Jul 132016
 
Pasukan keamanan Irak membawa sebuah tank saat mengambil bagian dalam parade militer di sepanjang jalan Kota Baghdad, Irak (12/7). Irak memamerkan kekuatan peralatan tempur unggulannya sebagai langkah lanjutan menggempur ISIS. (REUTERS/Khalid al Mousily)

Pasukan keamanan Irak membawa sebuah tank saat mengambil bagian dalam parade militer di sepanjang jalan Kota Baghdad, Irak (12/7). Irak memamerkan kekuatan peralatan tempur unggulannya sebagai langkah lanjutan menggempur ISIS. (REUTERS/Khalid al Mousily)

Pasukan Irak berada di atas mobil saat mengikuti parade militer di Baghdad, Irak (12/7). Mulai dari tank, roket, meriam hingga peralatan tempur unggulan lainnya dipamerkan selama parade militer tersebut. (REUTERS/Khalid al Mousily)

Pasukan Irak berada di atas mobil saat mengikuti parade militer di Baghdad, Irak (12/7). Mulai dari tank, roket, meriam hingga peralatan tempur unggulan lainnya dipamerkan selama parade militer tersebut. (REUTERS/Khalid al Mousily)

Kendaraan tempur lapis baja saat dibawa pasukan keamanan Irak saat parade militer di jalanan Kota Baghdad, Irak, Selasa (12/7). Irak memamerkan kekuatan peralatan tempur unggulannya sebagai langkah lanjutan menggempur ISIS. (REUTERS/Khalid al Mousily)

Kendaraan tempur lapis baja saat dibawa pasukan keamanan Irak saat parade militer di jalanan Kota Baghdad, Irak, Selasa (12/7). Irak memamerkan kekuatan peralatan tempur unggulannya sebagai langkah lanjutan menggempur ISIS. (REUTERS/Khalid al Mousily)

Pasukan keamanan Irak membawa sebuah meriam saat parade militer di Kota Baghdad, Irak, Selasa (12/7). Mulai dari tank, roket, meriam hingga peralatan tempur unggulan lainnya dipamerkan selama parade militer tersebut. (REUTERS/Khalid al Mousily)

Pasukan keamanan Irak membawa sebuah meriam saat parade militer di Kota Baghdad, Irak, Selasa (12/7). Mulai dari tank, roket, meriam hingga peralatan tempur unggulan lainnya dipamerkan selama parade militer tersebut. (REUTERS/Khalid al Mousily)

Pasukan keamanan Irak dan kendaraan tempurnya saat parade militer di Kota Baghdad, Irak, Selasa (12/7). Mulai dari tank, roket, meriam hingga peralatan tempur unggulan lainnya dipamerkan selama parade militer tersebut. (REUTERS/Khalid al Mousily)

Pasukan keamanan Irak dan kendaraan tempurnya saat parade militer di Kota Baghdad, Irak, Selasa (12/7). Mulai dari tank, roket, meriam hingga peralatan tempur unggulan lainnya dipamerkan selama parade militer tersebut. (REUTERS/Khalid al Mousily)

Pasukan keamanan Irak mengambil bagian dalam parade militer di jalan-jalan ibukota, Baghdad, pada 12 Juli 2016. (© Reuters)

Pasukan keamanan Irak mengambil bagian dalam parade militer di jalan-jalan ibukota, Baghdad, pada 12 Juli 2016. (© Reuters)

Pasukan keamanan Irak mengambil bagian dalam parade militer di jalan-jalan ibukota, Baghdad, pada 12 Juli 2016. (SABAH ARAR / AFP - Getty Images)

Pasukan keamanan Irak mengambil bagian dalam parade militer di jalan-jalan ibukota, Baghdad, pada 12 Juli 2016. (SABAH ARAR / AFP – Getty Images)

Sumber: photo.liputan6.com dan nbcnews.com

Bagikan Artikel :

  8 Responses to “Bersiap Gempur ISIS, Militer Irak Tampilkan Kekuatan Armada Tempur”

  1. Panaaasssss, LCS panaaassss

  2. ada anak loepa minoem obat tuuuh…????!

  3. Wah Kencanduan nasi bubur tuh. asal koment ga lht sil silanya itu orng.

  4. Pansernya koq pake sarung?
    Wkwkwkwkwk 😀 😀 😀

  5. NEW YORK – Insiden penyerangan gedung World Trade Center (WTC) sudah berlangsung lebih dari 14 tahun, tapi hingga kini penyelidikan terkait pelaku belum juga selesai diungkap.

    Setelah bertahun-tahun melakukan klarifikasi, kongres Amerika Serikat (AS) akhirnya segera merilis keterlibatan sejumlah pihak di balik runtuhnya dua gedung tinggi tersebut. Publik dapat menerima laporan dokumen kasus 9/11 itu dalam pekan ini.

    Pada tahun 2002, Kongres telah menerbitkan sebagian hasil investigasi terkait serangan teroris ke gedung WTC, tapi masih ada 28 halaman khusus yang masih dipublikasikan ke publik.

    Halaman tersebut diduga kuat merupakan bukti keterlibatan antara pelaku penyerangan (teroris) dengan Pemerintah Arab Saudi. Demikian sebagaimana dilansir Daily Mail, Jumat (15/7/2016).

    Selama bertahun-tahun, dokumen tersebut sengaja dirahasiakan agar para sekutu Saudi tidak marah. Akan tetapi, dalam beberapa tahun terakhir, keluarga korban terus mendesak agar kongres segera merilis 28 dalaman dokumen rahasia tersebut.

    Publikasi dokumen itu bertujuan agar pihak keluarga dapat melakukan tuntutan kepada Pemerintah Arab Saudi.

    Berdasarkan informasi dari CNN, 28 halaman tersebut telah ditinjau oleh pejabat intelijen, penegakan hukum dan Departemen Luar Negeri. Dokumen tersebut akan segera dipublikasikan paling cepat pada Jumat (15/7/2016)

 Leave a Reply