Feb 122015
 
image

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menerima model helikopter Chinook dari perwakilan Boeing (foto: Kemhan).

Jakarta – Boeing Company yang diwakili Senior Executive of The Boeing Company Mr. Teong Tae Pak melakukan kunjungan kepada Menhan Ryamizard Ryacudu, Kamis (12/2), di Wisma Kemhan Jakarta. Maksud kunjungan delegasi Boeing Company kepada Menhan adalah untuk menjajaki kemungkinan kerjasama dalam pengembangan armada darat dan laut berupa pesawat helikopter Chinook.

Model helikopter: Chinook, Apache dan Blackhawk dalam pameran alutsista TNI AD 2014, di Monas Jakarta (foto: Telik Sandi)

Helikopter Chinook adalah pesawat angkut yang memiliki multifungsi sebagai pesawat dengan keunggulan kapasitas angkut yang besar, baik untuk personel maupun logistik. Heli ini juga mampu mengangkut (sling) pesawat tempur, kapal tempur, kendaraan tempur hingga tank seberat puluhan ton. Selain itu pesawat heli ini dirancang dengan kekhususan untuk mendukung kebutuhan nasional seperti evakuasi nasional dan bantuan misi kemanusiaan (Basarnas). (dmc.kemhan.go.id).

  50 Responses to “Boeing Jajaki Kerjasama Helikopter Chinook dengan Indonesia”

  1.  

    Mantap

  2.  

    kok ada chnook untuk armada laut,Emang mau di temapatin di KRI mana ? kita kan lon punya kapaL induk,,,,,,,,,,,,

  3.  

    Keren neh moga selanjutnya Blackhawk atau Cobra nyusul hehe . .

  4.  

    Helicopter yang multifungsi, bakal banyak berperan untuk distribusi logistik dan rescue korban bencana alam yang tidak bisa didarati oleh hercules

  5.  

    hayo pikirin masak iya cmn beli 3 dikasih ToT ama pengembangan bersama hayo ada apa ini 😀
    sesepuh kalau ada yang tw bagi2 informasinya atuh 😀

  6.  

    Lobi2 di lap terakhir bung.

  7.  

    Mantap sih, tapi SU35 bisa terancam nih.

    Hiks.. hiks…

  8.  

    Emang artikel diatas menyinggung soal tot?Kerjasama pengembangan armada bukan berarti tot bung..

  9.  

    selamat, akhinya datang juga(semoga).akusisinya akan jadi lompatan yang lumayan jauh.baik untuk penerbad& penerbal bila memang matra laut ikut kebagian.

  10.  

    Tni tambah otot aja, semoga su35 tak terbentur tariiiinng mang

  11.  

    Modus..ASU tau kita sangat berminat SU 35..setelah Apache, Chinook ujung2nya nawari F 16 lg..buat pengganti F 5 biar kita alutsista khusus udara selalu dibawah Singapore & Australia..coz biar F 16 blok 60 sekalipun ttp berada dibawah mrk..:(

  12.  

    ini bisa mendarat di air ya?

  13.  

    Chinook pilihan yg tepat utk negara dg banyak bencana alam spt Indonesia.. didampingi Blackhawk jadi tambah OK.

  14.  

    Wudiiiihhhh…om pocong nongol lg….lama tak keliatan komennya

  15.  

    Lbh baik beli sapi terbang (MI 26) dr pd chinook.

  16.  

    Superrr Duperrrr Mantapooo Bosssss.

  17.  

    Barang Amrik mahal.
    Gandiwa dgn spek baru kayaknya lbh menjanjikan.
    Gandiwa! Kutunggu kemunculanmu.

  18.  

    Duh…ATM (Amati Tiru Modifikasi) z kalo gtu…sekaliber PT DI pasti bisa buat….pelajari z dlu nanti ordernya d PT DI g usah d boeing….nanti yg ad cuma d bo’oeingin dan d boeingin lg dan d embargo spt yg sdah2…..

  19.  

    Sama seperti kasus nya Apache yg tidak ada pesaing di heli serang, kayak nya Chinook juga menjadi kontestan tunggal didalam heli angkut multifungsi kelas berat
    Mending ngambil Chinook 1 skuadron dripada harus beli cuma bbrp unit krn dicampur juga dng beli Blackhawk klo heli kelas Blackhawk mngkin kita sudah ada heli yg fungsinya sama dng Blackhawk Bisa Puma/Super Puma, Cougar, Mil-17

  20.  

    dari sisi produsen pesawat helikopter yang dimiliki Indonesia maka dapat dikelompokan sebagai berikut :

    1. Perancis untuk Colibri, Fennec,Super Puma dan Cougar
    2. Amerika Serikat untuk Heli Bell, Huey, Apache dst
    3. Rusia untuk Mi-17, Mi-35

    mungkin ada juragan yang bisa nambahin …

  21.  

    Benar hanya beli 3 unit itupun refurbishment bukan barang baru.
    Walah nanti usernya bakal punya material gado-gado.

  22.  

    kalau disertai dengan TOT nya kenapa tidak,.,.

  23.  

    Selain duit, syarat2 dan ketentuan yang diinginkan ASu apa dulu ………. ???
    Percuma kalo tidak boleh digunakan di Papua !!!

  24.  

    Minta kerja sama A10 thunderbolt saja bilang buat jaga freeport, jadi butuh jet serang darat yg handal hehehe

  25.  

    ini kemungkinannya terealisasi besar tdk? Atau hanya sebatas mou…
    Pt.DI Klo sdh konfirm.. Belum tentu jalan.. Apalgi bru kemhan..
    Tp semoga saja benar kerjasama pengembangan terlaksana

  26.  

    Model helikopter: Chinook, Apache dan Blackhawk dalam pameran alutsista TNI AD 2014, di Monas Jakarta (foto: Telik Sandi)

    Di model paling depan / dekat kamera, itu kayaknya bukan CH-47 Chinook deh, tapi CH-46 Sea Knight.

    CH-46 dibuatkan modelnya itu apa cuma kesalahan, atau kah benar ada tawaran CH-46 ya? Soalnya USMC dan USN mau mengganti CH-46 dengan MV-22, jadi banyak sekali CH-46 menganggur nanti.

  27.  

    LPD “cuma” beli 4 dari KorSel, eh kemudian PT PAL menang tender 2 SSV di Filipina, mengalahkan “guru”-nya.
    Gimana tuh, ya?

    Kayaknya soal ToT ini bukan cuma soal beli banyak atau ketengan, tapi ada hal-hal lain yang tidak terliput media massa.

  28.  

    Sy kira tidak perlu, tdk ada efek deterennya malah buang2 anggaran militer.
    Yang penting gmn Inodnesia memperoleh pesawat tempur canggih, kapal perang hebat dan Rudal-rudal ganas.
    Tentunya gmn semua itu bisa TOT, biar bayar mahal yg penting 5 s/d 10 tahun ke depan sdh bisa buat sendiri.

 Leave a Reply