Jul 062012
 

Loading Rudal Klub-S ke Kapal Selam Kilo

Para pegawai galangan kapal Admiralty Rusia terus bekerja untuk merampungkan kapal selam Project 636M (Kilo Class) pesanan Vietnam. Mereka pun mulai memasang sistem persenjataan, termasuk rudal Klub-S yang memiliki jangkauan hingga 300 km.

“Kami telah memasang peralatan baru untuk memebuat kapal selam ini menjadi yang terbaik di harga 3 milyar rubel”, ujar teknisi galangan kapal Admiralty, Roman Trotsenko.

Kapal selam Project 636 didisain untuk menghancurkan kapal selam, kapal permukaan, melindungi garis pantai, reconnaissance dan data link (Komunikasi). Untuk mendapatkan kemampuan tempur yang handal, mesin diesel electic-nya berhasil dibuat senyap dan bahkan salah satu kapal selam tersenyap di dunia. Rusia pun memasang sistem manajemen informasi dan navigasi terbaru, serta meningkatkan kemampuan sonar dalam menjejak target.

Kemampuan kapal selam yang pernah diincar Indonesia ini menjadi sempurna dengan dipasangnya 4 rudal powerfull supersonic 3M-54 Klub-S (SS-N-27), ditambah 18 torpedo terbaru, serta 24 ranjau.

Rudal Klub-S / 3M-54

Loading Rudal Klub-S ke Kapal Selam Kilo India

Rudal buatan Novator Design Bureau ini, baru digunakan oleh tiga negara: Rusia, India dan Vietnam. Rudal ini memiliki panjang 8 meter dengan berat 2 ton dan terbang 10 meter dari permukaan air untuk mengindari radar.

Setelah ditembakkan dari kapal selam, rudal Klub-S akan terbang rendah dengan kecepatan subsonic 0,8 mach. Memasuki phase midcourse, kecepatan berubah menjadi supersonic 2,5 mach. Ketika target sudah dekat rudal ini melakukan “sprint” dengan cara menghidupkan mesin turbojet untuk menambah kecepatannya menjadi 2,9 mach. Tujuannya untuk mengurangi kesempatan kapal musuh menghindar dari sergapan. Sudut serangannya pun (angle) sulit diantisipasi. Rudal Klub-S didisain khusus untuk kapal selam. Sementara untuk sasaran kapal permukaan Novator Design Bureau menamainya Klub-N.

Angle menembak rudal Klub-S susah diprediksi

Project 636M (Kilo Class)
Kapal selam Project 636M (Kilo Class) merupakan generasi ketiga dari Project 877 dan 877 EKM. Vietnam memesan 6 kapal dan 2 diantaranya telah dikerjakan sejak Juli 2011. Setelah lolos seluruh ujicoba, kapal selam pertama akan diserahkan kepada Vietnam tahun 2013. Rusia menargetkan untuk menyerahkan satu kapal setiap tahun hingga tahun 2018.

Galangan kapal Admiralty memiliki nama besar di Rusia karena telah membangun ribuan kapal Rusia selama 300 tahun. “Kami paham benar, bagaimana cara membuat kapal selam yang bagus dan ilmu itu tidak bisa anda pelajari dalam waktu cepat”, tambah Trotsenko.

Kapal Selam Project 636 Varshavyanka Project 877 Paltus

Gepard Class
Tidak itu saja. Rusia juga menyerahkan rudal terbaru mereka Kh-35E untuk dua frigat Gepard yang dibeli Vietnam tahun 2006 seharga 350 juta USD. “Kontrak itu meliputi pembelian 33 rudal anti kapal 3M24 EMB/ Kh-35E, disertai dengan 8 misil ujicoba/ latihan”, ujar Direktur Corporation tactical missile system (KTRV), Boris Obonosov. ” Kami memberi mereka 8 rudal latihan, agar Angkatan Laut Vietnam terbiasa menggunakan rudal tersebut”, tambah Obonosov.

Rudal Kh-35E di Frigat Dinh Tien Hoang

Rudal buatan Zvezda Rusia ini, mampu memburu sasaran sejauh 260 kilometer dan menghancurkan kapal yang berbobot 5000 ton. Satu rudal KH 35E dihargai Rusia Rp 5 Miliar.

Kini rudal Kh-35E atau Uran-E atau AS-20 ‘Kayak’ menjadi andalan Angkatan Laut Vietnam untuk figate HQ-011 Dinh Tien Hoang dan HQ-012 Ly Thai.

