Sep 112018
 

Jet tempur multiperan generasi 4++ Sukhoi Su-35S Rusia © Dmitry Terekhov via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Pada hari Minggu, 9 September 2018 kemarin diberitakan bahwa sejumlah perwakilan industri militer dan pertahanan Rusia sedang mempertimbangkan kemungkinan untuk dapat melengkapi jet tempur multiperan Su-30SM dengan mesin Al-41F-1S.

Angkatan Udara Rusia bersama-sama dengan perwakilan industri pertahanan sedang mempertimbangkan kemungkinan melengkapi jet tempur Su-35SM dengan mesin Al-41F-1S, yang kini digunakan pada jet tempur multiperan Su-35S.

Informasi tentang rencana upgrade tersebut muncul dalam kompetisi “Aircraft Maker of The Year”, yang diselenggarakan oleh produsen mesin pesawat Rusia “ODK-UMPO”.

Perbedaan Keluarga Sukhoi

Pabrikan pesawat terbang di Irkutsk dan Komsomolsk dapat menghasilkan jet tempur dalam berbagai versi. Komsomolsk menciptakan jet tempur varian Su-27P dan Su-27S, sementara Irkutsk menciptakan jet tempur latih Su-27UB, menurut Bao Dat Viet.

Di era Soviet, jet tempur Su-27UB tersebut dibangun dan pesawat Su-27UB pertama dianggap sebagai pesawat masa depan yang menjanjikan bagi Angkatan Udara Soviet saat itu.

Prajurit TNI AU memandu jet tempur Sukhoi Su-30MK2 yang melaksanakan latihan di Bandara Internasional Hang Nadim, Batam, Selasa (28/10/2014). © Antara News/Joko Sulistyo

Pengiriman Su-30 dimulai pada tahun 1992 tetapi kemudian menurun drastis karena belanja pertahanan pada waktu itu tidak memungkinkan untuk produksi skala besar. Mulai saat itu departemen desain mulai mengembangkan versi ekspor jet tempur Su-30. Pengembangan lanjutan dari T-10 (penunjukan untuk versi modifikasi Su-27) ini telah berhasil.

Dari basis aslinya, pabrik Irkutsk terus memproduksi Su-30MKI, versi yang dibuat pada akhir 1990-an untuk Angkatan Udara India, dan versi modifikasi Su-30SM hadir dalam Angkatan Udara Rusia (VKS).

Sementara itu pabrik Komsomolsk, masih  terus memproduksi dan memodernisasi jet tempur Su-27, yang diserahkan ke China, Indonesia dan negara-negara lain termasuk Vietnam. China memiliki varian Su-30MKK dan Su-30MK2. Vietnam dan Venezuela mengoperasikan armada Su-30MK2. Malaysia dilengkapi varian armada Su-30MKM. Sedangkan Indonesia memiliki varian Su-30MK dan Su-30MK2.

Selain itu, Rusia juga mengubah beberapa bagian penting untuk menciptakan pasokan Su-30M2 kepada militer.

Sukhoi T-50, purwarupa jet tempur generasi kelima Su-57 Rusia. © Alex Beltyukov via Wikimedia Commons

Menyusul keberhasilan ini, pabrik Komsomolsk terus melakukan litbang hingga batas akhir dari Su-27, yang menghasilkan jet tempur mutiperan Su-35S termasuka pesawat tempur generasi kelima T-50 yang sekarang dikenal sebagai Su-57.

Terlepas dari perkembangan independen varian Su-30MKI dan Su-35, keduanya hampir identik. Perbedaannya adalah pada struktur internal, tampilan luar berbeda antara kursi tunggal dan kursi tandem.

Secara keseluruhan, jet tempur Su-35S tampak sangat mirip dengan jet tempur Su-27, dan keduanya terlihat sangat umum. Bahkan, faktanya Su-35 adalah generasi pesawat tempur hasil cangkokan, yang menggabungkan teknologi generasi keempat dengan sistem dan peralatan yang dikembangkan untuk pesawat tempur generasi kelima.

Pesanan Negara dan “Super Sukhoi”

Pada tahun 2009, Kementerian Pertahanan Rusia memutuskan untuk terus membeli Su-35S dan Su-30M2. Namun, masalah terkait dengan produksi massal Su-35S akan diselesaikan pada pertengahan 2010, yang mengarahkan ke Su-30SM menjadi pilihan utama bagi Departemen Pertahanan Rusia pada tahun 2012.

Jet tempur Su-30SM akhirnya menjadi pejuang utama. Angkatan Udara dan Angkatan Laut Rusia telah memesan total 116 pesawat, sejauh ini ada lebih dari 100 pesawat telah diserahkan. Su-35 memiliki titik awal yang lebih lambat, namun masih ditawarkan lebih dari 80 unit kepada militer Rusia. Selain itu, Su-35 juga telah diserahkan ke China dan ke Indonesia.

Jet tempur multiperan Su-30MKI India. © USAF – Senior Airman Larry E. Reid Jr. via Wikimedia Commons

Kesepakatan besar masa depan untuk jet tempur ini sedang dibahas, perubahan bentuk juga dipertimbangkan. Hasil dari diskusi sebelumnya adalah proyek “Super Sukhoi” dan diwakili oleh varian Su-30MKI. Di antara perubahan adalah instalasi mesin AL-41 pada versi yang dimodifikasi.

Studi tentang varian ekspor telah membuat keprihatinan tersendiri bagi militer Rusia, yang ingin meningkatkan pesawatnya dalam integrasi Su-30SM dan Su-35S, terutama menggunakan mesin yang sama, tentu akan menyederhanakan perawatan pesawat dan mengurangi biaya mesin AL-41 dengan meningkatkan jumlah produksi.

Selain pengembangan karakteristik penerbangan, integrasi mesin baru Al-41F-1S pada Su-30SM akan memungkinkan upgrade elektronika pesawat tempur, terutama dengan penggunaan radar N035 IRBIS-E yang lebih canggih dan lebih efektif.

Bagikan:

  4 Responses to “Benarkah Su-30 Bisa Gunakan Mesin Su-35?”

  1.  

    “Selain itu, Su-35 juga telah diserahkan ke China dan ke Indonesia.”..
    mantapp…sdh dateng kah edisi pertama…xixixi wong shelternya aja masih bau cat..hoho

  2.  

    Indonesia kalo bisa akuisisi Su-30SM 18 buah dengan kondisi sudah upgrade dari segi mesin dan radar Irbis E untuk pelengkap Su-35. Nanti ditempatkan di lanud Kupang NTT. Untuk lanud Biak diisi F-16 Viper 16 buah.

  3.  

    Mungkin bisa, tapi dilakukan perombakan, jika mesin AL 41 lebih besar & panjang dari pada mesin sebelumnya
    😆

 Leave a Reply