Jan 312019
 

JakartaGreater.com – Rusia merancang dan membangun Su-57 untuk menghadapi pesawat tempur stealth F-35 dan F-22 Raptor milik AS, dan dapat menjualnya ke negara lain dengan harga lebih murah daripada pesawat tempur buatan AS.

Namun sejauh ini, Rusia hanya membangun satu unit Su-57 dengan mesin yang tepat, dan hingga kini masih menunda atau mengurangi produksi dari Su-57.

Rusia belum mampu membangun Su-57 menjadi produksi massal, sementara disaat yang sama AS telah menghasilkan lebih dari 500 pesawat tempur siluman dan sudah menyiapkannya dalam suatu pertempuran.

Jet tempur “stealth” Su-57 Rusia yang masih belum siap sebenarnya dimaksudkan sebagai lawan yang sesuai untuk menghadapi pesawat tempur tercanggih generasi 5 F-22 Raptor AS.

Rusia hanya memiliki 10 pesawat tempur Su-57 hari ini, dibandingkan dengan lebih dari 360 unit F-35 yang dikirim ke AS dan negara-negara mitra dan lebih dari 170 pesawat tempur stealth F-22, dan di antara jet tempur Su-57 itu, hanya satu yang memiliki mesin canggih yang tepat sebagai mesin pesawat tempur generasi kelima, tulis Franz-Stefan Gady dari The Diplomat’s

Rusia berencana untuk memiliki 12 Su-57 pada akhir tahun 2018, namun akhirnya ditunda. Dengan pesanan sebanyak 13 Su-57 dan tidak semuanya memiliki mesin yang tepat, membuat produksinya mundur sampai tahun 2020 dan akan selesai dalam waktu lima tahun, tulis The Diplomat.

Singkatnya, Su-57 bukan pesawat tempur siap produksi. Dalam jumlah kecil, Su-57 tidak akan memiliki dampak yang berarti pada perang yang sebenarnya.

Paling-paling, Su-57 dapat difungsikan Rusia sebagai test bed untuk berbagai radar dan sensor inovatif yang kemungkinan akan dicoba digabungkan oleh Rusia di badan pesawat tempur generasi 4.

Selain itu, Su-57 dapat membantu Rusia mendapatkan pengalaman dan pemahaman dalam pembuatan pesawat siluman, meskipun pesawat itu sendiri pada dasarnya jauh dari kemampuan siluman.

Hingga saat ini, hanya AS dan China yang mampu membuat pesawat tempur yang benar-benar memiliki jejak radar yang rendah.

Su-57 mungkin belum akan diproduksi secara massal, sebagaimana diumumkan Rusia pada tahun 2018. Su-57 juga masih harus membawa senjata yang paling berbahaya dengan memasangnya di bawah sayap, sehingga menghilangan kemampuan silumannya.

Namun meski masih terseok-seok mengembangkan pesawat tempur generasi 5, Rusia masih memiliki armada pesawat tempur generasi keempat yang sangat berkemampuan tinggi dan pertahanan udara kelas dunia yang menimbulkan tantangan serius bahkan bagi jet-jet tempur terbaik AS.

Bussines Insider

Bagikan:
 Posted by on Januari 31, 2019