Mar 112015
 
F-5E Tiger II

F-5E Tiger II

April 2015 genap 35 tahun F-5E/F Tiger bertugas di TNI Angkatan Udara. Dalam waktu dekat, pemerin-tah ingin mengganti pesawat tempur yang dibuat di pabrik Northrop Corporation Amerika Serikat itu. Tahun ini, menurut rencana, pemerintah akan memutuskan penggantinya sehingga tahun 2018 pesawat tempur multifungsi pengganti itu sudah datang dan bisa beroperasi.

Sejak tahun lalu, TNI, khususnya TNI AU, memberi sinyal lebih menginginkan Sukhoi Su-35 sebagai pengganti F5. Misalnya disampaikan Kepala Staf TNI AU Marsekal Agus Supriatna di sela-sela Rapat Pimpinan TNI AU pada Februari 2015. Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsekal Pertama Hadi Tjahjanto mengatakan, TNI AU menginginkan generasi pesawat tempur ke-4.5. “Kami inginkan yang punya faktor deterrence, yaitu efek gentar tinggi di kawasan,” katanya.

TNI AU sudah mengajukan beberapa nama jenis pesawat kepada Kementerian Pertahanan. Selanjutnya, Kementerian Pertahanan yang akan melakukan kajian, di antaranya dari segi harga untuk satu skuadron yaitu 16 pesawat, efek gentar, spektrum ancaman, strategi pertahanan, dan faktor politik.

Kepala Komunikasi Publik Kementerian Pertahanan Djundan Eko Bintoro mengatakan, Kementerian Pertahanan belum memutuskan dan masih akan terus menimbang-nimbang sejumlah faktor. Namun, ada beberapa jenis pesawat calon pengganti F5 yang mencuat, yaitu F-16 blok 60 dari Lockheed Martin, Gripen E/F dari SAAB, Sukhoi Su-35, dan Typhoon dari Eurofighter.

Setiap pesawat tentu memiliki spesifikasi teknis yang harus dibanding-bandingkan kekuatan dan kelemahannya serta dipertimbangkan kesesuaiannya dengan kebutuhan Indonesia.

Sukhoi Su-35, misalnya, biaya pengoperasiannya sangat tinggi, yaitu Rp 400 juta per jam. Aviationweek.com menyebutkan, salah satu versi Gripen JAS 39, yang merupakan pesawat tempur ringan mesin tunggal, biaya operasinya 7.500 dollar AS per jam atau Rp 97,5 juta per jam.

Namun, soal harga, Sukhoi bisa dikatakan paling murah. Menurut media pemerintah Rusia Behind The Headline Indonesia, Sukhoi Su-35 dijual dengan harga 38 juta dollar AS, yang berarti hampir sepertiga dari Typhoon Eurofighter yang sama-sama bermesin ganda. Namun, Duta Besar Spanyol untuk Indonesia Francisco Jose Viqueira Niel menyatakan masa hidup mesin jet Typhoon mencapai 30 tahun yang berarti juga sekian kali lipat dari mesin Sukhoi.

Transfer teknologi
Salah satu faktor yang juga harus dipertimbangkan adalah terkait Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2012 tentang Industri Pertahanan. Kepala Bagian Perencanaan Komite Kebijakan Industri Pertahanan Said Didu mengatakan, setelah pihak pengguna, dalam hal ini TNI AU, menyebutkan spesifikasinya sesuai kebutuhan, baru diselisik kembali menggunakan UU Industri Pertahanan. Salah satu amanat yang harus dipenuhi adalah soal transfer teknologi, penggunaan konten lokal, imbal dagang, dan kompensasi yang nilainya 35 persen dari harga persenjataan yang dibeli.

Said mengatakan, idealnya konten lokal, transfer teknologi, imbal dagang, dan kompensasi terkait produk yang mau dibeli langsung. Untuk pembelian pengganti F5, misalnya, bisa diadakan transfer teknologi untuk program pembuatan pesawat tempur KFX bersama Korea Selatan yang beberapa minggu lalu dinyatakan akan diteruskan. Hal ini menjadi amanat undang-undang yang harus diperjuangkan mengingat, walau secara formal pesawat-pesawat yang akan dibeli itu menyatakan siap transfer teknologi, faktanya tentu tidak semudah itu.

Selama ini, walau belum maksimal, kerja sama teknologi sudah dilakukan dengan Lockheed Martin pembuat F16 dan pabrik pesawat Spanyol, CASA, yang sekarang tergabung dalam Airbus Defence and Space. Namun, Duta Besar Rusia untuk Indonesia Mikhail Galuzin juga menyatakan, Rusia bersedia melakukan transfer teknologi. SAAB dalam pameran Indo Defence 2014 lalu menyatakan bersedia melakukan produksi bersama dengan PT Dirgantara Indonesia.

Merujuk aspek teknis, hal ini tentu sangat kompleks, apalagi disesuaikan dengan ketersediaan radar Indonesia dan luasnya wilayah Indonesia. Hal itu tentu menjadi tugas TNI AU untuk mengkaji sesuai kebutuhan operasional. Sebagai ilustrasi, lepas dari teknologinya, jangkauan radar saja sangat bervariasi. Gripen JAS 39 dengan PS 05/A bisa mendeteksi pesawat lain pada jarak 120 kilometer, sementara F-16 dengan radar APG-80 dengan antena AESA bisa menjangkau jarak 140 km. E-Captor yang merupakan radar terbaru Typhoon, menurut aircraft.wikia.com, bisa mendeteksi target seluas 1 meter persegi pada jarak 185 km dan pesawat penumpang normal pada jarak 370 km. Sementara Sukhoi Su-35 dengan Irbis-E radar jangkauannya mencapai 400 km.

Negara tetangga
Yang juga harus dipertimbangkan tentu pesawat jet tempur yang dimiliki negara-negara tetangga dan senjata yang melengkapi. Dari daftar yang ada terlihat kekuatan pesawat jet tempur kita masih tertinggal jauh dari segi kuantitas dan kualitas teknologi. Dalam World Defence Almanac 2014, terlihat negara-negara tetangga Indonesia telah dilengkapi dengan pesawat-pesawat generasi ke-5.

Contoh Australia, jajaran pesawat jet tempurnya terdiri dari 33 pesawat Hawk 127, 55 pesawat F-18A, 16 pesawat F-18B, dan 24 pesawat F-18F Super Hornet. Tahun 2018, pesawat tempur F-35 yang dipesan Australia diharapkan sudah datang. Malaysia saat ini memiliki 10 pesawat MiG 29N/MiG 29NUB, 6 pesawat F-5E, 2 pesawat F-5F, 2 pesawat RF-5E, 8 pesawat F-18D, 14 pesawat Hawk 208, dan 18 pesawat Sukhoi 30MK.

