Des 222014
 
Pangarmatim Laksda TNI, Arie Henrycus Sembiring (kanan), meninjau proses penenggelaman dua kapal ikan ilegal berbendera Papua Nugini di perairan Teluk Ambon, Maluku, 21 Desember 2014. ANTARA/Izaac Mulyawan

Pangarmatim Laksda TNI, Arie Henrycus Sembiring (kanan), meninjau proses penenggelaman dua kapal ikan ilegal berbendera Papua Nugini di perairan Teluk Ambon, Maluku, 21 Desember 2014. ANTARA/Izaac Mulyawan

Jakarta – Panglima Tentara Nasional Indonesia Jenderal Moeldoko mengatakan keterbatasan bahan bakar minyak menjadi salah satu kendala kapal perang milik Angkatan Laut mengamankan wilayah perairan Indonesia dari pelaku pencurian ikan. Menurut dia, alokasi solar untuk kapal TNI AL tak sepadan dengan luas wilayah yang harus diamankan.

“Biaya solar kapal perang jelas lebih mahal dibanding kapal biasa,” kata Moeldoko kepada wartawan di Markas Besar TNI di Cilangkap, Jakarta Timur, Senin, 22 Desember 2014.

Moeldoko memberi contoh, satu unit kapal perang kelas fregat dengan panjang sekitar 100 meter butuh bahan bakar solar Rp 900 juta untuk berlayar sehari penuh. Biaya solar semakin membengkak jika wilayah patroli kapal luas.

Sebelumnya, Panglima Armada Barat TNI AL Laksamana Muda Widodo mengatakan setidaknya ada 49 unit kapal perang yang siap berpatroli di wilayah barat Indonesia. Sayangnya, tak semua kapal bisa dipakai untuk patroli keamanan laut. Musababnya, jatah bahan bakar dari pemerintah yang terlalu minim. Untuk tahun ini saja, Armada Barat hanya dapat 27 persen bahan bakar dari alokasi yang dibutuhkan.

Walhasil, Widodo harus pintar-pintar mengatur siasat memaksimalkan patroli pengamanan laut dengan bahan bakar yang terbatas. Pada tahun ini saja, Armada Barat menggelar 12 kali operasi pengamanan. “Jumlah armada yang dipakai tak tentu, ada yang satu kapal, dua kapal, atau dua kapal dengan satu helikopter,” katanya. ( TEMPO.CO)

Bagikan:

  49 Responses to “Berapa Biaya Patroli Kapal TNI AL per Hari?”

  1.  

    Pertamax!

  2.  

    izin nyimak…

  3.  

    Yes! dapat!. Sory Bung Obet anda dapat premium.

  4.  

    :iloveindonesia

  5.  

    maaf,,mestinya TNI taruh kapal ukuran middle yg di persenjatai di dekat perbatasan yg kiranya rawan illegal fishing..paling tidak bisa menghalau para pencuri ikan itu.

  6.  

    Tahun depan terpenuhi 150%..

  7.  

    minta sumbangan aja pada perusahaan perusahan yg bergerak di sektor perikanan dan kelautan. minta aja 1 ton bbm dari satu perusahaan. kan lumayan buat patroli tni al

    •  

      saya kira masuk akal bung soto Lamongan masalah kebijakan tersebut karena teknologi nuklir masih banyak pro kontranya di masyarakat kita.. tenaga angin juga bisa dimanfaatkan karena negara kita mempunyai garis pantai yang amat panjang di dunia dimana di pantai tersebut potensi anginnya sangat besar dan pembangkit tersebut bisa ditempatkan dan saya yakin kalo mau dikaji secara mendalam potensi polusi dan efek kerusakan alamnya sangat kecil..

  8.  

    Bikin deepsea port dong di dekat perbatasan laut kita, jadi klo ada kapal ilegal masuk wilayah NKRI , tuch kapal patroli militer jalan nya gak dr pinggir pulau sulawesi, yang bikin bbm bengkak, tapi dari pos2 ditengah laut, sekalian di situ juga ditambahin radar nya…. OMG gitu aja bingung, masalah anggaran minta aja ke boss……, kan dia dah sunat anggaran bbm buat rakyat….

  9.  

    BBM lagi biangkeroknya,……..eeeh mincul lagi biangkerok lain nya suku cadang,………….jangan sampai kemudian hari muncul lagi biang kerok lain…..!!!

  10.  

    patrolinya pakai perahu dayung saja, ga perlu bbm,,mau ??

  11.  

