Dec 192018
 

Pesawat angkut militer KC-390 buatan Embraer, Brasil 漏 Marcos Correa/PR via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Embraer dan Boeing telah menyetujui persyaratan kemitraan strategis yang akan memposisikan kedua perusahaan itu untuk mempercepat pertumbuhan di pasar dirgantara global, seperti dilansir dari laman Defense News pada hari Senin.

Persyaratan yang disetujui mendefinisikan usaha patungan (join ventura) yang terdiri dari pesawat komersial dan militer Embraer, di mana Boeing nanti akan memegang 80 persen kepemilikan saham dan Embraer 20 persen sisanya.

Transaksi tetap tunduk pada persetujuan dari Pemerintah Brasil, setelah itu Embraer dan Boeing berniat untuk mengeksekusi dokumen transaksi definitif. Penutupan transaksi itu akan tunduk pada pemegang saham dan persetujuan pengaturan serta kondisi penutupan.

Menurut ketentuan kemitraan yang diusulkan, Boeing akan mengakuisisi kepemilikan 80 persen saham dalam usaha patungan senilai $ 4,2 miliar. Kemitraan itu diharapkan akan netral terhadap pendapatan Boeing per lembar saham pada tahun 2020 dan juga accretive sesudahnya. Perkiraan sinergi biaya sebelum pajak tahunan sekitar $ 150 juta di antisipasi pada tahun ketiga operasi.

Citra komputer pesawat angkut militer KC-390 buatan Embraer, Brasil 漏 Embraer

Setelah transaksi ditutup, join ventura penerbangan komersial akan dipimpin manajemen yang berbasis di Brasil, termasuk seorang presiden dan kepala eksekutif. Sementara Boeing akan memiliki kontrol operasional dan manajemen dari perusahaan baru dan akan melapor langsung kepada Dennis Muilenburg, ketua, presiden dan kepala eksekutif Boeing. Embraer akan mempertahankan hak persetujuan untuk keputusan strategis tertentu, seperti transfer operasional dari Brasil.

“Boeing dan Embraer saling kenal dengan baik selama lebih dari dua dekade kerjasama, dan rasa hormat yang kita miliki untuk satu sama lain dan nilai yang kita lihat dalam kemitraan ini meningkat sejak kami mengumumkan upaya bersama kami awal tahun ini”, kata Dennis Muilenburg

“Kami yakin bahwa kemitraan ini akan memberikan nilai terbesar bagi Brasil dan industri dirgantara Brasil secara keseluruhan. Aliansi akan memperkuat kedua perusahaan dipasar global dan selaras dengan strategi pertumbuhan jangka panjang kami yang berkelanjutan”, kata Paulo Cesar de Souza e Silva, presiden dan kepala eksekutif Embraer.

Kedua perusahaan juga telah menyetujui ketentuan usaha patungan lain, mempromosikan dan mengembangkan pasar baru untuk angkutan udara multi-misi KC-390. Dan menurut ketentuan kemitraan yang diusulkan ini, Embraer akan memiliki 51 persen saham dalam usaha patungan, sedangkan Boeing memiliki 49 persen sisanya.