Singapura, berdasarkan informasi dari berbagai sumber, diperkirakan memiliki 37 F-5 Tiger II, 24 pesawat F-15SG, dan 62 pesawat F-16 C/D blok 52 yang 14 di antaranya sedang dipakai latihan di AS. Tahun 2014, Singapura menambah F-15 SG menjadi 40 pesawat dan Februari 2015, Singapura menyatakan kemungkinan besar akan membeli pesawat F-35. Sementara Indonesia saat ini memiliki pesawat jet tempur yang terdiri dari 12 pesawat F-16 A/B blok 15, 5 pesawat F-16 C/D blok 25 yang di-upgrade menjadi 52, 16 pesawat Sukhoi Su-27/30 MKI, dan 9 pesawat F-5 E/F Tiger.

Terkait dengan kedaulatan udara, tentu bangsa Indonesia mengharapkan memiliki angkatan udara yang kuat dengan jet-jet tempur yang mumpuni. Namun, dalam perjalanan bangsa ini, pembelian alat utama sistem persenjataan dipersepsikan sarat dengan korupsi dan kepentingan elite tertentu. Semoga dugaan ini salah. (KOMPAS).

Bagikan Artikel :

  126 Responses to “Bisakah Kita Memanfaatkan Momentum Menjadi Negara Tangguh ?”

    • Begitu banyak potensi yg bisa dimanfaatkan & dikembangkan.Mantan kastafgab us colline powell pernah mengatakan itu bg.Tergantung kita bangsa Indonesia.Mau satu langkah utk maju ato maju terserah masing-masing individu.Kayaknya Pertamax aku ya? Sampe lupa.

    • lihat aja jangan bicara tentang kemajuan militer indonesia,.indonesia hanya User menunjukkan negara pemakai..baangga pakek barang rongsokkan embargo..

      • bisa ditebak indonesia milih yang murah penggoperasiannya,..karena utang yang membuat pilihan pesawat embargo itu,.. yang brani taruhan yuk rp100 ribu,.

        • Hutang itu ga semata-mata dilihat jumlahnya begitu saja bung, tapi diliat juga dari rasio hutang ke GDP, rasio hutang ke anggaran belanja, dsb.

          Hutang pemerintah Indonesia itu sekitar 25% dari GDP. Sebagai perbandingan, Malaysia itu hutangnya di atas 55% dari GDP. Thailand itu sekitar 44% dari GDP. Filipina itu sekitar 42%. Amerika, itu hutang pemerintahnya malah sudah di kisaran 80-an persen dari total GDP. Negara2 Eropa Barat seperti Inggris, Prancis, Jerman itu di kisaran 80 – 90 persen dari GDP. Jepang lebih parah lagi, udah nembus 200-an persen.

          Jadi dilihat disini rasio hutang kita masih aman. Sedangkan hutang swasta kita juga masih relatif rendah, masih di bawah 40%. Bandingkan dengan negara2 lain misalnya. Ini datanya: http://data.worldbank.org/indicator/FS.AST.PRVT.GD.ZS

        • Assalamualaikum wr.wb.
          tapi trendnya hutangnya naik
          selain itu produk dari Indonesia itu apa saja?
          sedangkan import ke Indonesia itu apa saja

          trend hutangnya jepang stabil kemudian naik ini mungkin di sebabkan pengeluaran lebih untuk self defensenya dalam menghadapi potensi anacamannya yaitu china

          sedangkan Indonesia pengeluarannya importnya untuk apa? yang saya tau import Indonesia lebih ke arah barang konsumsi berteknologi tinggi
          seperti mobil mewah handphone dan lain sebagainya
          selain itu Indonesia saat ini malah mau import produk pangan
          sedangkan pembayaran hutangnya bergantung pada SDA dari Indonesia sendiri kebijakan pengelolaan SDA sendiri katanya juga masih belum memihak/memberikan dampak positif pada kita.
          hal itu seperti menunjukkan bahwa Indonesia sangat tergantung pada negara lainnya, yang seharusnya Indonesia yang diperlukan negara lain dan itu mungkin berpengaruh sampai kebijakannya.

          mungkin konsep sederhana produk teknologi tinggi yaitu: SDA >>> produk lini >>> produk teknologi >>> konsumen
          Indonesia mengisi bagian SDA dan konsumen sedangkan negara produsen juga mengonsumsi barang olahannya sendiri, kan lucu.

          sederhananya misal anda punya pabrik, anda yang menyediakan semua sumber dayanya, terus anda punya karyawan (sekaligus konsumen) yang anda suruh mengelolah produk dan kemudian anda membayarnya.
          lantas keuntungan dari pabrik anda darimana? dari konsumen kan (misalnya konsumennya anda sendiri dan pekerja anda)

          pertanyaannya siapa yang untung yang punya pabrik atau pekerjanya.
          yang punya pabrik untungnya cuma dapat produk jadi
          sedangkan pekerjanya dapat bayaran dan produk jadi.

          seharusnya ketergantungan pada produk-produk berteknologi tinggi harus dikurangi dan diberlakukan konsep inovatif.
          serta kerja sama terhadap suatu negara khususnya dalam pengembangan teknologi harus lebih bervariatif sehingga diharapkan meminimalkan ketergantungan kita terhadap negara tertentu yang justru lebih banyak merugikan.

          btw peraturan di dunia juga tidak banyak yang memihak ke negara produsen SDA, jika di dunia ada hak kekayaan intelektual, maka seharusnya kan juga ada hak kekayaan bagi pemasok SDA.
          konsumenkan membeli barang dari produsen untuk membayar biaya produksi, keuntungan, dan kekayaan intelektualnya saja.
          sedangkan sebagai pemasok SDA cuma sebatas pembelian dari produsen ke konsumen dan itupun cuma sebatas harga barang, kan tidak ada pembayaran hak untuk proses perbaikan dari pengambilan SDA.
          coba kalau ada misalnya kalau beli mobil nantinya ada pembayaran hak kekayaan intelektual dan pembayaran hak atas pengambilan SDA, maka yang punya SDA pun ikut makmur.

          selama ini kan SDA dikeruk dan tidak ada proses rekontruksi dari pemasok SDA itu sendiri, ya mungkin pembebanan biaya dari suatu produk.

