Jul 122017
 

Model skala LHD Priboy diperkenalkan dalam pameran Army 2016 oleh Krylov. © Navy Recognition

Kapal serangan amfibi kelas berat (LHD) Priboy-Class akan menelan biaya sekitar $675 juta dan akan memakan waktu hingga 5 tahun untuk membangunnya, kata Vladimir Pepelyayev, Kepala Departemen Prospek Perkapalan di Pusat Penelitian Negara Krylov, Rusia, seperti dilansir dari laman Navy Recognition.

Pepelyayev menambahkan bahwa secara keseluruhan Angkatan Laut Rusia berencana akan menerima 2 (dua) unit kapal perang amfibi tersebut sebelum tahun 2025.

“Menurut perkiraan kami, kapal tersebut akan menelan biaya sekitar 40 miliar rubel atau $ 675 juta, dengan pertimbangan seluruh tahapan pengembangan, konstruksi dan uji coba”, kata Pepelyayev.

Berbicara tentang jangka waktunya, Pepelyayev mengatakan bahwa dibutuhkan sekitar satu tahun untuk merancang sebuah desain kasar dan 1 – 1,5 tahun untuk pengembangan rincian desain dan selanjutnya pengembangan dokumentasi dan konstruksi dari desainnya akan menyusul.

Gambar menunjukkan Proyek Avalanche dari Institut Pusat Riset Sains Krylov dengan segel Angkatan Laut Rusia. © Krylov CSRI

“Secara keseluruhan, tidak kurang dari lima tahun akan berlalu sejak awal Litbang hingga pengiriman kapal kepada Angkatan Laut”, jelas Pepelyayev.

Sebagai Wakil Kepala Komando Persenjataan Angkatan Laut Rusia, Viktor Bursuk berkata bahwa Angkatan Laut Rusia berencana untuk menerima setidaknya dua kapal amfibi (LHD) Priboy-Class pada tahun 2025.

Menurutnya, Angkatan Laut membutuhkan kapal tersebut dan program persenjataan negara 2018 – 2025 yang baru telah menyiapkan pembangunan dan konstruksi mereka.

Model skala LHD Priboy diperkenalkan dalam pameran Army 2016 oleh Krylov. © Krylov CSRI

Pusat Penelitian Negara Krylov Rusia telah mengembangkan LHD Priboy atas inisiatifnya sendiri. Kapal ini berbeda secara signifikan dari LHD Mistral yang dirancang oleh DCNS.

LHD Priboy ditujukan untuk pergerakan pasukan dan peralatan militer serta pendaratan di pantai selama operasi amfibi bersama dengan armada laut lainnya. LHD Proboy ini dapat mendukung proyeksi tentara dan perangkat keras, ambil bagian dalam menyebar ranjau secara ofensif dan memasang beacon sonar dari suspensi sistem pengawasan.

LHD Priboy memiliki bobot 23.000 ton, panjang 200 meter, lebar 34 meter, desain draft 7,5 meter, dapat melaju dengan kecepatan penuh hingga 20 knot, kecepatan jelajah kapal serangan amfibi ini adalah 14 knot, jangkauan jelajah hingga 6.000 mil dan kemampuan jelajah selama 30 hari.

Kapal perang ini dapat menahan badai dengan kekuatan 6-7 pada skala Beaufort.

Kapal induk helikopter ini rencananya akan dilengkapi dengan pembangkit utama propulsi turbin gas. Jumlah awak kapal tersebut sekitar 400 orang. LHD Priboy dapat mengangkut 500 – 900 marinir, termasuk 50 unit kendaraan tempur infanteri dan 10 unit tank.

LHD Priboy ini dirancang untuk dapat membawa hingga 12 unit helikopter. Selain itu kapal ini juga bisa membawa 6 unit kapal pendarat dengan kapasitas angkut kargo sekitar 45 ton dan 6 unit perahu serbu.

Persenjataan LHD Priboy mencakup dua modul tempur senjata/rudal anti-udara, dua sistem senjata jarak dekat (CIWS) dan sebuah senapan maritim 76 mm.

Bagikan:

  15 Responses to “Biaya Pembuatan LHD Priboy Rusia Sekitar $ 675 Juta”

  1.  

    wow kereen,pt pal jangan mau kalah dong,kan udah punya basic lhd Banjarmasin class,tinggal di tambah panjang sama lebarnya.. yakin pt pal bisa

  2.  

    LHD rancangan PT. PAL berdasarkan kapal Star 50, terlihat kurang bagus jika dibandingkan Mistral Perancis dan Priboy Rusia.
    Semoga ada desain lain dr PT. PAL yg lebih futuristik bahkan bisa siluman.

  3.  

    Kenapa gak bikin aircraft carrier aja

  4.  

    Lumayan juga ya anggaran pembuatan awal termasuk litbangnya, tapi untuk kapal kedua dan seterusnya pasti harganya tidak sampai segitu 😀 heheheh

  5.  

    Wajib tertarik indonesia …kalo hanya harga segitu..

  6.  

    Dari hasil menghitung, saya kok dapat gambaran bahwa :

    MEF 2 ini 2 unit OPV akan dilengkapi persenjataan anti kapal selam sehingga bisa berfungsi sebagai korvet dan akan menggantikan 2 Parchim yg sudah didelete (KRI Memet yang terbakar habis dan KRI pati Unus yg pensiun barusan).

    MEF 2 ini 2 unit Iver akan diakuisisi lengkap meriam dan radar tapi tanpa rudal.

    MEF 3 akan ada tambahan 5 unit Iver lengkap rudal plus 2 set rudal untuk melengkapi 2 unit Iver yg dipesan di MEF 2.

    Di MEF 3 juga akan ada 8 unit Absalon TNI AL untuk AL lengkap rudal plus 5 unit OPV Knud Rasmussen.

    Di MEF 3 juga akan ada 2 unit Absalon untuk Bakamla dan 2 unit Absalon untuk KKP.
    baik Bakamla dan KKP total 4 unit absalon akan dipakai sebagai cadangan fregat. Rudal bisa siap dipasang jika keadaan darurat sebab Denmark juga perkenalkan Stanflex container modul.

    Dengan Stanflex Container Modul ini 5 unit OPV Knud Rasmussen juga bisa sekejap diubah jadi Korvet / Light Fregat.

    Sebab sudah ada Absalon Class 8 unit + 4 unit cadangan yang masing2 bisa muat 2 unit helikopter sekelas mh60r plus 7 MBT atau 30 kendaraan tempur.
    Iver class pun juga bisa muat 2 unit heli sekelas MH60R.

    Iver : 2 heli x 7 unit = 14 heli
    Absalon : 2 heli x 8 unit = 16 heli
    Absalon cadangan : 2 heli x 2 unit = 4 unit

    Maka kapal sekelas LHD Mistral kemungkinan besar tidak dibutuhkan lagi sebab perannya sebagai amphibious force diambil oleh Absalon.

    Kalaupun mau dibangun, LHD tersebut baru bisa dibangun sesudah 2024 dengan jumlah 2 unit saja.

    Sehingga saya prediksi pada 2024 di atas kertas akan ada :

    7 unit Iver
    8 unit Absalon
    2 unit Absalon Bakamla sebagai fregat cadangan
    2 unit Absalon KKP sebagai fregat cadangan

    Total = 7 + 8 + 2 + 2 = 19 unit Fregat

    4 unit PKR sigma Martadinata Class
    4 unit Gowind yang mau dibeli
    14 unit Parchim class
    2 unit OPV lokal 80 – 90 meter.
    3 unit Malahayati class
    3 unit Bung Tomo class
    4 unit Sigma Diponegoro class
    5 unit OPV Knud Rasmussen Class

    Total = 4 + 4 + 14 + 2 + 3 + 3 + 4 + 5 = 39 unit light fregat

    Cadangan jika keadaan darurat :
    4 unit OPV bakamla 110 meter
    10 unit OPV bakamla 80 meter

    4 + 10 = 14 unit OPV bakamla sebagai cadangan light fregat / korvet.

    Jadi di tahun 2024 :
    19 fregat
    39 light fregat / korvet

    Prediksi ini berasal dari hasil perhitungan dari data keuangan mef 2 yg sudah dipublikasikan dari berbagai sumber, dan diasumsikan jumlah biaya untuk MEF 3 dalam USD adalah sama dengan biaya untuk MEF 2.

    namun hasil perhitungan ini bisa saja meleset.

    Xixixixi

  7.  

    Selama ini saya hanya membaca saja. Dan tentu masih awam.
    Pandangan awam saya seperti ini.
    Lpd dan Lhd memiliki design datar, baik utk muat tank atau helikopter.
    Jika bisa buat must tank, saya rasa bisa muat buat beli.
    Lpd di perpanjang atau dan diperlebar, apa tidal jadi Lhd?.
    Di mana perbedaan mendasar lpd dan lhd selain dari alat yg di bawa nya?.

  8.  

    rusia itu niru kapal2 buatan prancis, tapi harganya justru dimark-up biar pejabat2 luar negeri berfikir kalo mrk menyediakan ruang pengembangan (development) dlm menyajikan kapal2 amphibi mrk (bullshits)

 Leave a Reply