    …satu unit kapal perang kelas fregat dengan panjang sekitar 100 meter butuh bahan bakar solar Rp 900 juta untuk berlayar sehari penuh…

    klo iseng2 dihitung pemakaian solar / high speed diesel per 24 jam,

    = rp 900,000,000
    (harga hsd industri rp 11,500 / liter)
    = 78,261 liter
    x bj solar (0,84)
    = 65,739 kg
    = 65.7 ton

    sebagai bandingan kapal kontainer panjang 300m berlayar dari oakland, california ke tokyo lewat laut bering, penggunaan solar per hari hanya 10 ton.
    tinggi ombak antara 2 dan 6m.
    memang kecepatan rata2 hanya 5 knot, tapi jika kapal panjang 100m juga menghabiskan 10 ton / hari, kecepatan rata2nya bisa belasan knot.

    klo 65 ton / hari berarti dipacu hingg berapa knot ya ?

    bung java indonesia yang pakar soal2 seperti ini

    rujukan (pdf)
    http://www.naoe.eng.osaka-u.ac.jp/kashi/SOEMeeting/PPT/SOE1_Tsujimoto.pdf

    hal 14 + 18

    •  

      wakakaka, ketahuan banget mark up nya

    •  

      Bung Danu…. Terlalu byk alasan yg dilontarkan para petinggi TNI untuk menutupi apa yg menjadi keengganannya melaksanakan perintah panglima tertinggi. Mulai dari alasan minimnya pasokan BBM sbg alasan klasik yg sering terucap, Presiden sudah memberikan solusi untuk memenuhi apa yg menjadi kebutuhan operasional TNI untuk pengamanan teritori dan aset negara. Sekarang muncul lg alasan biaya yg begitu besar dr pengoperasian setiap kapal perang dgn penyebutan angka untuk memperkuat argumen. Sudah byk sekali statemen dari petinggi TNI mulai dari KASAL dan Panglima TNI yg begitu kontra produktif dgn apa yg menjadi kebijakan presiden. Bukanya mencari solusi atas masalah tp yg ada mencari dasar pembenaran untuk tdk menyelesaikan masalah. What’s going on wz all of u Sir!!!!! Kl emang merasa tdk sanggup atau tdk sepandangan dgn presiden mbok Gentle toch. Mundur aja dgn terhormat atau presiden berinisiatif unt segera melakukan proses penggantian petinggi2 TNI yg dipandang tdk loyal dan menghambat pengeksekusian apa yg menjadi kebijakan presiden. Kebijakan presiden yg konstitusional knp anda2 begitu enggan unt dilaksanakan. Hanya Tuhan yg tau. Wahai Presidenku yg anda butuhkan saat ini sosok yg seiya sekata antara ucapan dan tindakan.

      •  

        Itu akibat dari Otak petinggi TNI sekarang otak Bisnis, yang jadi pikiran cuma ada nggak buat isi saku mereka, kalo nggak ada mending diam. Istilahnya Jatah Preman (jatprem), karena meski pejabat mereka otaknya preman

    •  

      …“Biaya solar kapal perang jelas lebih mahal dibanding kapal biasa,” kata Moeldoko kepada wartawan di Markas Besar TNI di Cilangkap…

      benar, kapal perang sering menggunakan sistem propulsi kombinasi / Combined Marine Propulsion Systems, alasannya tentu demi kecepatan yang lebih tinggi, misal
      CODAD (COmbined Diesel And Diesel);
      CODELOD (COmbined Diesel–ELectric Or Diesel);
      CODOG (COmbined Diesel Or Gas turbine);
      CODAG (COmbined Diesel And Gas turbine);
      CODELAG (COmbined Diesel–ELectric And Gas turbine)

      menurut studi terhadap fregat kelas 5,200 ton, konsumsi bahan bakar max (pada kecepatan tertinggi, 28 knots) hanya 290 kg/nm (nautical mile) untuk tipe paling boros, CODOG.

      korvet sigma 9113 tni al (panjang 91m) bobotnya hanya 1,692 ton, secara proporsional dapat diasumsikan konsumsi bahan bakar max-nya kl. 100 kg/nm atau sama dengan angka dari studi jepang di atas, 0,1 ton/nm.

      jika dikebut pada top speed selama 24 jam, jarak yang ditempuh =
      24jam x 28knot = 672 nm, atau 67,2 ton (kl. sama dengan angka yang disebut panglima).

      catatan:

      menurut operating profile fregat diatas (sumber: German Naval Headquarters), kecepatan tertinggi hanya digunakan selama 10% dari total waktu operasi.

      propulsi sigma sepertinya CODAD atau CODELOD, jenis mesin 2 x SEMT Pielstick 20PA6B STC dan 4 x Caterpillar 3406C TA.

      rujukan (pdf);

      Combined Marine Propulsion Systems:Optimization and Validation by Simulation

      http://202.114.89.60/resource/pdf/5220.pdf

    •  

      di kompas hari ini, hal 4;

      Ade Supandi, Membangun Efek Gentar TNI AL,
      …Pengoperasian satu kapal butuh sekitar 15 ton solar (senilai Rp 108,75 juta) per hari…

      hmm lebih dekat ke hitung2an di atas yang 10 ton/hari daripada 65.7 ton/hari.

      bagus, TNI AL sepertinya akan lebih efisien…

  12.  

