Nov 262018
 

Gerakan skematik kapal Ukraina (kuning) dekat Selat Kerch. (© Google Maps / edited via rt.com; https://cdni.rt.com/files/2018.11/original/5bfb9832dda4c88b378b459f.png)

Ukraina telah menempatkan pasukannya pada siaga tempur penuh, ketika anggota parlemen di Kiev menyetujui usulan Presiden Petro Poroshenko untuk memberlakukan darurat militer menyusul “pertempuran” antara militer Rusia dan kapal Ukraina dekat Crimea.

Keputusan untuk menempatkan angkatan bersenjata Ukraina pada tingkat waspada tertinggi datang setelah Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional Ukraina (NSDC) mendukung proposal Poroshenko untuk menerapkan darurat militer selama 60 hari.

Langkah ini tinggal menunggu persetujuan dari Verkhovna Rada, Parlemen Ukraina, yang akan memberikan suara pada mosi pada hari Senin.

“Berdasarkan keputusan NSDC untuk memberlakukan darurat militer, kepala Staf Umum – Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Ukraina – telah memerintahkan untuk menempatkan semua unit Angkatan Bersenjata Ukraina pada siaga tempur penuh,” bunyi sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh Kementerian Pertahanan Ukraina pada hari Senin.

Pada hari Minggu, Rusia melepaskan tembakan dan menyita tiga kapal Angkatan Laut Ukraina – dua kapal artileri dan satu kapal tunda. Rusia mengatakan bahwa Ukraina melanggar perbatasan maritim Rusia dan mencoba melewati Selat Kerch, jalur air sempit antara daratan Rusia dan Crimea, yang menghubungkan pelabuhan Ukraina di Laut Hitam dan Laut Azov.

Penjaga pantai Rusia mengatakan bahwa kapal-kapal itu tidak memberikan pemberitahuan yang tepat tentang perjalanan mereka dan berulang kali mengabaikan peringatan dan “tuntutan hukum” untuk berhenti. Tiga awak Ukraina terluka dalam kejadian itu, dan dirawat oleh petugas medis Rusia.

Kiev menegaskan bahwa pihaknya telah memberikan pemberitahuan yang tepat kepada pihak Rusia menjelang apa yang digambarkannya sebagai manuver rutin yang direncanakan. Saat ini, Ukraina menuntut pelepasan kapal dan awak mereka, serta kompensasi atas kerusakan yang ditimbulkan.

Pemerintah Ukraina telah meminta sekutu-sekutunya, termasuk NATO dan Uni Eropa, untuk membalas apa yang disebut Kiev sebagai “agresi” Rusia, menyerukan kepada para pendukung Barat untuk memperketat sanksi yang ada dan menerapkan langkah-langkah baru terhadap Rusia, serta menyediakan Kiev dengan “bantuan militer untuk melindungi integritas teritorialnya. ”

Poroshenko mengatakan bahwa darurat militer tidak berarti bahwa Ukraina sekarang dalam keadaan perang dengan Rusia.

Sumber: RT.com

Bagikan:

  10 Responses to “Bersitegang dengan Rusia, Tentara Ukraina ‘Peringatan Tempur Penuh’”

  1.  

    suara poroshenko dipredikisi anjlok di pemilihan mendatang…cari cara gimana supaya suaranya naik drastis…ya mainkan isue nasionalisme,..agresi rusia

  2.  

    Emang pasti di gubriskah.dng AS dan NATOnya.? Klo Ukraina perang dng Rusia…yg ada AS dan NATO pura2 sibuk cari issue baru sambil mengendap endap spt kucing mau nyolong ikan asin…hahahahahaha

  3.  

    hahaha,,, mampus luh rusiyah….. 😀
    mobilisasi dalam masa damai, otomatis untuk menyeimbangi mobilisasi ukraina, rusiyah juga harus memobilisasi dalam masa damai 😆
    masalahnya rakyat rusiyah mau kagak dimobilisasi, krn yg menjadi agresor bisa dikatakan adalah rusiyah 😕

  4.  

    SEANDAINYA TIMLES YG DI ANEKSASI OLEH CANBERA ATAU MALON MASUK SELAT SUNDA ATAU SELAT MALAKA APA KIRA” DITANGKAP TNI GAK YAH……….. TERUS APAKAH SALAH TINDAKAN TNI JIKA MENAGKAP MEREKA……..TERUS AKSI MEREKA APAKAH KITA ANGGAP AKSI TEROR PADA KEDAULATAN NEGARA KITA….. THINK IT SMART….

    RUSIA VS UKRAINIA atau RUSIA vs USA kah yang sesungguhnya…..

  5.  

    perlu adanya satu jari yang berani menekan tombol merah, utk memicu perang besar antara Nato dan Rusia, Amerika kelihatannya kesulitan cari cara utk melegalkan perang, seperti berbagai trik yang akhirnya amerika secara legal didukung parlemen utk ikut terjun di perang dunia ke 2 melawan hitler dan jepang..

    selama ini kedua kubu besar hanya saling provokasi tanpa ada yang berani menekan tombol merah… apakah ukraina, akan jadi alasan bagi Nato ikut mengerahkan alat perangnya?

  6.  

    Makin kisruh, bakal makin parah nih sangsi ke Rusia, Su-35 untuk RI bisa makin gak jelas nih!

 Leave a Reply