Frigat Gepard 3.9 Vietnam

Masing-masing frigate Gepard 3.9 Vietnam mengusung 8 rudal KH-35E ditambah lagi dengan 4 × 533 mm torpedo tubes (two twin launchers). Untuk menangkal serangan udara, frigat Gepard dilengkapi 1 × Osa-M Surface-to-Air missile system (one twin launcher, 20 SA-N-4 Gecko missiles), serta close-in weapon system (CIWS) Palma 2 × 6-barreled 30 mm point-defense guns (2,000-round magazine for each).

CIWS Palma Frigat Gepard Vietnam

Gepard 3.9 Rusia juga mengusung Anti-Submarine Rocket Launcher RBU-6000 12 barrel, Meriam otomatis dual purpose AK–176, kaliber 76,2 mm yang mampu menembakkan 120 amunisi per menit. Kapal perang ini dilengkapi helikopter Kamov Ka-28 atau Ka-31 Helix serta 20 Ranjau Laut.

Pendaratan Heli Ka-28 di Frigat Gepard Vietnam

Radar: Navigation, Cross Dome Surface dan Air Search, SA-N-4 Fire Control, Cruise Missile Target Designator, CIWS AK-630 Fire-Control. Sonar: Medium-frequency hull mounted dan medium-frequency towed variable depth sonar.

Electronic & Decoy: 2 × Bell Shroud passive intercept, 2 × Bell Squat jammers, 4 × 16-barreled, Countermeasure Rocket Launchers.

Frigate berkapasitas 98 penumpang ini memiliki panjang 102 meter dan lebar 13 m. Dengan bobot 1500 ton (kosong dan 1930 (penuh), kapal ini melaju dengan kecepatan maksimal 28 knot. Frigate ini mampu menempuh jarak 7000 km selama 15 hari tanpa berhenti, dengan kecepatan 10 knot atau 19 km/jam.

Dua frigate yang kini dimiliki Vietnam merupakan generasi frigate paling mutakhir dari Gepard Zelenodolsk. Galangan kapal Gorki Russian Zelenodolsk membutuhkan waktu 2,5 tahun untuk membuat “sample” kapal, hingga diaktifkan menjadi Project 11661.

Pengiriman Frigat 3.9 ke Vietnam

Frigate Gepard 3.9 Q-011 Dinh Tien Hoang dibuat Galangan Kapal Gorki Russian Zelenodolsk untuk: memburu, menjejak dan menghancurkan kapal permukaan. Gepard Vietnam ini juga mampu menangani pesawat terbang, kapal selam, escort serta patroli melindungi batas-batas zona ekonomi maritim. Gepard Class didisain untuk bertempur secara mandiri maupun bagian dari gugus tugas. Ia didukung teknologi siluman sehingga menyulitkan pendeteksian radar oleh lawan.

Meriam AK 176 lepaskan 120 munisi per menit

Frigate HQ-011 Dinh Tien Hoang diluncurkan 12 Desember 2011 dengan nama Kaisar Pertama Vietnam “Dinh Tien Hoang” yang melawan penjajahan Dinasti Han China dan pendiri pemerintahan administratif di Vietnam.

Kini Vietnam telah memiliki 2 frigat Gepard 3.9 dan menandatangani tambahan pembelian 2 frigat gepard 5.3. “Dua frigate terbaru ini (Gepard 5.3) akan dilengkapi peluru kendali modern dan anti-kapal selam terkini militer Rusia. Kami tidak akan ragu-ragu untuk menjual senjata dan teknologi militer Rusia ke negara bersahabat. India saja, kami pinjamkan kapal selam nuklir”, ujar Direktur Zelenodolsk Gorky, Renat Mistakhov.

Frigat Gepard Vietnam

Pembelian Geopard ini bagian dari rencana moderenisasi AL Vietnam, bersama dengan pembelian 6 kapal selam kelas Kilo dan persawat tempur Sukhoi 30MK2. Kini Vietnam memiliki 5 frigat kelas Petya dan Gepard 3.9.

Dari segi Gross Domestic Product (PPP) Vietnam masih di bawah Indonesia, yakni USD 299.985 miliar untuk tahun 2011. Sementara GDP PPP Indonesia mencapai USD 1.124.000 miliar. Meski masih miskin, untuk urusan alutsista, Vietnam memilih yang number one.(Jkgr)

 Posted by on Juli 6, 2012