Bentuk Anak Usaha, PT Pindad Kembangkan Pertahanan Siber

16
6
Ilustrasi Malware. (Tech Inside Online)
Ilustrasi Malware. (Tech Inside Online)

Deputi Direktur Utama PT Pindad, Achyarmansyah Lubis, dalam pernyataan tertulisnya, mengatakan bahwa PT Pindad akan membentuk anak perusahaan PT Pindad Advance System guna membangun pertahanan dan keamanan siber.

Achyarmansyah menjelaskan bahwa nantinya setiap peralatan tempur yang diproduksi Pindad akan dilengkapi dengan teknologi siber. “Sebagai industri keamanan strategis, Pindad harus mulai membangun industri pertahanan yang berbasis digital,” ujarnya, seperti dilansir Antara News pada Selasa (1/11).

Achyarmansyah menerangkan bahwa riset teknologi menjadi bagian penting untuk segera melakukan transfer teknologi dalam lima tahun ke depan. Menurutnya, pertahanan siber harus diawasi sepenuhnya oleh tenaga ahli Indonesia untuk menjaga kerahasiaan informasi.

“Kerahasiaan dan keamanan adalah kemenangan,” tegas Achyarmansyah.

PT Pindad melibatkan berbagai sektor, akademisi, perangkat negara, komunitas siber dan industri teknologi siber untuk membangun pertahanan dan keamanan siber itu.

Perang masa mendatang tidak hanya perang konvensional, tetapi juga perang propaganda melalui media internet dan serangan siber.

Masalah serang siber telah menjadi ancaman serius bagi Indonesia. Berdasarkan data Indonesia Security Incident Response Team on Internet Instrastrukture (IDSIRTII), terdapat 48,8 juta serangan siber sepanjang tahun 2015.

Sumber: Antara News

16 COMMENTS

  1. Pindad sudah banyak membuat senjata dari senapan ss varian,peluru,panser dan Pt.pal sudah sukses joint fregat sigma sebentar lagi mulai mengerjakan kapal selam, yg mandek pt.di dari dulu blm ada produk yg dibuat sendiri cuma merakit tambal sulam produk luar.

  2. Nah ini perlu diangkat untuk bahan diskusi bung.
    Sudah sekian lama terasa kelambanan performa DI jika dibanding BUMNIS lain seperti PAL dan Pindad.
    Baru soal sukucadang saja DI kedodoran, apalagi kalau bicara urusan produk baru.
    Pernah saya ragukan kesiapan DI soal ToT tawaran Gripen, eh saya langsung disemprot oleh warjag lain yang nuduh saya nggak ingin DI maju.
    Padahal kalau kita lihat selintas saja, misal soal N-219 yang meleset jauh dari jadwal yang mereka susun sendiri, itu sudah bisa dikira-kira lah kenyataannya bagaimana.
    Mungkin DI perlu sentuhan orang seperti Silmy Karim yang pernah hebat di Pindad. Beliau sudah ada tugas di tempat lain maka harus ada orang lain yang kemampuan memimpinnya seperti beliau, atau yang lebih hebat kalau ada, untuk mengentaskan DI. Agar DI juga bisa moncer seperti PAL dan Pindad.
    DI jangan mau dikangkangi oleh AIRBUS !

LEAVE A REPLY