Aug 082017
 

Bank Indonesia, Jakarta (Antara)

Padang – Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara mengemukakan utang Indonesia sekarang ini masih berada dalam level sangat sehat menjawab kekhawatiran sejumlah pihak yang menilai utang pemerintah terus bertambah.

“Sekarang  ini utang pemerintah 28 persen dari Pendapatan Domestik Bruto, artinya masih sehat,” ujar Mirza Adityaswara di Padang Senin 7-8-2017 setelah selesai melantik Kepala perwakilan BI Sumbar Endy Dwi Tjahjono.

Menurut Mirza Adityaswara utang pemerintah ada batasnya dan diatur oleh Undang-Undang Keuangan Negara yang ditetapkan sejak Indonesia mengalami krisis ekonomi tahun 1998.

“Batas utang pemerintah itu adalah 60 persen dari ekonomi Indonesia yang diukur dari Pendapatan domestik Bruto (PDB),” kata  Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia menjelaskan angka 60 persen tersebut timbul mengacu kepada aturan internasional yang dipakai oleh Eropa.

Menurutnya sejumlah negara malah utangnya di atas 100 persen dari Pendapatan Domestik Bruto seperti Jepang yang mencapai 100 persen dari PDB.

“Bahkan Amerika Serikat saat ini utangnya juga 100 persen dari PDB,” kata Mirza Adityaswara.

Oleh sebab itu kata Mirza Adityaswara, jika ada informasi yang beredar di media sosial utang pemerintah besar maka harus ada pembandingnya.

“Jika dibilang utang pemerintah meningkat iya sejak dulu terus naik sejak Presiden Soeharto sampai Presiden Jokowi, tetapi melihat sehat atau tidak harus ada pembandingnya yaitu ukuran ekonomi,” ujar Mirza Adityaswara .

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia memberi ilustrasi jika seseorang punya gaji Rp1 juta per bulan tentu bisa berutang Rp 280 ribu rupiah sebab dari sisi ilmu keuangan pasti mampu membayarnya.

“Tapi jika ada orang gajinya  Rp1 juta tetapi utangnya Rp 40 juta artinya itu sangat tidak sehat,” kata Mirza Adityaswara.

Mirza Adityaswara menyampaikan sama secara prinsip utang dibolehkan tetapi jangan terlalu besar dan punya kemampuan membayarnya.

“Rumah tangga bisa mempunyai utang kredit perumahan dan kendaraan, tetapi dapat membayar, demikian juga negara,”  Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara menambahkan jika masyarakat mendapatkan informasi di media sosial tentang utang harus dipelajari dulu jangan langsung disebarkan saja. Dilansir Antara 7 Agustus 2017.

  8 Responses to “BI : Utang Indonesia Dalam Level Sehat”

  1. ya semoga aja ttp sehat selamanya agar indonesia bisa menjadi negara maju dan disegani…

  2. Bung diego angkat berita kedatangan 2 sukhoi 27 yang selesai melakukan perawatan berat…… Ada di tetangga sebelah…. Tks

  3. Sdh baca ko dtempat tetangg

  4. utang buat kebaikan Indonesia gak masalah

  5. hutang pihutang RI utk sektor produktif.
    jangan konsumer loan

 Leave a Reply