Oct 102017
 

Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam, Irwandi Yusuf. ( Invest in Aceh – @investinaceh)

Meulaboh, Jakartagreater.com – Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam, Irwandi Yusuf, menyatakan akan membeli 6 pesawat udara untuk memperkuat pengawasan Aceh dari aktivitas pencurian ikan, sebagai salah satu kawasan strategis dalam penguatan poros maritim di Indonesia.

“Laut kita, Aceh khususnya banyak ikan dengan harga mahal yang dikonsumsi di restoran dalam dan luar negeri, sayangnya banyak berkeliaran kapal-kapal asing mencuri ikan di laut kita.

Oleh sebab itu Aceh akan melaksanakan pencegahan yang belum pernah dilakukan oleh daerah lain,” ujar Gubernur Aceh, pada Senin 9-10-2017 di Kabupaten Nagan Raya, Nanggroe Aceh Darussalam.

Pernyataan itu disampaikan di hadapan tamu undangan yang menghadiri pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Nagan Raya, priode 2017-2022, dalam rapat paripurna di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) setempat.

Salah satu terobosan yang dilakukannya pada 2018, yakni melaksanakan pengawasan wilayah laut Aceh dengan pesawat udara yang dibeli dengan dana Pemerintah Aceh, khusus untuk menjaga kedaulatan wilayah laut Aceh dari aktivitas illegal fishing.

Sudah dilakukan pengkajian dan efektivitas dana pembelian sebanyak 6 unit pesawat udara, serta biaya operasional yang sebelumnya diajukan dalam RPJM Aceh untuk 5 tahun, Irwandi Yusuf yakin, hanya lewat udara mudah mengawasi perairan Aceh.

Irwandi Yusuf menyatakan, harga pesawat yang dibeli itu hanya berkisar Rp 12 miliar per unit, sementara dana operasionalnya masih berada di kisaran 100 juta rupiah per tahun, sementara efektivitas penggunaan pesawat udara lebih maksimal, ketimbang mengawasi menggunakan jasa armada laut.

“Kerugian perikanan Aceh mencapai triliunan per tahun. Angkatan Laut, militer kita di Aceh, tahu adanya (illegal fishing), cuma beberapa kapal terkendala biasanya operasional, kita mempunyai Kamla, juga masalahnya operasional,” jelas Irwandi Yusuf .

Irwandi Yusuf menuturkan, Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Susi Pudjiastuti, menyampaikan kepadanya akan membantu kapal pengawasan laut, tetapi setelah dikaji dana operasionalnya, tidak akan kuat bila menggunakan dana daerah.

Irwandi Yusuf menyampaikan, standar biaya operasional kapal pengawas yang akan dibantu ke Aceh itu setara kapal perang, menghabiskan bahan bakar minyak 2-3 ton untuk bergerak sejauh 25 mill, sementara dengan pesawat yang rencana dibeli, hanya 16 liter/ jam dengan jarak tempuh 150 mil.

“Apalagi sampai 2 unit kapal perang, maka timbul pikiran saya akan membeli pesawat murah untuk patroli laut. Tidak benar bila rencana pembelian pesawat itu untuk anak saya, pesawat itu untuk mengawasi wilayah laut Aceh,” ungkap  Irwandi Yusuf.

Selain itu, Irwandi Yusuf memintakan kepada 8 orang anggota DPRA dari Daerah Pemilihan (Dapil) Barat Selatan Aceh untuk mengusulkan pembelian kapal keruk, untuk melakukan pengerukan muara dan Tempat Pendaratan Ikan (TPI) dangkal untuk membantu nelayan.

Di saat ada terjadi pendangkalan muara, kapal keruk tersebut segera turun melakukan normalisasi, jadi tidak mesti membuat tender proyek sehingga selalu membuat lamban penanganan masalah nelayan yang bersifat urgensi.

“Satu unit untuk pantai Timur dan satu unit di pantai Barat, anggota DPRA saya ingatkan mengusulkan itu. Apalagi untuk dana aspirasi dewan sudah ditambah menjadi Rp 20 miliar.

Jangan dibayangkan uang itu untuk kantong dewan, itu untuk kegiatan nelayan, kapal itu nanti bisa didanai oleh 8 orang anggota dewan dari Dapil,” ujar Gubernur Nangroe Aceh Darussalam, Irwandi Yusuf menambahkan. (Antara).

  9 Responses to “Berantas Illegal Fishing, Gubernur Aceh Ingin Beli 6 Pesawat”

  1. Lbh efektif beli kapal banyakin pak, kapal yg gedean dikit, jgn trlalu imut…malah ga ada yg takut nti nya…

  2. prisa udara bisa untuk menjaga kedaulatan suatu negara dari invasi negara lain

  3. ide dan planning nya sangat cerdas, cukup beli pswt kecil buat patroli laut & pantai awasi illegal fishing & anti penyelundupan di seluruh Aceh, cost operational terjangkau, pilot + crew jadikan PNS.
    cukup pswt kecil dg 2 atau 4 awak, tambah kan pod FFAR atau pod machine gun 7.62mm atau door gunner buat penindakan langsung.
    smoga cpt terwujud …

  4. mantap. saya dukung 100% juga kalu ada wang boleh ikut nyumbang juga asal produk pesawat PTDI.

  5. Lebih bagus menggunakan heli saja

    Hahhahaaa

  6. Beli PESAWAT AMPHIBI saja Pak,biaya lebih murah dari kapal laut sekalian bisa buat penindakan di tempat

  7. Sekalian pesawat drone buat pengintaian,nanti kalau ada pencurian langsung kirim pesawat amphibi untuk penindakan

  8. Langkah tepat bapak beli N219 versi ampibi dr PT.DI. Cuma gak dijelaskan institusi mana yg nanti mengoperasikannya jgn sampe tumpang tindih kewenangan!

  9. sip mantap

 Leave a Reply