Des 222015
 

Afghan security forces stand guard at the site of a suicide attack in Kabul, Afghanistan

Seorang pembom bunuh diri Taliban, yang mengendari motor, menewaskan enam tentara Amerika Serikat di dekat Kabul, dalam serangan berani kelompok keras itu untuk merebut wilayah kunci penghasil opium di Afghanistan selatan.

Pemboman saat patroli bersama dengan pasukan Afghanistan di dekat Bagram itu, pangkalan terbesar militer Amerika Serikat di Afghanistan, menjadi salah satu serangan paling mematikan kepada pasukan asing di negara itu pada tahun ini.

Taliban menyatakan bertanggung jawab atas serangan itu, yang menggarisbawahi keamanan memburuk satu tahun setelah NATO secara resmi menghentikan gerakan tempurnya di Afghanistan.

“Enam tentara Amerika Serikat meninggal di Afghanistan pada Senin,” kata Menteri Pertahanan Amerika Serikat Ashton Carter dalam pernyataan, dengan menambahkan bahwa tiga orang lain terluka, termasuk seorang kontraktor asal Amerika.

“Itu menjadi pengingat yang menyakitkan terkait bahaya yang dihadapi pasukan kami setiap hari di Afghanistan,” tambahnya.

Serangan tersebut datang saat pemberontak Taliban di Helmand mendekati wilayah strategis Sangin, mengetatkan kekuasaan mereka di provinsi selatan yang tidak stabil.

Penduduk setempat melaporkan kekurangan makanan di wilayah itu, wilayah yang telah lama dipandang sebagai pusat aktivitas pemberontak setelah Taliban mulai menyerbu bangunan pemerintah pada Minggu.

“Taliban telah menguasai markas kepolisian, kantor pemerintahan begitu pula dengan bangunan intelijen di Sangin,” ujar wakil gubernur Helmand, Mohammad Jan Rasoolyar kepada media.

“Pertempuran mengingkat dalam wilayah ini,” katanya, dan mengklaim jumlah tentara yang tewas dalam konflik sangatlah tinggi.

 Posted by on Desember 22, 2015