Feb 032016
 

Hypersonic Private Jet Concept

Pada awalnya Desainer industri penerbangan Kanada, Charles Bombardier, ingin menciptakan kegemparan dengan mengeluarkan konsep Skreemr, yakni pesawat supersonik yang dirancang untuk penumpang komersial antar jemput antar benua, dengan kecepatan 10 Mach.

Meskipun gagasan ini menarik dan futuristik, namun tidak terbayangkan bagaimana cara mengurangi efek sonic boom yang dihasilkan, belum lagi panas yang akan menumpuk di hidung dan sayap pesawat, saat kendaraan ini masuk ke kecepatan maksimal. “Saya tidak yakin ada bahan yang mampu menahan panas, tekanan, dan stres struktural yang telah ditemukan, untuk aplikasi ini,” ujar Bombardier dalam suatu wawancara.

Tak lama setelah konaep Skreemr dia luncurkan, ada solusi untuk memecahkan kedua masalah yang menghadang Charles Bombardier. “Saya dihubungi oleh Joseph Hazeltine (insinyur dari Wyle dan mantan direktur RIAC Departemen Pertahanan), yang mengusulkan penggunaan fenomena aerodinamis baru yang disebut ‘long penetration mode (LPM)”, ujarnya.

Hypersonic Private Jet Concept 7

Ilham itu mendorong inovator yang berbasis di Montreal ini, untuk menyusun sebuah konsep-hipersonik yang sama sekali baru “the Antipode”. Sebuah jet bisnis mewah yang mampu mencapai kecepatan 24 Mach -lebih dari dua kali kecepatan Skreemr dan hampir 12 kali lebih cepat dari jet Concorde yang dirancang untuk mengangkut maksimal 10 orang hingga jarak 20.000 kilometer (atau 12.427 mil) dengan jarak tempuh di bawah satu jam. “Saya ingin menciptakan konsep pesawat yang mampu mencapai “The Antipode,” kata Bombardier.

Berbeda dengan Skreemr (yang menggunakan sistem railgun magnetik), The Antipode, yang diciptakan bekerjasama dengan pendiri Lunatic Koncepts, Abhishek Roy, akan mampu lepas landas dari lapangan terbang apapun karena pendorong roket yang melekat pada sayapnya.

Akselerator akan memberikan pesawat daya dorong yang cukup untuk naik ke 40.000 kaki dan mencapai Mach 5, kemudian terpisah dari pesawat dan terbang kembali ke pangkalan (mirip dengan booster Blue Origin).

Charles-Bombardier-Antipode-4

“Komputer yang onboard yang ada di pesawat, akan memicu mesin pembakar ramjet yang supersonik dan berakselerasi hingga 24 Mach,” kata Bombardier.

Akan ada kanal udara yang terbang dengan kecepatan supersonik, melalui nozzle yang terletak di hidung pesawat, yang memproduksi jet counterflowing udara, yang akan mendorong LPM, yang pada gilirannya akan menyebabkan penurunan suhu permukaan karena aeroheating dan pengurangan shockwave dan kebisingan yang disebabkan oleh hambatan / gesekan suara.

“Ujung tombak dari sayap pesawat juga bisa dilengkapi dengan nozel linear sehingga udara bisa mengalir keluar dari. Dengan cara itu, semua permukaan terdepan dapat didinginkan oleh LPM, “tambahnya.

Pesawat tetap perlu dibangun menggunakan bahan anti panas dan anti tekanan. “LPM bisa membantu mengurangi panas, tapi itu tidak akan menghilangkan semuanya, meskipun sistem aerodinamika bekerja di kondisi penerbangan yang sempurna,” katanya.

Bombardier percaya teknologi LPM dapat diterapkan untuk berbagai ukuran pesawat supersonik –idealnya berbentuk tajam seperti roket, untuk meminimalkan gesekan permukaan. “Konfigurasi The Antipode saat ini, tidak mencerminkan bentuk yang optimal dalam hal itu,” akunya.

Charles-Bombardier-Antipode-2

Sayap pesawat harus memiliki cukup daya angkat untuk mampu meluncur (glide) dan mendarat di landasan pacu 6.000 kaki. “Emergency compact rocket boosters—akin to the EZ-Rocket from X-COR aerospace -bisa dinyalakan saat dibutuhkan pesawat untuk melakukan pendaratan kedua dan juga bisa digunakan untuk memperlambatnya,” katanya.

Menurut desainer, bagian yang paling sulit dari membangun pesawat ini, akan terletak pada pengembangan mesin scramjet yang stabil dan dapat diandalkan, yang NASA pun hingga saat ini belum berhasil menyelesaikannya. Ada juga pertanyaan tentang bagaimana meringankan paralyzing g-forces (lumpuh) bagi penumpang akan mengalaminya di dalam pesawat tersebut.

Soal harga pesawat : “Biaya produksi the Antipode akan berkurang dibandingkan dengan Skreemr karena akan lebih kecil dan menggunakan teknologi yang ada,” katanya. “Tapi masih akan lebih mahal daripada jet bisnis di pasar saat ini.”

