Jul 162017
 

FA-50PH Filipina (photo : Youtube)

Filipina untuk sementara menghentikan operasi udara pesawat tempur ringan FA-50PH di Marawi setelah terjadi insiden salah tembak teman sendiri yang menyebabkan tewasnya dua tentara Filipina dan melukai 11 lainnya.

Hal tersebut dinyatakan oleh juru bicara Angkatan Bersenjata Filipina (AFP) Brigjen. Restituto Padilla.

“FA-50 sebentar lagi ditarik keluar dari penempatannya sebagai pesawat serang hingga penyelidikan selesai dilakukan dan kami sudah dapat memastikan penyebab salah satu bomnya yang tidak mengenai target,” tambahnya.

Namun penggunaan kekuatan udara AFP lainnya seperti SIAI-Marchetti SF-260, Rockwell OV-10 “Bronco” dan helikopter serang lainnya akan terus berlanjut.

FA-50PH tercatat sudah 70 kali melakukan misi serangan udara jarak dekat dengan sukses. Sebelumnya Filipina puas dengan kinerja FA-50 , namun insiden yang terjadi pada 12 Juli menyebabkan Filipina harus mengevaluasi dahulu operasi udara FA-50.

Pada 12 Juli dua pesawat tempur FA-50 melakukan misi menghancurkan posisi kelompok Maute di Kota Marawi ketika salah satu bomnya meleset 250 meter dari target yang diserangnya.

Bom tersebut meledakkan sebuah gedung di dekatnya dan melemparkan tentara Filipina yang berlindung didalamnya, yang mengakibatkan tewasnya dua tentara dan melukai 11 lainnya.

Menurut Padilla, dari serangan udara yang dilakukan, satu bom tidak tepat pada sasaran, sedang tiga lainnya tepat mengenai sasaran, dan penyebab melesetnya satu bom masih diselidiki pihak Filipina.

Entah karena kompleksnya medan pertempuran, kabut yang mengganggu pandangan pilot, atau kesalahan pilot, pesawat tempur atau bom-nya, menurut juru bicara AFP yang mantan pilot pesawat tempur, kesalahan membombardir teman sendiri adalah mimpi buruk bagi pilot pesawat tempur.

NorthboundAsia

  28 Responses to “Bom Teman Sendiri, Filipina Hentikan Operasi FA-50”

  1. Lahh.. koq bisa??

  2. kasian yah ….kok sampe miskomunikasi gitu yah tentara ?aneh aku bro..

  3. sama dong kyk tetangga lawan sulu

  4. 50 kali sukses 1 melenceng itu bomnya aja yg nyasar

  5. Apa mungkin pilotnya kurang handal?

    • Kalau menurut saya ini kemungkinan besar kesalahan di Pilot.

      Alasannya da klaim dr pihak Militer Filipina mengatakan FA-50 milik Filipina yg dipakai ini tanpa PGMs,
      Jd Pilot Angkatan Udara Filipina bergantung pada kemampuan mereka dalam melakukan manuver FA-50 terhadap target mereka.

      Kalo dicari2 di Google sepertinya bakal bs jd perdebatan juga tuh soalnya PGMs-nya Filipina dibeli dr Rusia yg notabene FA-50 berteknologi barat dan pastinya tidak compatible dgn persenjataan russian..

    • kalo mnrt gw ini maslah teknis doank, mgkin pasukan dibwh terpaksa bergerak saat serangan udara dilancarkan, dn gw tetap salut dgn perjuangan filipina memperjuangkan marawi dn merebut kembali kota mrk dr isis (islamicstate)

  6. Senjata makan tuan…

  7. tambah ngenes aja tentara pinoy.

  8. Banyak belajar dan latihan…
    Biar gx mis komunikasi…

  9. Battle proven

  10. Pilot USA pun kadang salah menembak teman sendiri, apalagi pilot Pinoy yg jarang berperang dg pesawat tempur. Namun evaluasi dan penyidikan kasus salah tembak teman sendiri memang wajib hukumnya dilakukan, setidaknya agar pihak Philipina bisa belajar dari kasus ini karena pengalaman adalah guru yg tdk pernah minta bayaran.

  11. komunikasi nyah gimana tuh

  12. mungkin pabrik bom ngisi mesiu nya kurang 1 kg, atau mungkin bom nya kelamaan disimpen di gudang … jadi berat nya susut 1 kg.

  13. Ini baru namanya teman makan teman

  14. Wah apalagi punya kita, radarnya malah gak ada

  15. Akhiranya ada yang mengevaluasi FA50…, mending kita buru2 kirim tim evaluator kesana, biar lebih tahu operasi FA50.

  16. ini sih salah komunikasi, tapi lumayan lah kalo cuma 1 doank yg salah, smg pasukan filipina tdk cepat mundur, tetap semangat memberantas isis dn simpatisannya yg bersenjata

 Leave a Reply