Feb 242018
 

Jet tempur F-18 Hornet Angkatan Udara Kanada dalam kamuflase Centennial. © gpitre via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Raksasa kedirgantaraan asal AS, Boeing Co. telah disetujui untuk turut berpartisipasi dalam upaya mengganti armada jet CF-18 yang menua di Kanada, meskipun sebelumnya terjadi perselisihan perdagangan antara produsen Amerika dan Ottawa, seperti dilansir dari laman Defense World.

Seorang pejabat senior Kanada mengatakan pada hari Kamis, 22 Februari lalu, bahwa Boeing mempunyai kesempatan yang sama dengan para penawar lain dalam sebuah kontes untuk memasok 88 jet tempur baru ke Kanada, dan mengabaikan perselisihan yang ada saat ini.

Hal tersebut telah diumumkan satu bulan setelah Komisi Perdagangan Internasional AS menolak sebuah pengaduan yang di ajukan oleh Boeing terhadap perusahaan pesaing asal Kanada, Bombardier, yang dituntut hampir 300 persen tugas anti-dumping pada pesawat penumpang Seri C.

Boeing, yang merupakan pembuat Super Hornet, adalah satu dari lima produsen yang diundang untuk mengajukan proposal pada musim semi 2019 untuk pesanan 88 unit jet tempur canggih yang akan dikirimkan pada tahun 2025, menurut pernyataan dari pemerintah Kanada.

Pabrikan lainnya adalah Lockheed Martin yang berbasis di AS menawarkan jet tempur F-35, Dassault dari Prancis menawarkan jet tempur Rafale, Airbus menawarkan pesawat Eurofighter Typhoon dan Saab Swedia menawarkan Gripen E/F.

Kanada akan merilis spesifikasi yang tepat untuk jet tempur pilihannya di tahun depan. Pejabat mengatakan bahwa kesepakatan tersebut bernilai antara 15-19 miliar dollar Kanada atau sekitar 11,85-15 miliar dollar AS.

Bagikan:

  9 Responses to “Boeing Ikuti Kontes Pengadaan Jet Tempur Kanada”

  1.  

    Ane bingung mana yg Superioritas F-15 atau F-18

  2.  

    Sepertinya USA berusaha menekan Kanada yang mengundurkan diri dari pembelian F-35… tetapi ternyata Kanada tidak bergeming dan justru memenangkan persidangan dalam perseteruan dengan Boeing… justru ketika Boeing tetap mengikuti tender, sepertinya tetap saja uang berbicara… kesempatan memenangkan kontrak besar tidak akan pernah dilepaskan…
    Seperti menjilat ludah sendiri

  3.  

    dah baekan tokh.hehe

 Leave a Reply