    Iya makanya beli belibis atw aaron jg gx papalah..jd pantau pke blbis atw aaron klw trlihat ada kpal illegal fshing kordinasikan dan langsung sikat..emang pke rdar gx klihatan..gmna sih…
    Suatu pmkiran yg kurang aku setujui..knpa nuklir yg sudah trbukti potensial mlah gx d stujui..malah pngen nyoba alternatif lain yg msh abu abu..negara ko buat coba coba..piye iki…binuuunn..

  13.  

    Mengapa tidak di upayakan Penelitian lebih lanjut dari pihak2 terkait. Kapal Perang bermesin bahan bakar NUKLIR… atau yg paling minimal GAS atau BBM Hiybrid.???
    Harusnya pemimpin kita sdh punya visi jauh kedepan. Ayo para ilmuwan kita… suatu tantangan ini buat kalian.

  14.  

    Ngeles aja tuh panglima kalo curhat gak usah dipublish dah gak panglima gak presiden sami mawon…presiden curhat perintahnya harus diulang 3x sama gubernur lah kan gak nyambung lah dia kan presiden tinggal panggil tuh panglima beres sekalian panglima lapor tentang kesulitan dilapangan lah skr yang terjadi malah saling curhat di media…atau memang media sudah beralih fungsi sebagai penyambung curhatan presiden dan aparat yang lain? sebenarnya protokol intruksi presiden sebagai panglima tertinggi itu gimana sih kok kesannya jauh banget sama panglima tni? atau ini karena presidennya dari kalangan sipil? yah kalo begini kedepannya amandemen aja tuh uud45 bahwa presiden harus dari kalangan militer….

  15.  

    sependapat dg anda bung widie, emang petinggi TNI skrang sangat lemah dan cemen
    , banyak bnget ngeluhnya. sbg rakyat jd bingung dg sikap TNI kita saat ini.

  16.  

    kurang adja apa kurang banget, bener tuh udah di pakai buat jalanin misi. nanti bilangnya operasi tapi BBM malah nyelip di kantong.

  17.  

    ayo indonesia bwt inovasi dong…. jngn ngeluh terus bekerjalah dg hati.

  18.  

    Ini yg dinamakan salah gebuk,

    kita bisa saja menertawakan malaysia dengan pengerahan F18 untuk ngebom pasukan sulu, sekarang nyatanya TNI AL ngejar ( patroli bahas halusnya) maling ikan..sekali lagi maling ikan dengan kapal perang bermuatan rudal, torpedo yg beratnya berton-ton jelas pemborosan ( tidak efektif )

    Segera tuh Bakamla dikerahkan, buat kapal yg banyak ( Beruntung Indonesia memiliki galangan pembuat kapal yg banyak ), taruh kapal-kapal bakamla di hot point, klo utk back up cepat sebaiknya dilakukan pengerahan pesawat semacam F16 seandainya ada provokasi dari militer kapal asing yg maling

    •  

      Kl pilihan itu yg dipandang presiden efektif untuk menyelesaikan masalah, terus dari sisi mana anda menilai bahwa itu sesuatu yg salah!!!!! Inti masalahnya bkn saja mengenai illegal fishing Bung tetapi jg berkaitan dgn teritori dan kepentingan nasional. kl udh masalah teritori dan kepentingan nasional kita terusik apakah membiarkan ini berlangsung trs dipandang sbg pilihan yg tepat dibanding dgn mengerahkan aset2 negara yg kita miliki sbg solusi menyelesaikan masalah yg berlangsung begitu lama tanpa hrs kita harus bertindak untuk membenahinya. Coba anda ambil sisi positif dari apa yg dilakukan Australia dlm menangani manusia perahu dan pendatang ilegal kenegaranya. Mereka mengerahkan seluruh aset2 negara yg dimiliki dan dipandang efektif sbg solusi masalah. Pada kondisi dmn mereka merasa kepentingan nasionalnya terusik dan teracam cara apapun mereka lakukan meskipun ada pihak2 lain menilai itu bknlah hal yg tepat. Tdk ada yg salah Bung selama perintah presiden konstitusional.

