Boeing Jajaki Kerjasama Helikopter Chinook dengan Indonesia

50
128
image
Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menerima model helikopter Chinook dari perwakilan Boeing (foto: Kemhan).

Jakarta – Boeing Company yang diwakili Senior Executive of The Boeing Company Mr. Teong Tae Pak melakukan kunjungan kepada Menhan Ryamizard Ryacudu, Kamis (12/2), di Wisma Kemhan Jakarta. Maksud kunjungan delegasi Boeing Company kepada Menhan adalah untuk menjajaki kemungkinan kerjasama dalam pengembangan armada darat dan laut berupa pesawat helikopter Chinook.

Model helikopter: Chinook, Apache dan Blackhawk dalam pameran alutsista TNI AD 2014, di Monas Jakarta (foto: Telik Sandi)

Helikopter Chinook adalah pesawat angkut yang memiliki multifungsi sebagai pesawat dengan keunggulan kapasitas angkut yang besar, baik untuk personel maupun logistik. Heli ini juga mampu mengangkut (sling) pesawat tempur, kapal tempur, kendaraan tempur hingga tank seberat puluhan ton. Selain itu pesawat heli ini dirancang dengan kekhususan untuk mendukung kebutuhan nasional seperti evakuasi nasional dan bantuan misi kemanusiaan (Basarnas). (dmc.kemhan.go.id).

50 KOMENTAR

  1. Sama seperti kasus nya Apache yg tidak ada pesaing di heli serang, kayak nya Chinook juga menjadi kontestan tunggal didalam heli angkut multifungsi kelas berat
    Mending ngambil Chinook 1 skuadron dripada harus beli cuma bbrp unit krn dicampur juga dng beli Blackhawk klo heli kelas Blackhawk mngkin kita sudah ada heli yg fungsinya sama dng Blackhawk Bisa Puma/Super Puma, Cougar, Mil-17

  2. dari sisi produsen pesawat helikopter yang dimiliki Indonesia maka dapat dikelompokan sebagai berikut :

    1. Perancis untuk Colibri, Fennec,Super Puma dan Cougar
    2. Amerika Serikat untuk Heli Bell, Huey, Apache dst
    3. Rusia untuk Mi-17, Mi-35

    mungkin ada juragan yang bisa nambahin …

  3. Model helikopter: Chinook, Apache dan Blackhawk dalam pameran alutsista TNI AD 2014, di Monas Jakarta (foto: Telik Sandi)

    Di model paling depan / dekat kamera, itu kayaknya bukan CH-47 Chinook deh, tapi CH-46 Sea Knight.

    CH-46 dibuatkan modelnya itu apa cuma kesalahan, atau kah benar ada tawaran CH-46 ya? Soalnya USMC dan USN mau mengganti CH-46 dengan MV-22, jadi banyak sekali CH-46 menganggur nanti.

  4. LPD “cuma” beli 4 dari KorSel, eh kemudian PT PAL menang tender 2 SSV di Filipina, mengalahkan “guru”-nya.
    Gimana tuh, ya?

    Kayaknya soal ToT ini bukan cuma soal beli banyak atau ketengan, tapi ada hal-hal lain yang tidak terliput media massa.

  5. Sy kira tidak perlu, tdk ada efek deterennya malah buang2 anggaran militer.
    Yang penting gmn Inodnesia memperoleh pesawat tempur canggih, kapal perang hebat dan Rudal-rudal ganas.
    Tentunya gmn semua itu bisa TOT, biar bayar mahal yg penting 5 s/d 10 tahun ke depan sdh bisa buat sendiri.