Sep 022013
 
Helikopter Serang AS-550 Fennec (photo:eurocopter)

Helikopter Serang AS-550 Fennec (photo:eurocopter)

Geliat PT DI semakin kencang setelah Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengatakan 8 helikopter serang untuk melengkapi satu Skuadron Helikopter Apache AH-64E, akan dibuat diproduksi di Indonesia.

Kedelapan helikopter serang yang dimaksud kemungkinan besar AS550 Fennec yang memang telah ditawarkan oleh PT DI kepada TNI AD dengan harga 90 juta USD.  Kebutuhan helikopter Fennec buatan Eurocopter ini sudah lama dibahas TNI AD dan memang direkomendasikan untuk dibeli.

Dengan demikian komposisi skuadron baru helikopter serang TNI AD pada tahun 2014 nanti berupa, 8 helikopter AH64E serta 8 Helikopter AS550 Fennec, dengan harga total sekitar 600 juta USD.

Helikopter Anti-Kapal Selam AS565 MB Panther (photo:eurocopter)

Helikopter Anti-Kapal Selam AS565 MB Panther (photo:eurocopter)

Untuk TNI AL, PT DI juga telah menawarkan 11 Helikopter anti kapal selam AS-565 Panther. Satu helikopter Panther dibandrol seharga Rp 200 Miliar. Sama dengan helikopter Fennec, pesawat rotary ini juga buatan Eurocopter yang akan dirakit  oleh PT DI.

EC725 Brazil Navy (photo:defenseindustrydaily.com)

EC725 Brazil Navy
(photo:defenseindustrydaily.com)

Tidak ketinggalan PT DI juga menawarkan helikopter jenis EC-725 Cougar Combat SAR, untuk TNI AU sebanyak 6 unit dengan harga 200 juta USD, plus 2 unit NAS332 Super Puma seharga Rp 370 miliar.

Keempat jenis helikopter yang ditawarakan itu produksi dari Erucopter yang memberi kepercayaan dan lisensi perakitan kepada PT DI.

Kauntungan  dari pembelian helikopter dari satu fabrikan ini (Eurocopter) tentunya mempermudah dan yang paling penting memperingan biaya perawatan pesawat serta penggantian suku cadang. Di sisi lain teknologi yang diserap PT DI akan semakin meningkat.

Soal kesiapan, sejak dua tahun lalu, PT DI telah siap merakit helikopter-helikopter tersebut. Semoga saja tawaran dari PT DI ini, direspon positif  oleh user dan Kementerian Pertahanan. (JKGR)

  14 Responses to “Bersama Eurocopter Kita Terbang”

  1.  

    Mudah2an angkatan perang indonesia kembali berwibawa. . .

  2.  

    . 😉
    <?–(y)
    _[ \_

    Lanjudkan

  3.  

    Mudah2an… PT DI steril dr orang2 politik.. maju terus

  4.  

    Good news… kemampuan searchnya memang belum setara apache tapi untunglah kita sudah punya uav punai dan heron. Soal daya gempur cukuplah karena bisa dipersenjatai dengan TOW.

  5.  

    Hmmm…. PT DI seharusnya lebih ngembanging risetnya donkkk, kalo cm jadi “Tukang Jahit”, power kemandiriannya kurang Omm..

  6.  

    trus, heli mi-35nya dikemanain ya? kok gak termasuk didalam skuadron baru heli serang TNI-AD? padahalkan jumlahnya juga kan baru 5 biji. kenapa gak itu aja ya dilengkapin?..

    •  

      Hard to handle kata user

    •  

      Denger2 biaya perawatannya mahal om, soalnya mesti kirim ke Russia. malahan kemarin kita servicenya ke Ukraina bukan dealer resmi (Russia)… Apachee kl ngga salah pake mesin yg sejenis/sama dgn CN-235 kita, minimal untuk mesin kt bisa service kl ngga parah2 bgt, kl service elektronik n parts lain Apachee entah.

      Tp dari beberapa media, Kemhan kita n Russia lg nego masalah joint buka service helli Russia di Indonesia (moga2 sekalian service Su-30 lumayan ada Kita, Malay n Viet yg punya), kl itu terwujud kemungkinan bisa nambah Mi-35nya. Tetep syarat utama asal ada duitnya n Komsisi I ngga mbulet….

  7.  

    semoga lebih berhasil dari program rooivalk afrika selatan. mengalami kesulitan dukungan pabrikan untuk penjualan dan penyertaan suku cadang. Naga-naganya gandiwa ini merujuk rooivalk.

  8.  

    gandiwa mana nih om?

  9.  

    kalo mo ngirit lagi biaya produksi dan perawatan ya sekalian aja beli heli serang eurocopter tiger

  10.  

    sekalian aja beli heli serang eurocopter tiger

 Leave a Reply