Boeing Tantang Kementerian Pertahanan Denmark

16
9

COPENHAGEN – Boeing mengambil langkah pertama dengan membawa tantangan hukum secara formal terhadap evaluasi Kementerian Pertahanan Denmark mengenai jet tempur berikutnya negara itu.

Boeing menyampaikan Permintaan Pandangan kepada Kementerian Pertahanan, yang mengharuskan Kementrian untuk memberikan semua materi yang berhubungan dengan evaluasi pengadaan pesawat tempur dan keputusan yang diumumkan pada bulan Juni 2016 lalu.

Kementerian Pertahanan dan yang Lembaga Program Jet Tempur Baru tidak merekomendasikan Boeing F/A-18 Super Hornet, suatu keputusan yang diyakini perusahaan sebagai sebuah proses evaluasi produk yang cacat.

FA-18E

“Seperti yang kami katakan saat keputusan itu diumumkan, kami percaya bahwa evaluasi Kementerian Pertahanan terhadap para pesaing kurang mendasar dan tidak akurat menilai biaya dan kemampuan F/A-18 Super Hornet”, kata Debbie Rub, wakil presiden dan manajer umum, Boeing Global Strike.

“Kami mengambil langkah ini karena ada terlalu banyak yang dipertaruhkan bagi Denmark, dan berpotensi pada negara-negara lain yang saat ini sedang mempertimbangkan Super Hornet”.

Boeing menunjukkan keprihatinannya dengan proses evaluasi kepada Komite Pertahanan Parlemen Denmark terutama pada penentuan keputusan awal tahun ini, mengambil permasalahan, khususnya dengan perkiraan Kementerian Pertahanan bahwa Super Hornet akan menelan biaya hingga dua kali lipat sebagaimana dijelaskan oleh dokumen anggaran Departemen Pertahanan AS.

“Denmark berhak mengetahui di luar bayangan keraguan bahwa proses yang adil dan transparan digunakan untuk memilih armada tempur masa depan negara”, kata Rub.

“Tindakan kami saat ini menggarisbawahi keyakinan kami bahwa evaluasi Kementerian Pertahanan terhadap masing-masing kriteria diantara empat pilihan jatuh pada keputusan objektif jangka pendek dari tujuan-tujuan ini dan harus ditinjau untuk sepenuhnya diperbolehkan menurut hukum Denmark”.

Sumber: Defense Aerospace

16 COMMENTS

  1. It’s getting more and more obvious about the real share of world arms sale.
    The US is not the only seller anymore and they are playing political card as always, especially after tongue-twister of expensive and repetitive failures. All in all, these days, economic growth is very hard to achieve, if not a luxurious achievement.
    Therefore, failure seems to have deeper impact on sale.
    ๐Ÿ˜€
    But also that’s telling us how much pressure each country has by buying US military products.

LEAVE A REPLY