Mar 042019
 

Jet tempur F/A-18F Super Hornet kursi tandem, Angkatan Udara Australia © RAAF

JakartaGreater.com – Pembelian jet bekas Australia untuk meningkatkan armada pesawat tempur Kanada saat ini dapat membebani pembayar pajak lebih dari CA $ 1 miliar, angka itu 22 persen lebih tinggi dari yang diklaim Departemen Pertahanan Nasional, menurut laporan terbaru dari Badan Pengawas Keuangan Parlemen, seperti dilansir dari laman National Post pada hari Kamis.

Panitia Anggaran Parlemen Yves Giroux meneliti biaya pembelian dan modernisasi 18 unit F-18 bekas Australia dan menerbangkannya hingga tahun 2032. Laporannya, yang dirilis hari Rabu, menempatkan label harga akhir antara CA $ 1,09 – 1,15 miliar, jauh lebih besar dari perkiraan CA $ 895,5 juta dari Departemen Pertahanan Nasional (DND) Kanada.

“Kami mempertimbangkan seluruh biaya, siklus hidup dari manajemen proyek hingga akhir fase pembuangan”, kata Giroux dalam sebuah wawancara dengan National Post. “Kami tidak melihat apakah itu kesepakatan yang bagus”.

Biaya PBO sudah termasuk senjata, upgrade yang dibutuhkan, biaya perawatan tahunan dan bahan bakar yang akan dibutuhkan selama bertahun-tahun menerbangkan pesawat tempur itu.

Royal Canadian Air Force (RCAF) berencana menggunakan jet tempur bekas Australia itu sebagai pesawat tempur sementara untuk meningkatkan kemampuan armada CF-18 saat ini hingga pembelian generasi pesawat tempur baru. RCAF akan menerbangkan 18 unit jet Australia dan menggunakan tujuh lainnya untuk suku cadang dan pengujian (total 25 unit jet tempur yang dibeli dari Australia).

Jet tempur CF-18 Hornet Angkatan Udara Canada melintas di Pearl Harbour, 1 Juli 2006. © U.S. Navy via Wikimedia Commons

RCAF menerima dua jet tempur Australia bekas yang pertama di 4 Wing Cold Lake di Alta pada 16 Februari lalu. Pengiriman jet akan berlanjut secara berkala selama tiga tahun ke depan, dan pesawat akan diintegrasikan ke dalam armada CF-18 saat modifikasi selesai, menurut RCAF. Pesawat terakhir diharapkan akan tiba pada akhir 2021 dan itu terbang sampai tahun 2032.

Giroux mengatakan kantornya menggunakan angka yang sama seperti yang dimiliki DND tapi melakukan analisis sendiri dari perkiraan biaya tersebut. “Tidak ada alasan mendasar mengapa kita harus mencari angka yang berbeda”, katanya. “Satu-satunya pengertian saya adalah bahwa mereka secara sukarela menganggarkan angka optimis. Dan saya tidak tahu pasti alasannya kenapa”.

Dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu, DND mengatakan angka biayanya dekat dengan yang ditentukan oleh Pejabat Anggaran Parlemen. Pernyataan juga menambahkan bahwa angka-angka PBO untuk peningkatan armada tempur sementara termasuk perkiraan untuk upgrade CF-18 yang masih berusaha ditentukan oleh DND.

“Meskipun kami yakin bahwa metodologi kami baik, kami akan terus bekerja dengan PBO, Auditor Umum Kanada, dan entitas luar lainnya sebagai bagian dari komitmen kami untuk penggunaan uang wajib pajak yang bertanggung jawab”, sebut pernyataan itu.

Pemerintah Liberal telah merencanakan untuk membeli 18 jet tempur Super Hornet baru dari raksasa kedirgantaraan AS, Boeing untuk menambah CF-18 Angkatan Udara Kanada hingga pesawat modern baru dapat dibeli di tahun-tahun mendatang.

Jet tempur F/A-18 Super Hornet Blok 3 mutakhir © Aaron Foster via Boeing

Namun, pada tahun 2017 Boeing mengeluh kepada Departemen Perdagangan AS bahwa subsidi Kanada untuk Bombardier yang berbasis di Quebec mengizinkan untuk menjual pesawat penumpang sipil seri-C di AS dengan potongan harga.

Akibatnya, pemerintahan Presiden AS Donald Trump memberlakukan tarif hampir 300 persen terhadap pesawat Bombardier yang dijual di pasar AS. Sebagai balasan, Kanada membatalkan perjanjian untuk membeli 18 Super Hornet, yang akan menelan biaya lebih dari US $ 5 miliar saat itu, atau sekitar CA $ 6,65 miliar.

Alih-alih membeli Super Hornets baru yang super mahal, kaum Liberal memutuskan untuk membeli jet tempur bekas dari Australia.

Pada November 2018 kantor Auditor Umum mengeluarkan laporan yang mencatat bahwa pembelian pesawat tambahan tidak akan memperbaiki kelemahan mendasar dari armada CF-18 Kanada karena kemampuan tempur pesawat yang menurun, kekurangan pilot dan personil pemeliharaan.

“F/A-18 Australia akan membutuhkan modifikasi dan upgrade agar supaya itu memungkinkan terbang hingga tahun 2032”, menurut laporan. “Modifikasi ini akan membawa F/A-18 ke level yang sama dengan CF-18 namun itu tidak akan meningkatkan kemampuan tempur setara CF-18”.

Laporan itu menyebut bahwa membeli pesawat sementara tak akan membuat Pertahanan Nasional lebih dekat untuk secara konsisten memenuhi persyaratan operasional baru yang diperkenalkan pada tahun 2016.

Angkatan Bersenjata Kanada mengatakan bahwa pihaknya membawa inisiatif baru untuk meningkatkan jumlah pilot serta staf pemeliharaan.

Bagikan: