Mei 232019
 

Fregat Helge Ingstad Norwegia (foto:mediearkiv.forsvaret.no)

Menurut Kementerian Pertahanan Norwegia, perbaikan fregat Helge Ingstad yang tenggelam setelah tabrakan dengan kapal tanker minyak Malta Sola TS pada 8 November 2018 dapat menelan biaya lebih dari US$ 1,6 miliar dengan lama perbaikan lebih dari 5 tahun.

Biaya sebesar itu berarti tiga kali lipat lebih mahal daripada harga pembelian fregat baru, dan waktu perbaikan lima tahun juga lebih lama dibandingkan waktu untuk membangun fregat baru yang hanya 3.5 tahun.

Angka-angka yang mengejutkan tersebut diungkapkan oleh inspektur Angkatan Laut Norwegia, Admiral Haakon Bruun-Hanssen. Biaya perbaikan fregat Helge Ingstad yang terendam di bawah air selama hampir 4 bulan, bahkan dapat melebihi US$1,6 miliar. Hal ini dikarenakan tingkat kerusakan pada kapal adalah kerusakan total.

Jika dihitung dengan biaya penyelamatan dan pengangkatan kapal pada akhir Februari 2019, dapat dilihat operasi perbaikan fregat Helge Ingstad akan empat kali lebih mahal daripada pembelian unit fregat baru ( dinilai pada tahun 2000 sebesar US$500 juta).

Hal mengejutkan lainnya adalah lamanya waktu perbaikan. Pembangunan fregat baru Helge Ingstad berlangsung kurang lebih 3,5 tahun, sedangkan lama perbaikan menurut perkiraan saat ini akan memakan waktu lebih dari lima tahun.

Dengan mempertimbangkan angka-angka ini, Laksamana Bruun-Hanssen merasa bahwa lebih efektif untuk membeli kapal perang baru dari pada memperbaiki fregat yang rusak tenggelam.

Sejauh ini, fregat Helge Ingstad menjalani perbaikan pemberian pelapisan lambung untuk membuatnya terapung ke air. Sementara itu, komisi khusus dari Kementerian Pertahanan dan Angkatan Laut Norwegia melakukan inventarisasi alat identifikasi di fregat Helge Ingstad yang bernilai antara 11 – 45 juta dolar yang dapat diselamatkan dan digunakan sebagai suku cadang untuk empat fregat yang sejenis dengan Helge Ingstad.

Keputusan untuk membangun kapal baru tampaknya hampir pasti, meskipun tidak jelas kapal perang apa yang akan dipesan.

Komisi Norwegia untuk investigasi kecelakaan laut AIBN (Accident Investigation Board) dalam laporannya mengindikasikan bahwa fregat Helge Ingstad harus bertanggung jawab atas kecelakaan itu sendiri, sedangkan galangan kapal Navantia bertanggung jawab atas bangkai kapal, dan tempat kapal itu diangkat.

Hasil awal penyelidikan menunjukkan bahwa dalam kasus kerusakan yang terjadi selama tabrakan dengan kapal tanker minyak Malta “Sola TS” pada 8 November 2018, fregat seharusnya boleh tenggelam, namun ternyata akhirnya tenggelam.

Apabila akhirnya memesan fregat baru di Navantia, ketika kapal yang sebelumnya dibangun dengan kesalahan struktural, tentu akan diterima dengan buruk.

Defence24

  5 Responses to “Biaya Perbaikan Fregat Helge Ingstad Lebih Mahal Dibandingkan Beli Baru”

  1.  

    Kapal perang buatan PT. PAL ditabrak kapal tanker justru kapal tankernya yang ampun-ampun, kapal perang cuma penyok dikit, kirim arek2 Blitar pa Malang dikenteng magic bentar dah mulus lagi.

  2.  

    ketoknya pakai magic bank
    makanya orang ga pada tahu.magic di lawan.

  3.  

    Beli buat ditiru teknologinya…klo di obral

  4.  

    Bilang Aja males ngerjain Dan ga mau ambil resiko after repair nya. Jadiin obyek komersil aja