      •  

        Kenapa TNI-AL malah hibahkan 10 kapal patroli ke Bakamla, karena TNI AL tau betul efektifitas patroli yg benar

        Terus pertanyaan kok malah TNI-AL menghibahkan, padahal mereka sendiri disuruh patroli ?

        •  

          Emg knp!!!! toch aset negara, kl aset itu berpindah antar institusi negara emang ada yg istimewa. Biasa aja kali Bung….kl Bung menilai TNI AL saat ini paham betul efektivitas patroli yg benar!!! maaf Bung Mbuh saya hrs mengulang kembali apa yg jd statement Bung. Presiden sbg panglima tertinggi telah memberi perintah untuk melakukan penindakan atas aktifitas ilegal fishing, pelanggaran teritori dan pengamanan potensi kekayaan laut negara kepada Panglima TNI, KSAL sbg pengeksekusi mandat. Knp sampai saat ini efektifitas penyelesaian masalah tdk tampak. heee…. Malah yg ada mereka mencari dasar pembenaran untuk tdk menyelesaikan masalah. Apa itu yg Bung Mbuh nilai sbg hal yg efektif. TNI ada pyk byk kapal patroli yg selama ini kebanyakan tdk efektif digunakan dan alasannya yaaaa ndak ada BBM jd ndak bisa jalan. Ngerti anggaran BBM kecil knp jg dulunya proyek untuk kapal patroli di adain.

      •  

        Panglima Tentara Nasional Indonesia Jenderal Moeldoko mengatakan keterbatasan bahan bakar minyak menjadi salah satu kendala kapal perang milik Angkatan Laut mengamankan wilayah perairan Indonesia dari pelaku PENCURIAN IKAN.

        Moeldoko memberi contoh, satu unit kapal perang kelas FREGAT…sekali lagi Fregat, jadi konteks pencurian ikan dengan patroli Fregat,,itu yg ngejar bukan kapalnya tapi rudalnya kali ya…hehehe

  19.  

    bagi kawasan itu menjadi 4 atau 8 agar yg besar itu menjadi kecil.biar satu kapal tak perlu keliling satu indonesia.boleh jimat

  20.  

    Ijin nyimak aja.(boleh?.)

  21.  

    Kita koar koer disini kasih solusi ke Pemerintah dan TNI saya kira tidak bakal didengar, dan sampai ke telinga mereka. Alangkah indahnya jika jkgr punya hubungan dengan pemerintah dan TNI ya setidaknya menjadi forum resmi TNI. Jika punya niat baik saya kira bakal digubris oleh TNI.

  22.  

    bahan bakar lagi2 menjadi kambing hitam..

    kedepan kapal2 perang dg energi alternatif mngkin berpotensi menjadi primadona, melihat masalah energi konvensional yg dihadapi TNI AL, semoga saja TNI AL mampu menjadi pioner AL dunia yg aktif mengembangkan kapal perang bertenaga alternatif..

  23.  

    Inovasi dong, bikinlah kapal yg murah bahan bakarnya!
    Yg tenaga nuklir, tenaga matahari, atau tenaga uap jg boleh.
    Denger2 katanya ilmuwan lipi ada yg mampu buat api dari air, klu iya, manfaatin dong utk menggerakkan mesin kapal tenaga uap!
    Bukankah air ga perlu beli?
    Atau suruh tuh ilmuwan Batan utk membuat reaktor mini yg bisa ditempatkan dikapal tenaga nuklir.
    Atau, ? lagi.
    Atau, terserah deh. Yg penting patroli hrs jalan terus, berapapun biayanya. Titik.

  24.  

    hmm.. iya kali ini panglima harus belajar dulu sebelum bicara.

  25.  

    Yaaahhh….Beginilah Mental Para Pejabat Kita……..!!!!!

    Dikit dikit Ngeluh……..dah ganti saja orang seperti ini.

    Kalau hitungan Kalkulasi ,Mereka Paling Pintaaaaaaarrrrrr…..!!!!!

    Ganti orang saja pak……….!!!!

  26.  

    Tentara numpang aja di kapal nelayan sambil nangkap ikan, kalo lihat kapal asing langsung jebak (taktik bajak laut). Kalo ada ikannya lelang aja untuk ongkos numpang. Taktik ini juga utk mencegah kebrutalan nelayan asing pada nelayan kita. Maaf cuma ide aja.

 Leave a Reply