          kalau salah ya maaf ๐Ÿ˜€

    • Hah 500km? U gonna be kidding kid? Chiken

    • “optimal 500 km = berarti maksimal bisa lebih >500 km ya.” ?
      *selex ES-05 raven AESA radar itu rencananya akan digunakan pada gripen NG alias gripen E/F dan tipe lainnya. Gripen E/F yg pastinya belum akan operasi setelah 2018 (estimasi). yg ditest pada july 2014 itu pesawat demo. belum jelas apakah radar itu bisa diintegrasikan ke gripen C/D. anyways, tidak ada data dan info disebutkan range detection radar raven es-05 raven yg anda bilang itu 500 km, dan itu dapat mendeteksi pesawat/objek di udara pada RCS berapa? coba di cek lagi data dan info nya. salam hangat,

      • untuk mudahnya adalah jika dimensi radar raven itu 60% dibanding captor E dengan asumsi sistem algoritmanya sama dan bahan dari kualitas yang sama alangkah powerfulnya radar typhoon. bayangkan 60% = 500km kalau 100% bisa 800km. jika dibandingkan dengan captor e yang tidak sampai 500km untuk rcs 1m sq otomatis kemampuan raven kurang dari 300km. lagipula radar raven itu adalah salah satu kandidat radar fa-50 korea selain elm series.

        • “Selex ES has taken a different technology approach to development of its AESA using an antenna that tilts rather than one that is fixed.
          The ability to move the antenna considerably widens the radarโ€™s field of view. Saabโ€™s Raven radar uses technology similar to that of the Typhoon but has a smaller antenna compared with the Eurofighter jet.”

          Selex ES telah melakukan pendekatan teknologi yang berbeda untuk pengembangan AESA dengan menggunakan antena yang dapat bergerak/miring dibandingkan satu yang tetap.
          memiliki Kemampuan untuk menggerakkan antena agar jarak pandang radar lebih luas. radar raven memiliki teknologi yang sama dengan Typhoon namun memiliki antena yang lebih kecil dibandingkan dengan jet Eurofighter.

    • Anda terlalu text artikel, baca dimana? Aesa raven itu hampir sama persis dengan captor e punya typhoon, hanya ukurannya lebih kecil sekitar 60%..captor e saja tidak lebih dr 250km utk RCS 1m, bagaimana mungkin bisa 500km? Do u think u’re so funny?

      Lebih bagus beli Fa 50 kaya filipiin buat workshore, drpd gripen.

  1. cepat ambil SU35, Su 34, Su33 Maritime dan nanti SU 50 . TOT Rusia sudah tidak masalah. Tunggu apa lagi!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

    • Indonesia pasti Bisa. Kita kaya Gan.

      Tinggal Pemimpin-pemimpinnya saja yang BIsa Bner or Ga.

      Kita lihat nanti, n tunggu apa layak pemimpin kita disebut hebat.

      NKRI Harga mati. Merdeka.

    • Alokasi anggaran kan naik dari tahun sebelumnya. Pokoknya bulan depan harus ketok palu ambil SU-35. Tok…tok…tok!!! Baru setelahnya pada Bulan Juni nanti tawaran Obama ikut diambil. Daripada dihibahkan Obama ke jiran yang justru menambah ancaman ke kita. Lebih baik kita yang amankan dan boleh lihat reaksi mereka.

  2. wajib krna potensi itu ada.. mulai dari sdm dan SDA kita bnyk.. hnya butuh belajar biar mandiri

  3. Shukoi mas Bro……..kalau da TOT nya, kan mantep
    Shukoi SU-35 3 skuadron
    Plus S-400 nya, biar tetangga keta- ketir

  4. Semoga Jetnya cepet datang, amin..
    SU-35 wwajib…

  5. pasti bisa

  6. SUKHOI.

  7. SU 35 harus diambil untuk bisa menjaga udara indonesia yg begitu luas

    NKRI HARGA MATI!!!!!

  8. Tes newbie

  9. kata kunci “harus tersedia di tahun 2018” banyak sales yang pusing kepala. yang sanggup supply sesuai target hanya su-35, typhoon dan f-16v. gripen ng ??? 2023. karena swedia air force meminta upgrade gripen c/d mereka ke type e/f paling lambat 2020.

  10. Angkatan Laut di perkuat….. angkatan Udara dipertajam….. angkatan darat di percanggih…… di dukung sat-rad yang diperbesar jangkauannya dan pemukul rudal jarak tengah dan jauh yang modern…… disertai TOT

    tak lupa…. pembentukan/pembuatan bungker-bungker BBM… di minimal 8 titik secara merata diseluruh Nusantara…

    Insha Allaah… deterence nya Signifikan…..

  11. sangat memprihatinkan bhw Indonesia mempunyai skuadron pesawat tempur yg sangat minim, sementara itu para petinggi nya tampak tidak memperhatikan keadaan ini, dilain pihak Indonesia sdh terkepung oleh pangkalan militer asing yg dpt mengancam sewaktu waktu ……… mirrriiisss !!!

    • Yakin begitu bung kondisi aslinya?

      • Yakin begitu bung kondisi aslinya? Haha

        • Mari kita pakai analisa terbalik aja gimana….
          Aussie udah punya 90++ Hornet segala varian masih pesen 72 unit F-35 buat apa? Negara terpencil kayak aussie mana punya musuh kecuali dari tetangga utara. Kalo si tetangga utara memang lemah kenapa aussie sibuk belanja?
          Hal yang sama juga berlaku untuk si upil yang pespurnya canggih2 dan jumlahnya banyak. kenapa masih harus beli beli F-35? Lautnya nggak lebih besar dari teluk Jakarta kenapa harus beli kasel baru dari jerman?
          Yang terakhir nih, kenapa amerika nggak jadiin insiden Bawean jadi ritual tahunan? Kan kasel jadul kita tetap 2 + sukhoi cuma 16 ( 4 mangkrak ). Yang paling penting, amerika tidak pernah mengakui lautan dalam kita sebagai kedaulatan Indonesia dan tetap menganggap sebagai laut internasional. jadi harusnya insiden Bawean bisa jadi ritual tahunan bahkan bulanan dong.

          • logis bung, spt-nya asu hrs mengapgred f22nya, krn tdk siluman lg melainkan sikuman, gmn mo lawan pakfa dia, hi..hi..hi..

          • Untuk apa /apa untungnya bagi Amerika memprovokasi Indonesia.malah kita sedang dirangkul untukl jadi teman.Masak Amerika nggak lewat bawean lagi karena ks jadul.Nggak ada kepentingan Amerika memprovokasi kita bung. Malah mereka akan rugi,bila ganggu Indonesia, bukan karena takut.

          • Itu kondisi 2-3 tahun belakangan ini bung Komerat, amerika butuh kita buat lawan China di LCS. Buktinya F-16 hibah dan Apache seri terbaru boleh dibeli. Insiden Bawean itu terjadi di 2003. Lalu apa yang membuat mereka tidak menjadikan insiden Bawean jadi ritual tahunan setidaknya sampai 2010 atau 2011 kemarin?

  12. kalau memang su 35 yang paling murah dari pesawat yang lain seperti Typhon, Gripen, f 16 blok 60, kenapa kita g’ ngambil Su-35. biar biaya operasionalnya mahal su-35 dapat memberika efek deteren..

  13. Momentum pas dollar masih 13000 nanti klo sudah 15000 semua bisa kandas semua, proyek pembangunan KS jg bisa kandas, pembuatan IFX kandas..ayooo buruan nimbun alutsista sebelum dolar naik lagi

    • Jangan terlalu pusing sama dollar,karena rupiah secara alami sedang mencari posisi yang pas.

    • Mikirnya dollar lg, ini sran ya, RI khan transaksinya sma Rusia, knapa byar pake dollar…pake rubel aja…khan rubel sma rupiah lg trpuruk…sma2 untung donk…kita butuh Su 35, Rusia butuh rubel stabil…

    • biar ga mikir $, gmna klo pabriknya pindahin ke sini, jadi nanti harga jualnya pakai rupiah ga $ lg

    • belanja alutsista termasuk program 5 tahun menggunakan budget multiyear…banyak profesional di depkeu dan/atau dephan….untuk fluktuasi forex mereka pasti telah melakukan currency hedging di future market via swaps/options atau instrumental finance yg lain….jadi dollar mau 17000 juga gak berpengaruh jika harganya sudah di kunci sebelumnya…

  14. ToT Irbis-E dkasih g ya :mrgreen: yg mana saja deh asal jgn f-16, dan minimal 3 ska cucok buat kogabwilhan :mrgreen:
    su-35 3 ska diterusin pakfa 4 ska
    su-34 2 ska diterusin pakda 2 ska
    a-50 6 biji
    wkwk ngayal dikit gapapalah hehe

  15. Ga usah tkut rupiah tembus 13000 per dolar atw lbih sebab su-35 di beli ga pake dolar tp pakai rubbel lw ga kasih kemudahan rusia buat berinvestasi di indonesia..soal TOT beli aj typhon atw gripen utk membuat satu skadron tempur lg..soal dananya lw pemerintah ga ada, rakyat mau kok patungan goceng2…MAJULAH NEGERIKU…

  16. cepetan bungkus apa aja deh yg penting baru smua.udah gk sabar

  17. Sama2 keluar duit banyak, ambil yang bisa bikin lawan ketakutan bikin kawan segan. gitu aja koq repot. xixixixi.

  18. semoga SU 35 , amiiin

  19. mf mas Broo smua,,negeri ini jk bs smakin kuat itu dambaan smua rakyat, tp kalo harus rakyat terus yg ditekan akan mmbuat rakyat antipati dgn pmerintah,,tlg lah pmerintah prtimbangkan klo mau mningkatkan pndapatan dr pajak jgn dr sektor yg brkaitan dgn hajat rakyat banyak,,kliatan bnget pmerintah uber setoran,,razia dimana2 tp birokrasi perpanjangan Sim dipersulit,,Bbm, gas, listrik smua naik,,sory klo oot cma unek2 wong ndeso

  20. Ini hanya penggiringan opini z,
    supaya tdk kaget.

  21. Bagaimana pilihannya kalau kita setup perisai udara, tak perlu beli pesawat tempur banyak, cukup pasang rudal dari sabang sampai merauke

  22. tunggu rupiah stabil eee, malah jatuh

  23. Beli pespur yang tingkat deterentnya tinggi + tot harga, terjangkau maka musuh akan berpikir ulang untuk mengusik negara kita jangan cari pespur rendahan kasihan rakyat mubajir ( musuh masih berani usik ) ingat juga faktor politik cari negara yang hampir tidak pernah bersinggungan dengan Indonesia, ingat kita pernah mengalami embargo bravo

  24. jangan lama2 langsung beli…tentukan pilihan

  25. Penerawangan saya tetep SU35

    nunggu dollar jinak

    Cuek2 tapi butuh
    Biar salesnya makin brutal

    Targetnya:

    1. SU35

    2. Pura pura Naksir Typon,gripon,palcon

    3. Supaya sales Sukro makin panik, trus jadi jinak

    4.Momentum pas
    Rusia butuh duit

    5.sayang dolar galak, sabar

    6.Percaya TNI makin pintar

    Sumber penerawangan:

    Matahari,
    Bulan
    dan
    Kupukupu

    Silahkan di icip2

  26. Sekarang ini sebenarnya adalah momentum yang baik untuk meningkatkan ketahanan dan pertahanan nasional. Barat sedang mendekat ,begitu juga Rusia,China. Manfaatkan sebesar besarnya untuk kemajuan ekonomi dan pertahanana. Untuk pertahanan kita harus bisa produksi sendiri senjata dan amunisi. Bikn kapal perang sudah ,kapal selam,pespur sudah jalan.Tinggal lagi Tot bikin rudal,nah ini yang harus di cari.Sebagus apapun pesawat tempur,kapal tempur takkan ada artinya bila tehnologi rudal belum di kuasai.Bila ada perang dan kita kena embagro,seluruh senjata tak ada guna bila tak ada amunisi seperti rudal.Jadi kemampuan bikin rudal sendiri adalah vital. Iran ,korut bisa kuat karena mereka punya kemampuan bikin rudal walau pespurnya ketinggalan jaman.

  27. Sangat Bisa sekali.

    Dengan melihat kondisi regional dan potensi ancaman perang di masa depan, SU-35 sebagai pesawat tempur pemukul kelas berat TNI AU tentunya sekarang ini sudah menjadi kebutuhan pokok yang harus dipenuhi.

    sedangkan Gripen NG sebagai pesawat tempur lapis 2, yang ditawarkan oleh SAAB dengan janji ToT 100% sangat mungkin untuk di perhatikan karena SAAB adalah produsen alat tempur untuk semua matra dan semua produknya bisa saling terintegrasi.

    Hanya saja Gripen NG mempunyai kelemahan yaitu posisinya yang cukup setara dengan F-16 hibah Amerika yang jika sudah datang semua, jumlahnya sudah terlanjur cukup banyak. selain itu, posisinya akan berbenturan dengan projek KFX/IFX. Sangat tidak mungkin Indonesia memelihara 3 jenis pesawat tempur di level yang sama. SANGAT BOROS dan TIDAK EFISIEN.

    keunggulan Gripen NG dibandingkan F-16 adalah pesawat tempur Gripen NG dijanjikan bisa ToT 100 %, itu artinya bisa dirakit di dalam negeri, semoga akhirnya nanti bisa diproduksi secara mandiri di Indonesia. Pindad dulu juga cuma merakit FNC rifle sekarang sudah bisa memproduksi aneka senapan kualitas dunia. kalau melihat kerjasama Brasil-Swedia, sepertinya brasil sukses merakit itu pesawat. sedangkan jika indonesia tetap tergantung pada F-16, selain rawan embargo juga sampai kapanpun sepertinya Amerika tidak akan pernah mengijinkan Indonesia merakit F-16.

    Keunggulan Gripen NG dibandingkan pesawat KFX/IFX adalah Pesawat tempur Gripen NG sudah ada pesawatnya, sudah operasional dan terbukti menjadi pesawat tempur pertahanan swedia, walaupun untuk wilayah Indonesia sebenarnya daya jelajahnya kurang luas, tetapi sebagai pesawat tempur lapis 2 yang dirakit di Indonesia, kemampuan Gripen tetap sangat bisa diandalkan. toh sudah ada SU-35 sebagai pesawat tempur garis depan yang berfungsi sebagai pemukul kelas berat.

    Sedangkan pesawat projek KFX/IFX ??? bagaimana ya ??? karena korea selatan saja masih mengandalkan dan masih mengupgrade F-16 dan F-18 Hornet dan mereka juga akhirnya memesan F-35 dalam jumlah yang tidak sedikit. belum lagi ancaman perang dari korea utara dan juga ancaman krisis ekonomi dunia, bisa saja kerjasama KFX/IFX terhenti di tengah jalan. mungkin perlu diketahui bahwa KFX itu sebenarnya bagi korea selatan adalah program pesawat penganti F-4 Phantom korsel.

    kerjasasama pesawat tempur KFX/IFX berbeda kontek dengan kerjasama kapal selam Changbogo, kalau pesawat tempur KFX/IFX itu pesawatnya masih belum ada, sedangkan kapal selam changbogo itu kapal selamnya sudah ada dan sudah operasional. supaya tidak merugi, mungkin sebaiknya dibuat rencana cadangan, yaitu kerjasama perakitan / produksi pesawat serang ringan buatan korea selatan FA-50 Golden eagle. di coba saja, jika korea selatan bersedia berbagi teknologi FA-50 golden eagle, maka korea selatan adalah sahabat yang tulus dan pesawat tempur KFX/IFX masih sangat bisa dilanjutkan tetapi jika korea selatan tidak bersedia berbagi teknologi FA-50, sudahlah,,, Jangan berharap dengan pesawat KFX/IFX, fokus saja sama Gripen NG

    • sangat setuju bung ulasan anda..smoga pemerintah cepat mengambil keputusan

    • kalau mesin produksi diangkut ke ptdi ya bagus juga kita order f-16 buat pelengkap sukhoi series. pertanyaannya apakah mungkin ???

    • “Keunggulan Gripen NG dibandingkan pesawat KFX/IFX adalah Pesawat tempur Gripen NG sudah ada pesawatnya, sudah operasional dan terbukti menjadi pesawat tempur pertahanan swedia”.

      ini adalah pernyataan yang menyesatkan. yang operasional itu baru gripen c/d. bahkan au swedia sendiri ngotot ke pemerintah mereka agar secepatnya upgrade ke seri gripen e/f. agar bisa berkompetisi dengan negara sekitar.

      • hehe kacau ya kalau modal copypaste. info dan data jadi kacau kalau tidak dibaca dan dipahami dulu. tapi ya tidak apa-apa toh tugasnya kawan-kawan juga disini untuk bisa mencerdaskan dan mengoreksi kekeliruan.

        • sekedar tahu saja, swedia tidak akan sanggup menghadapi tekanan politik dari us dan uk. karena mayoritas engine, avionic, radar dan electronics equipmentnya berasal dari kedua negara tersebut. bahkan rudal kebanggaan gripen, meteor pun adalah buatan aliansi perusahaan bae, airbus dan finmeccanica. lagi2 bae system aka uk company. bayangkan dari pendekatan politik saja sudah terseok-seok. lain halnya jika memilih eurocanard yang lain. misal rafale ataupun typhoon. jika typhoon terpilih otomatis dukungan pemerintah dan perusahaan aliansi jerman, spanyol, italia dan uk sendiri akan lebih besar ke pemerintahan uk. jika penjualan typhoon dihambat oleh uk, potensi perusahaan aliansi itu bubar akan semakin besar.

          • Kalau typhoon terlalu besar resikonya, mengingat Inggris sangat rewel untuk urusan HAM, ingat pesawat Hawk dan tank jadul si scorpion yang dilarang dipakai di Aceh. Disitu, terkadang saya merasa sedih.

            Konsorsium eropa juga belum pernah bekerjasama dengan negara non eropa untuk kerjasama merakit Typhoon. Terlalu tinggi resikonya.

            walaupun sama-sama berisiko embargo, menurutku daripada typhoon, masih lebih baik F-16, karena ada banyak pengguna, Turki, israel, korea selatan, jepang dan kanada bisa memproduksi spare part fast movingnya. lagi pula kalau datang semua, kita sudah punya 2 skadron F-16 full cadangan.

            Kalau Gripen Brasil sukses, kita bisa meniru Brasil, dengan politik bebas aktive, semestinya kita bisa netral untuk semua konflik internasional, lagi pula, untuk apa kita ikut-ikutan memihak kalau masalah sendiri saja, kita masih kedodoran.
            sebetulnya untuk pesawat tempur lapis 2, produk manapun baik asalkan bisa dirakit dan di produksi di dalam negeri tentunya dengan melihat efisiensi dan dengan resiko terkecil.

          • jika typhoon anda bilang “riskan” apalagi gripen otomatis “riskan kuadrat” karena seperti yang saya tulis di atas mulai dari radar, avionics dan electronics equipment buatan bae group. terus kalau selex-es dilarang kasih radar ke gripen bikinan indonesia swedia bisa apa ? terus diikuti amerika karena lobi inggris tidak memberi ijin penggunaan engine f-series dan turunannya saab bisa apa ? jika typhoon, bae tidak bisa mengirim avionic dan radar otomatis thales bisa bantu selain internal perusahaan jerman.

          • ya itu memang benar.

