Apr 052019
 

Jet tempur F/A-18 Super Hornet Blok 3 mutakhir © Aaron Foster via Boeing

JakartaGreater.com – Perusahaan Boeing telah mendapatkan kontrak tiga tahun untuk 78 pesawat tempur F-18E/F Super Hornet Blok III, dengan total nilai kontrak sekitar US$ 4 miliar.

“Boeing akan mulai mengubah Super Hornets Blok II yang ada menjadi Blok III pada awal dekade berikutnya,” rilis perusahaan Boeing. “Masa operasional pesawat tempur juga akan diperpanjang dari 6.000 jam menjadi 10.000 jam.”

Perusahaan mengatakan bahwa kontrak multi-year akan menghemat minimal US$ 395 juta, karena memungkinkan untuk penjadwalan produksi di masa depan.

“Kontrak multi-year ini akan memberikan penghematan yang signifikan bagi pembayar pajak dan Angkatan Laut AS sambil menilai kapasitas yang dibutuhkan untuk membantu meningkatkan kesiapan,” kata Dan Gillian, wakil presiden program F / A-18 dan EA-18G.

Gillian menilai kontrak Multi-Year akan membantu Angkatan laut AS mencari pemasok dengan jaminan produksi selama tiga tahun, daripada bernegosiasi terus selama bertahun ke tahun ke depan, seperti ditulis oleh Flight Global.

Paket peningkatan ke standar Blok III terdiri dari serangkaian upgrade pada struktural dan sensor, upgrade tersebut memungkinkan armada Super Hornet untuk bertukar data sensor dengan pesawat intai E-2D Advanced Hawkeye.

Selain itu juga ditambahkan sistem penjejak infrared search and track (IRST) generasi kedua, yang memungkinkan Super Hornet untuk mendeteksi dan melacak pesawat musuh tanpa memberikan posisinya.

Paket Blok III juga menambahkan sistem radio Tactical Targeting Network Technology (TTNT) Rockwell Collins dan prosesor canggih yang memungkinkan beberapa Super Hornet untuk berbagi data sensor IRST, memberikan Super Hornet informasi yang cukup untuk mengunci pesawat musuh secara diam-diam.

Penambahan tangki bahan bakar konformal akan meningkatkan jangkauan pesawat, dan Blok III juga akan memiliki penampang radar yang diperkecil (radar cross section – RCS).

Bagikan:
 Posted by on April 5, 2019