Boeing Kirim Pesawat P-8A Poseidon Pertama ke Norwegia

Pesawat P 8A Poseidon

JakartaGreater – Badan Materiel Pertahanan Norwegia (NDMA) Kamis, 18/11/2021 menerima yang pertama dari lima pesawat patroli maritim Boeing P-8A Poseidon yang akan dioperasikan oleh Angkatan Udara Kerajaan Norwegia (RNoAF).

“Norwegia bertanggung jawab atas wilayah maritim besar di bagian penting dunia yang strategis, dan P-8A Poseidon baru akan mewakili peningkatan luar biasa dalam kemampuan kami untuk melindungi kedaulatan kami dan memahami perkembangan di area ini. Pengiriman P-8A pertama kami hari ini merupakan tonggak penting dalam modernisasi kemampuan pesawat patroli maritim Norwegia,” kata Mette Sørfonden, Direktur jenderal Badan Materiel Pertahanan Norwegia. “Saya sangat senang bahwa NDMA akan segera dapat menyediakan Angkatan Bersenjata Norwegia dengan pesawat generasi baru yang akan memainkan peran penting dalam menjaga keamanan nasional kita selama bertahun-tahun yang akan datang.”

Pesawat P-8A pertama Norwegia, bernama Vingtor, dikirim ke NDMA dalam upacara di Museum Penerbangan di Seattle, Washington. Pencapaian ini terjadi empat tahun setelah NDMA menandatangani perjanjian dengan Angkatan Laut AS untuk P-8A, dan dua tahun sebelum pesawat baru dijadwalkan untuk mulai mengambil alih tugas patroli maritim di utara Norwegia.

“Kami merasa terhormat untuk memberikan kemampuan patroli maritim multimisi yang tak tertandingi ini ke Norwegia,” kata Stu Voboril, wakil presiden dan manajer program, Program P-8. “Norwegia bergabung dengan tujuh pelanggan global lainnya yang telah memilih atau sudah mengoperasikan P-8 dan mendapat manfaat besar dari pengawasan maritim jarak jauh dan kemampuan perang anti-kapal selamnya. Kami berharap dapat meningkatkan kemitraan kami yang berkelanjutan dan berkelanjutan dengan Angkatan Laut AS dan Angkatan Udara Kerajaan Norwegia, dan mendukung kebutuhan pemeliharaan dan pelatihan armada di masa depan”, dikutip laman Boeing, 18/11/2021.

boeing poisenon

Kokpit Pesawat P-8A Poseidon. (@Boeing)

Empat pesawat Norwegia yang tersisa semuanya dalam tahap produksi lanjutan dan akan dikirim ke NDMA pada tahun 2022. Lima P-8A akan menggantikan armada RNoAF saat ini yang terdiri dari enam P-3 Orion dan dua DA-20 Jet Falcons dan akan dioperasikan oleh Skuadron 333 di Stasiun Udara Evenes.

Perusahaan Norwegia Nammo, Kongsberg Defense & Aerospace, Andoya Space dan Berget saat ini memiliki perjanjian dengan Boeing yang merupakan bagian dari rencana kerjasama industri terkait dengan akuisisi lima pesawat P-8A Norwegia. Boeing terus bekerja dengan NDMA dan industri Norwegia untuk memperluas rencana itu dan mendukung pertumbuhan ekonomi di seluruh Norwegia.

Baca juga: Kementerian Pertahanan Indonesia Pesan 2 Pesawat Airbus A400M

Pengiriman ke Norwegia juga menandai pengiriman pesawat P-8 ke-142 ke pelanggan global, termasuk Angkatan Laut AS, Angkatan Udara Australia, Angkatan Laut India, dan Angkatan Udara Kerajaan Inggris. Pengiriman pertama ke Selandia Baru, Korea, dan Jerman masing-masing akan dilakukan pada 2022, 2023, dan 2024.

Hingga saat ini, armada P-8 yang beroperasi secara global telah mengumpulkan lebih dari 400.000 jam terbang bebas kecelakaan. P-8 adalah pesawat perang anti-kapal selam jarak jauh, perang anti-permukaan, intelijen, pengawasan dan pengintaian yang mampu melakukan operasi wilayah luas, maritim dan pesisir. Selain itu, P-8 melakukan misi kemanusiaan dan pencarian dan penyelamatan di seluruh dunia.

p 8 poseidon amerika

Pesawat P-8A Poseidon US Navy. (@Boeing)

Pesawat P-8A Poseidon

Pesawat Boeing P-8A Poseidon berfungsi sebagai: Solusi Intelijen, Pengawasan, dan Pengintaian.

Boeing P-8 merupakan pesawat patroli maritim multi-misi, unggul dalam peperangan anti-kapal selam; perang anti-permukaan; intelijen, pengawasan dan pengintaian dan pencarian dan penyelamatan.

P-8 dapat terbang tinggi (hingga 41.000 kaki) dan mencapai pertarungan lebih cepat (490 knot). Waktu transit yang lebih pendek mengurangi ukuran Area of ​​Probability saat mencari kapal selam, kapal permukaan, atau korban pencarian dan penyelamatan.

P-8 juga dirancang untuk misi ketinggian rendah dan telah terbukti kemampuannya mendukung misi kemanusiaan dan pencarian dan penyelamatan. Sistem yang telah terbukti dengan lebih dari 100 pesawat dalam pelayanan dan lebih dari 300.000 jam terbang. Performa dan keandalan P-8 menghadirkan kepercayaan diri di dunia yang tidak pasti — dalam kondisi apa pun, di mana pun, kapan pun.

P-8 memiliki dua varian: P-8I, diterbangkan oleh Angkatan Laut India, dan P-8A Poseidon, diterbangkan oleh Angkatan Laut AS, Royal Australian Air Force dan Royal Air Force Inggris dan kini Angkatan Udara Kerajaan Norwegia

Leave a Reply