            Untuk Embargo, sebetulnya kedua pesawat itu keduanya berisiko.

            tetapi konsorsium eropa belum punya pengalaman bekerjasama dengan negara non eropa untuk merakit typhoon. ada berita, Jerman, entah dengan alasan apa, membatalkan pembelian Typhoon.

            Jika Brasil sukses memproduksi Gripen (sepertinya prosesnya berjalan bagus), itu bisa menunjukan bahwa swedia punya pengalaman. Indonesia bisa meniru langkah Brasil.

          • jangan salah bung mm, di kala brasil punya line produksi gripen ng – kitapun punya line produksi ifx juga dikisaran tahun 2023 ke atas. dengan asumsi semuanya berjalan sesuai yang diharapkan. bahkan ptdi akan mempunyai kemampuan setara saab, boeing atau lm karena punya kemampuan untuk rancang bangun pespur dari “Zero”. selanjutnya tinggal tim logistic yang tangguh untuk menyiapkan sourcing vendor sesuai dengan spec yang kita inginkan. persiapannya ya sekarang ini contoh : network system dan mission system bisa disupply saab, thales, bae, rostec, cassidian group lm dan drdo india. untuk sementara kelihatannya saab yang paling gencar. tetapi saya yakin thales, lm dan drdo tidak akan membiarkan saab berjalan sendirian. aset aew & c adalah salah satu clue untuk masa depan pespur indonesia. jika tni au tetap ngotot harus punya sukhoi series otomatis pilihannya akan jatuh ke thales group atau drdo india. karena alasan terbesar pemilihan tersebut adalah : kemungkinan besar rusia “Tidak Mau Bekerja Sama Dengan Swedia”. coding su series kemungkinan besar hanya akan diberikan kepada dua group tersebut (imho).

          • Posisi gripen NG yang satu kelas dengan F-16 dan pesawat KFX-IFX adalah salah satu kelemahan dari Gripen untuk masuk ke Indonesia. penjelasannya ada di koment no, 36 alinea 3.

            Pandangan saya untuk KFX/IFX ada di koment no. 36 alenia 6 dan 7.

        • tidak disebutkan dengan jelas dalam link diatas tersebut mengenai gripen NG operasional dan terbukti. namun NG konsep sudah di test dan didemonstrasi sesuai dengan konsep.

          berikut referensi lainnya,

          โ€œThe contract with COMAER for Gripen NG and the associated Industrial Co-operation contract will come into effect once certain conditions have been fulfilled. These include, among others, the necessary export control-related authorisations. All of these conditions are expected to be fulfilled during the first half of 2015. Gripen NG deliveries to the Brazilian Air Force will be undertaken from 2019 to 2024.โ€

          โ€œAll of these conditions are expected to be fulfilled during the first half of 2015. Gripen NG deliveries to the Brazilian Air Force will be undertaken from 2019 to 2024.โ€

          *Semua kondisi ini diharapkan akan terpenuhi dalam pertengahan tahun pertama 2015. Pengiriman gripen NG kepada AU brazil akan dilakukan pada tahun 2019 s/d 2024.

          Source Link : http://www.saabgroup.com/en/About-Saab/Newsroom/Press-releases–News/2014—10/Saab-and-Brazil-sign-contract-for-Gripen-NG/#.VP_sfXyUe50

          • Hahahaha…

            Brasil adalah salah satu produsen senjata yang cukup berhasil. Jika mereka membuat kontrak perakitan Gripen NG, tentunya mereka akan memeriksa dengan lebih teliti.

            saya bukan orang brasil, tetapi dengan melihat teknologi senjata brasil, tentunya orang brasil itu sudah membuat pertimbangan yang menurut mereka bagus, untuk memilih Gripen NG swedia.

    • karena mimpi Indonesia menjadi Tangguh, akhirnya hanya bisa berhayal :

      1. Skadron pesawat tempur Serbu kelas berat : SU-35 sebagai combat multirole dan bomber Su-34
      2. Skadron pesawat tempur pertahanan udara : Gripen NG –> produksi dalam negeri
      3. Skadron pesawat tempur serang ringan/latih : FA-50 –> produksi dalam negeri
      4. Skdron pesawat tempur turboprof anti gerilya / patroli perbatasan / anti ilegal fishing : Tucano –> produksi dalam negeri.

      Dilarang protes… Kalau cuma sekedar berkhayal saja dilarang, berarti Sungguh Terlalu… HAHAHHA

      • Saya reply comment anda disini ya..
        konotasi “cukup berhasil” adalah relative bagi saya. However, bagi brasil pertimbangan untuk memilih gripen salah satunya harga yg terjangkau (bagi brazil), biaya operasional terjangkau. kesempatan besar bagi industri pertahanan dan pesawat dibrazil untuk dapat berkembang, salah satu isi kontrak adalah brazil mendapatkan hak eksklusif untuk memasarkan gripen di amerika selatan, disatu sisi yg sama brazil mendapatkan offset ToT untuk pengembangan, produksi gripen di negaranya (industrial offset). jika anda mengatakan brazil sudah sangat teliti dan teliti memilih, maka brazil seharusnya pun sudah memikirkan resiko embargo. as we all knows, mesin yg dipakai gripen E/F (NG) F414G made by GE amerika dan radar aesa raven made by Selex ES inggris. tapi selama negosiasi alot selama 33 bulan more and less, dengan adanya perjanjian isi kontrak dan offsets tsb lah yg membuat brazil menjatuhkan pilihan ke gripen dibanding kompetitor lain yaitu rafale dan F-18. untuk memastikan apakah pilihan brazil tepat atau tidak kita tunggu saja progress kerjasama mereka nanti. Ha ha ha

        • brasil sebenarnya lebih memilih super hornet versi advance karena terbukti bisa menggunakan kapal induk sebagai landasannya. hanya us melakukan blunder dengan ketahuan menyadap ibu presidennya. makanya tanpa pikir panjang langsung menjatuhkan pilihan ke gripen.

          • Kalau itu dijadikan alasan utama dan tanpa pikir panjang langsung jatuhkan pilihan ke gripen (tanpa pertimbangkan offsets kerjasama yg saya katakan diatas) bisa dikatakan brazil berpotensi blunder juga dong ya. I’m a little bit confused for your statement actually, whats your point anyway?

