturn AL-41FP.

  5.  

    Gini kok mau hadali tiongkok. Kita baru kontrak su 35 sana sdh mau kontrak su 57. Sampe taun kuda ya gak bakal terkejar lah…..