Nov 202015
 

33o7cqx

Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) akan menghentikan operasional armada tank destroyer Tipe 89 (PTZ89), lapor Asia One berdasarkan informasi yang dipublikasikan di PLA Daily.

PLA Daily menerbitkan 18 gambar meriam self-propelled Type 89 di pangkalan militer Tentara Grup 39 PLA Shenyang Militer Komando. Surat kabar itu menyatakan upacara peresmian penghapusan tank destroyer tua tipe 89 diselenggarakan pada 3 November.

Tank destroyer Type 89 memasuki layanan PLA pada tahun 1989. Dari 1989-1995 sekitar 100 tank yang diproduksi. Persenjataan utama tank destroyer ini adalah meriam smoothbore 120 mm / L50, dilengkapi dengan senapan semi-otomatis. Karena usia yang semakin tua, meriam tank ini sudah tidak stabil sehingga tank sudah tidak bisa menembak secara akurat.

“Dengan mobilitas yang baik dan otomatisasi yang tinggi, tank Type 89 dapat dengan mudah menembus lapisan baja tank musuh menggunakan meriam smoothbore 120 mm,” menurut Kolonel Senior Wang Kai, seorang ahli persenjataan darat di Akademi Lapis Baja Mekanik PLA di Beijing.

Namun, meriam memiliki jangkauan yang relatif pendek dan dengan lapisan baja tipis (kurang dari 50 mm), Type 89 hanya memberikan perlindungan dari tembakan senjata kecil dan serpihan ledakan artileri dan tidak mampu bertahan dari tembakan artileri langsung. Selain itu, biaya pemeliharaannya relatif tinggi. Selanjutnya, si penghancur tank, seperti namanya, hanya dapat digunakan untuk melawan kendaraan lapis baja musuh dan tidak mampu melakukan tugas lain.

Tank destroyer type 89 diterima oleh PLA sekitar awal 1990-an, terutama untuk menutup celah kemampuan anti tank China pada tahun 1970-an dan 1980-an,” menurut Wang.

“Berkat modernisasi militer 20 tahun terakhir, pasukan lapis baja kami telah memperoleh sejumlah besar tank canggih yang dilengkapi dengan kaliber besar, senjata yang kuat, yang berarti tank destroyer khusus seperti Type 89 sudah tidak lagi diperlukan,” tambah Wang.

PLA menerima helikopter serang yang dipersenjatai dengan rudal anti tank sejak akhir tahun 1970, helikopter serang menjadi senjata yang terbaik menghadapi formasi besar tank musuh, kesimpulan yang diperkuat dengan suksesnya militer AS selama Perang Teluk.

Wang mengakui bahwa rudal anti tank dan helikopter serang sekarang mewakili tren perang anti tank masa depan. Keduanya dapat membentuk jaringan senjata anti tank tiga dimensi.

PLA perlahan-lahan mulai membangun persenjataan rudal anti tank HJ-10, bersama dengan helikopter serang WZ-10 dan WZ-19, yang jauh lebih efektif untuk melawan tank di abad ke-21 ini. Rudal HJ-10 anti tank konon setara dengan rudal AGM-114 Hellfire buatan AS.

thediplomat

  13 Responses to “Berakhirnya Era Tank Destroyer Type 89 China”

  1.  

    Serem tapi kuno

  2.  

    pertamax

  3.  

    ganti leopard made in indonesia

  4.  

    Semoga Pindad dan pt.DI bisa copy paste RPG7, Javeline, NLAW, Apache dan Medium Tanks dgn canon 120mm, karena penyerang darat ini yg dinamakan 3 dimensi.

  5.  

    tank itu peperangan kuno secanggih apapun tank bakal ancur dgn atgm..20 tank bisa musnah dalam sekejap, jika berhadapan sama 9 pasukan pemanggul atgm..

  6.  

    dihibahkan saja buat yg membutuhkan..

  7.  

    Ploduk Kw-kwan.operasional taon 90an tapi 2015 meriem nya dh gak moncer.bandingkan dengan Amx-mk3 sph 105 mm.operasional jaman trikoro sampai sekarang tembakan nya masih ”blarrr”.

  8.  

    Ralat Amx Mk 61.hehe.