          • Assalamualaikum wr.wb.
            wkwkwkwkwkk namanya juga berhasil bung aluguro :mrgreen:
            berhasil salesnya :mrgreen:
            iya kemarin sudah dibahas bahwa gripen ini penguasaan teknologinya cuma fuselage sedangkan isiannya banyak dari ameriko termasuk missilenya aim sidewinder
            sedangkan untuk transfer teknologi juga diperlukan kemampuan personel dan teknologi pendukung dari negara target yang mau ditransferkan
            misalnya kemarin PT PAL mau TOT changbogo saja docknya masih belum memadai
            kalau salah ya maaf ๐Ÿ˜€

    • Bung Alugoro, Bung T5x dan Bung PA

      http://www.saabgroup.com/en/About-Saab/Newsroom/Press-releases–News/2014—10/Saab-and-Brazil-sign-contract-for-Gripen-NG/#.VP_58eEYMmQ

      Itu link dari web resmi Saabgroup, di situ disebutkan bahwa pesawat yang dirakit di Brasil adalah Type Gripen NG.

      Jika Brasil mampu merakit itu pesawat, tentunya Indonesia juga cukup mampu melakukan hal yang sama.

      • setuju sekali.

      • The contract with COMAER for Gripen NG and the associated Industrial Co-operation contract will come into effect once certain conditions have been fulfilled. These include, among others, the necessary export control-related authorisations. All of these conditions are expected to be fulfilled during the first half of 2015. Gripen NG deliveries to the Brazilian Air Force will be undertaken from 2019 to 2024.โ€

        โ€œAll of these conditions are expected to be fulfilled during the first half of 2015. Gripen NG deliveries to the Brazilian Air Force will be undertaken from 2019 to 2024.โ€

        *Semua kondisi ini diharapkan akan terpenuhi dalam pertengahan tahun pertama 2015. Pengiriman gripen NG kepada AU brazil akan dilakukan pada tahun 2019 s/d 2024.

        • kalau mengikuti pemberitaan dan banyaknya pilot senior Brasil yang dilatih di Swedia, sepertinya kerjasama mereka berjalan positip.

          Pengiriman Gripen NG dilakukan tahun 2019-2024 itu sangat wajar. karena tetangga saya bikin pabrik + gudang pengolahan bijih plastik ( daur ulang plastik bekas ) itu butuh waktu 9 bulan baru bisa start produksi. Apalagi itu pesawat tempur. membangun sarana perakitannya tentunya lebih ribet belum lagi fasilitas ujicobanya.. walllahhh. pabrik peluru pindad di turen malang, itu sampai segitunya padahal itu cuma buat peluru lhoo

    • Referensi lain mengenai ToT 100% saab. Silahkan dibaca.
      http://theovasili.blogspot.com/2015/02/saab-no-way.html?m=1

  28. yup kondisi sebenarnya seperti yang bung GTL infokan.

  29. lelang belum di buka untuk alutsista khusus yg tidak bisa/blm bisa di produksi di dalam negri.. banyak pihak yg terkait dalam pengadaan ini kementrian pertahanan, LKPP, user TNI AU, Ristek, Industri Nasional (BUMN) terkait, Bank sebagai penjamin dll.. arah kebijakan panglima TNI dalam mendukung visi pemerintah….dan yg menentukan pada pembelian alutsista khusus ini adalah kebijakan politik luar negri bukan pada jenis senjatanya… makanya jawaban dari petinggi TNI maupun instansi terkait masih samar… menyebutkan jenis senjata tapi blm di putuskan karna pada akhirnya keputusan politik tertinggilah yg akan menentukannya ๐Ÿ™‚ semoga negri kita mendapatkan yg terbaik dan mengakomodir semua pihak. btw artikelny sama ya sama di Garudamiliter Blogspot.com cuma beda judul siapa ngopy siapa ini?? salam kenal semuanya ๐Ÿ™‚

  30. Hahaha….
    Mungkin Duta besar Spanyol sudah lama mempelajari karakter sebagian besar orang Indonesia ( tidak semua lhoo), yaitu sangat bangga dengan pembelian pertama tetapi kurang berkemauan untuk merawat.

    Ahhh.. Jadi ingat kasus kecelakaan helikopter MI-17 penerbad di tarakan yang biasanya dipakai angkut logistik untuk pos TNI di perbatasan. ya namanya saja mesin, tetap saja ada batas umur dan batas angkutnya. http://jakartagreater.com/helikopter-mi-17-tni-ad-jatuh-di-kalimantan-utara/

    Militer Amerika yang bertugas di Afganistan saja mengakui bahwa si sapi terbang ( MI-17 ) adalah helikopter angkut yang sangat bisa diandalkan di segala cuaca terutama karena iklim Afganistan yang ekstrim ( panas, bergurun. bergunung tandus dan juga sekaligus bersalju )

  31. kok lama banget, slogan lebih cepat lebih baik kayaknya gak berlaku buat satu ini..berita/artikel tentang penganti F-5 udah banyak diberitakan(kalo dijejer mngki berita/artikelnya mngkin lebih 2 skuadron) tapi gak ada 1 pun berita tentang kepastian apa yg akan jadi penggantinya
    mo SU-35, mo Typhoon, Mo Gripen ato F-16 hibah sekalipun terserah yg penting dapat kepastian lha dananya udah ada tinggal tunggu apalagi ato masih kurang “DANA” silumannya

  32. yang dibutuhkan RI itu rudal nuklir bukan senjata ecek2….
    kalo sudah pasang rudal nuklir maka tetangga yang songong hanya akan diam terpaku…
    kalo belom pasang..sampai kapanpun akan jadi korban bully para jiran songong…
    mikir…

    • Kita yang kebingungan kalau pasang nuklir, pipa gas pertamina aja masih sering bocor apalagi reaktor nuklir……??? Kita yang hancur

      • gak bung, gak bakalan bocor pipa-pipa kalu kita bikin nuklir
        selama ini sudah puluhan tahun, pusat2 penelitian nuklir kita aman-aman saja..
        Nuklir sangat strategis yang harus kita miliki

  33. Menurut mbah, semuanya diambil aja: Sukhoi, Gripen, Typhoon,… skuadron f5 kan banyak, untuk pengganti hawk juga ada….

