Feb 182016
 

Boeing MSA

Boeing MSA


Boeing telah memulai pembicaraan dengan pelanggan potensial di kawasan Asia-Pasifik untuk pembelian pesawat Maritime Surveillance Aircraft / MSA. Boeing optimis dengan rencana penjualan ini karena platform mereka lebih unggul dan berbeda dengan kompetitor murah di wilayah tersebut, 16/2/2016.

Boeing MSA

Boeing MSA

James Detwiler dari pemasaran Boeing mengatakan, pembicaraan penjualan pesawat Boeing Maritime Surveillance Aircraft sedang berlangsung dengan pelanggan potensial Asia-Pasifik dan “sangat optimistis”. “The MSA telah dilengkapi dengan sistem misi yang sama dengan pesawat P-8A Poseidon dan cocok untuk mengatasi pembajakan maritim dan tantangan keamanan perbatasan maritim di wilayah ini,” katanya, menambahkan bahwa ada juga yang tertarik dari Eropa dan Tengah Timur.

Menurut laporan IHS Jane Oktober 2015, Boeing MSA telah dilengkapi sistem misi P-8A Poseidon, Selex ES Seaspray 7300 active electronically scanned array radar, dan FLIR Systems Star Safire 380 electro-optic/infrared turret.

Boeing MSA

Boeing MSA

Pesawat ini mampu terbang 8 jam untuk patroli maritim, dapat menampung dua pilot dan tiga hingga lima kru pesawat.

Detwiler, menolak untuk mengungkapkan rincian lebih lanjut tentang pelanggan potensial yang sedang dalam pembicaraan. Namun dia mengatakan, negara tersebut bukan operator dari P-8A Poseidon.

Janes.com

  21 Responses to “Boeing MSA Nego dengan Pelanggan Asia Pasifik”

  1. Siapa ya

  2. Ga moncer nih barang, mending CN 235 MPA 200

  3. Dedemit udah insaf..xi..xi..lebih senyap pake rotor jd tetep PTDI…

  4. BOKER nya kuat nih pesawat sekali terbang berapa liter PP. mending buatan PTDI. untuk koleksi pribadi boleh lumayan buat pelesir.

  5. Sudah jelas Indonesia yg lagi nego ini pesawat……kelanjutan review Bu Susi sama Pak Rizal Ramli……top ini pesawat moncer

  6. Klo kemampuannya masih kurang lebih CN 235 MPA, kenapa coba yg lain. Lagian tu boeing MSA cm bwt pengamatan aja, sementara CN 235 dilengkapi kemampuan hunter kill jika d lengkapi torpedo atau anti ship missile

    • Mas mboy, ini evaluasinya au inggris ktk mencari pengganti nimrod:

      Kalo nyari pesawat intai maritim tidak bersenjata/hanya utk intai maritim saja, pilihan yang paling ekonomis , flexibel take-off landing dari landasan pendek dan efektif dari segi kecepatan dan cover areanya adl pesawat jet komersial kecil sekelas embraer, bombardier, dassault dll.

      Sedangkan pesawat sekelas cn-235/295, atr-42/72 ada peringkat tengah. Biaya operasionalnya yang rendah tapi dikompensasi dg kecepatan yang rendah pula jd waktu diarea operasi lebih pendek dibanding jet komersial kecil. Pesawat golongan ini bisa dipersenjatai atau membawa perlengkapan sar.

      U/ operasi dg jangkauan yang jauh, dg konsekuensi biaya operasional plg tinggi, pilihannya terbatas P-8, P-1 atau airbus a-321(kalo jadi ada peminatnya)

  7. Negara Bukan pengguna P8 Posseidon. Berarti bukan qt. Bs jadi si pinoy. Atau negara satelit qt si Brunei.

    • Apa kita pengguna P8 Poseidon ?
      Nggak tuh.

      Jadi mungkin RI yang beli via KKP Bu Susi.

      Dan bisa jadi benar pembelian dibundling dengan produk Boeing lainnya (Apache, Chinoo?).

      Pesawat ini bisa multifungsi bisa untuk KKP dan bisa juga untuk TNI.

  8. Klo kagak salah nie pesawat kemaren nyang di naekin pak rizal ramli ma bu susi

 Leave a Reply