  34. Dolar 13300…..hhmm…gk usah takut, beli Sukhoi pake barter barang ja..kayak dulu….atau sinkronkan rupiah sama rubel sekalian yuan ,biar prdagangan di indonesia gk terus2an pake dolar amerika

  35. Betul banget itu bung gedhe, ganti mesin istilah kerennya engine exchange, penurunan mesin itu pasti. Mungkin 30 thn itu cuma di cranking doang

  36. Mungkin om gedhe ounya license a1a4 atau ame license nih.hehe

  37. Assalamualaikum wr.wb.
    ini mungkin aplikasinya seperti korosi
    seperti kapal yang bisa berkarat terkena air laut
    atau batu yang terus menerus terkena percikan air yang pada akhirnya jadi lobang
    mungkin mesinnya di buat dari campuran yang anti karat namun mesinnya juga tidak bisa terus-terusan menahan titik didih dari pembakaran mesin jet itu sendiri
    karena ini logam yang mempertahankan bentuk kerasnya dilawankan sama udara yang mempunyai tekanan tinggi, pasti penyok ๐Ÿ˜€
    kalau salah ya maaf ๐Ÿ˜€

  38. Pak menhan, Ingat kata pak jokowi, kerja … kerja … kerja …. Kerja nyata yg menhasilkan suatu keputusan yg tepat pak. Capek ngeliat sandiwara politik yg di pertontonkan di TV

  39. bentar, lg mau blusukan dulu, itu baru direncanakan jgn ribut

  40. sukhoi pesawat bagus yang mematikan bung, istilahnya beautifully deadly fighter, yang salah adalah pesawat2 dari Barat kasih harga kemahalan…itu dia kesalahan mereka bung

  41. kesalahan mereka satunya lagi adalah, singapura banyak beli pesawat jadi mereka pikir pesawat mereka laku, makanya mereka makin naikin harga jualnya. itulah kesalahan mereka…dan kesalahan singapura juga yang merusak harga pasaran pesawat tempur dunia.

  42. nah, orang2 singapura juga suka yang murah-murah, makanya mereka pada pergi ke batam. Mereka suka cari barang2 yang murah di sana….

    nah itulah kesalahan singapura lagi, merusak mekanisme harga jual di sana.

    kalau dihitung-hitung, banyak sekali kesalahan yang dibuat oleh singapura…

  43. https://mobile.twitter.com/gripennews/status/571185659458801664

    Tgl 23 februari 2015, delegasi TNI AU mengunjungi markas wing 7 Royal Thai Air Force, dimana di wing 7 adalah base nya gripen rtaf..

    Mungkin Bung Diego bisa munculkan fotonya..

    Tikungan terakhir kah? Hehe

    • Kelihatannya baru meninjau saja. Namun mungkin bung Kunto benar 32 gripen E akan dibeli. Sukhoi family juga akan dilengkapi jadi 8 skuadron itu kata RBTH. Dan juga akan ada pemindahan (mungkin hibah) 48 f16 dari Hill AFB Utah ke Indonesia, itu clue bung Yayan. Juga hibah mesin refurbish. Jadi 7 skuadron eksisting (hawk+f16+t50i+suptuc+su 27+su 30) + 2 sku gripen+ 7 sku sukhoi tambahan + 3 sku f16 dari Hill = 19 sku pesawat tempur. Lumayan kan ? Namun itu utk th 2024. Hehehe….

  44. Are you animal ? TLK

  45. ha ha si raja singa lucu, justru singapur yang bakal susah kalau indonesia memutuskan hubungan, indonesia punya tanah yang subur dan laut yang luas ga mungkin mati, indonesia ga mudah dihancurkan tanpa bantuan dari dalam.

  46. SU35 SU35 SU35 SU35 SU35 SU35 SU35 SU35 .. bungkus2.. 2 Skuadron..

  47. tak makan tak hidop…?
    the lion king tak pernah makankah?

  48. Kalau the lion king tak mau makan dan mati mau dikubur di mana?
    Kiranya nama besar the lion king harus numpang dikubur di negeri orang (eits, jangan DI SINI) atau mau dikubur dipojok apartement biar diinjak-injak atau dihentak-hentak bumi?

  49. Pokok e SU 35 titik !!!!!

  50. Sebagai sesama penikmat berita sebaiknya kita protes dengan kata2 yg sopan, ton anda, sya dan sebagian besar disini bukan pemegang informasi A1 yg hanya diketahui oleh sedikit pemangku jabatan, bukan begitu bung@freddy……

  51. Sabar mas..kenapa sih harus dgn kata2 MISUH… ayolah kita jadikan forum i ni berisi opini2 yang positif…kita ini warga NKRI… menjunjung tinggi nilai2 kesopanan Dalam memberi pendapat… salam.

  52. Harga 1 buah SU 35 = US$ 500 juta (kira-kira RP 650 milyar, 1 US$ = Rp13.000,-)
    Rp 12.5 Trilyun bisa untuk membeli sekitar 19 buah SU35 (Lebih dari 1 skuadron).
    Jadi Dana APBD untuk pembelian UPS sebesar Rp 12,5 trilyun bisa membeli 19 buah SU35.
    DKI ada 5 Wilayah jadi setiap bisa diberi jatah 4 buah SU35 setiap wilayah jika dana UPS diganti untuk membeli SU35. Dengan demikian, DKI Jakarta bisa jadi tempat yang sangat gahar…wakakak…..dijaga oleh 19 SU35…..Kacian deh….para punggawa kita…..

  53. ijin nimbrung bung @admin…..

    saat ini menurut saya yang diutamakan menjaga wilayah perbatasan dengan armada yang ada dahulu, baru berangan-angan dengan armada tempur yang baru…..
    jika F 16 hibah sudah datang semua + cadangan + yang ada sekarang jumlahnya sudah 40 unit….
    kalau di Pekanbaru nantinya 1 skuadron (16 unit) maka ada sisa 24 unit, sisa itu bisa dibagi menjadi 6 flight tempur ( 1 flight ada 4 unit ), nah untuk itulah harusnya 6 flight tersebut disiagakan di 5 skuadron :
    – 1 flight di Natuna untuk patroli Laut Cina Selatan ( 2018 bisa disandingan dengan Apache TNI-AD )
    – 1 flight di Balikpapan untuk patroli wilayah utara
    – 1 flight di Biak untuk antisipasi pespur AS yang di GUAM
    – 1 flight di Kupang untuk patroli perbatasan Australia
    – 2 flight di Madiun ( pangkalan utama )

    untuk Hawk tetap di Pekan baru dan Pontianak, sedangkan F 5 bisa digeser ke Jayapura….

    apapun natinya pengganti F 5 ( penginnya SU 35 sih ) ditempatkan di skuadron tempur utama ( iswahyudi madiun )…. dengan penempatan flight-flight tempur tersebut untuk patroli bisa menekan pengeluaran biaya patroli Sukhoi family

    kalau pengganti F5 sudah datang, baru kita boleh berandai2 pengganti Hawk dilanjutkan pengganti F 16

    mohon maaf jika tidak ada yang berkenan, maklum orang awam….
    brawo TNI……jayalah Indonesia

 Leave a Reply