Hypersonic Private Jet Concept 2

Durasi penerbangan pesawat Antipode:

New York ke London (3459 mil) : 11 menit
New York ke Paris (3625 mil) : 12 menit
New York ke Tokyo (6737 mil) : 22 menit
New York ke Dubai (6836 mil) : 22 menit
New York ke Shanghai (7364 mil) : 24 menit
New York ke Hong Kong (8040 mil): 26 menit
New York ke Sydney (9929 mil) : 32 menit

Forbes.com

Berbagi

  32 Responses to “Bombardier Rancang Pesawat Kecepatan 24 Mach”

  1.  

    Wew.. gile tu pesawat

  2.  

    Mennggetarkan!

  3.  

    Skrg cm mimpi tdk tau 50 ato 100 taon lg…kcepatan 24 mach duuh pnumpangx ngerasain nyawa kluar dri bdan kli y?hihihi…aku cm mikir gmn kompresi udara d dlm pesawat utk…msti pke bju khusus nih hihihi….kluar psawat lgsg jackpot deh smua pnumpang…hihihi…good thing…

  4.  

    jadi ingat film star trek… dengan mesin warp cahaya nya yang pada awal nya mengunakan bahan bakar nuklir sebagai tenaga dorong dan pada bagian depan nya mengunakan bahan nano keramik yang dapat menahan panas

  5.  

    24mach… waàaaah

  6.  

    serius nih… artinya yg 10-20 mach itu dah ada ato gimana…

  7.  

    bisa take off dan landing dengan landasan 6000kaki= 1800meter..hebatt

  8.  

    Sangat berbahaya kalau dijadikan bomber. Tak ada waktu bagi lawan untuk mengintersep.

  9.  

    pilotx harus handal tuch….ntar bisa keterusan nabrak bulan…..blaaaaar……berabe dech……minum kopi..sruuup..(sambil duduk)

  10.  

    New York Sydney cuma 32 menit, berarti New York Jakarta ya pada kisaran 30 menit. Okelah ini pesawat mampu terbang secepat kilat, namun masalahnya perjalanan dari bandara ke tempat tujuan pun masih banyak kendalanya, bisa jadi waktu tempuh dari bandara ke tujuan malah lbh lama dari perjalanan naik pesawat superkomik eh supersonik ini. Misalnya nih, ente dari New york Jakarta cumak 30 menit dan mendarat di bandara Soekarno Hatta lalu menuju pabrik di kawasan Pulogadung. Masalahnya perjalanan dari bandara ke Pulogadung ternyata banyak masalah, macet disana, banjir disini, sehingga ente sampai tujuan butuh waktu 3 jam. Bayangkan, 30 menit dipesawat yg mewah, namun didarat butuh waktu 3 jam (3×60=180menit atawa 6x perjalanan naik supersonik) didalam mobil yg sempit. Kalau ane sih, lbh nyaman 3 jam didalam pesawat nan mewah bersama pramugari nan cantik ketimbang lama macet didarat….

  11.  

    Indonesia pasti aman dah..seandainya rudal dgn kecepatan segitu..kita kan ada perisai 7 manusia harimau kwkw..

  12.  

    BUNG CARIN, Sepertinya anda lupa insiden di pulau BAWEAN, yg saat itu kita menerima laporan bahwa ada sejumlah pesawat asing yang mengudara di sekitar pulau bawean yg berpotensi mengganggu penerbangan komersil, dan kita coba mengecek dgn mnerjunkan armada f 16, tp ap yg trjadi saat itu jstru kita si pemilik tanah yg di buat tdk berdaya dgn armada f18 hornet milik amerika yg trnyata melakukan patroli, hingga memaksa pilot qt melakukan ROCK WING/main aman/bisa kata lain nyerah stelah trjdi dogfight, beda dgn kondisi stelah qt mndatangkan su 27 dan di terjunkan di acara latihan bersama beberapa negara asia pasifk trmsuk ausi dgn f18 hornet mreka, di akhir acara si ausi meminta amrik untuk mengirim psawat yglbh cnggih dr yg ad mlik mreka sekarang, krn ausi mnganggap kmampuan dr su27 sudh di atas segalany dr hornet mereka. Yg efekny sampe sekarang mereka ttep ngeyel minta psawat f22 untuk tandingan psawat su 35 kita nantinya, tp yg ad mreka hanya dpt f35, intiny mereka tau kmampuan su 35 akn lbh superior di banding su 27 silam krn memang adl hsil up pengembangan dr su 27 saja mereka sudh keok segala2 ny, bisa kebayang kn … Jd kalo si su 35 tukang joget dangdut, mngkin si f 16 lbh tepatny jd pedagang siomay di luar pentas, salam kenal

  13.  

    jakarta bandung,surabaya berapa detik ya!!!!!!!!!

  14.  

    habis keluar pesawat penumpangnya langsung muntah muntah dan panas dingin masuk angin apalagi tak minum tolak angin.

  15.  

    Bicara kecepatan berbanding lurus dengan kemampuan radar. Cepat tapi tidak keliatan jalannya ntar nabrak.

  16.  

    ntar ujung2x seperti pesawat concord ….bilangx canggih..modern..super sonik….tpi ujung2x..KO juga ….minum kopi..sruuup (sambil duduk)

  17.  

    Pada Akhirnya akan bermasalah di biaya operasional,.. seperti “wafatnya” concorde….

  18.  

    Indonesia cukup selesaikan kereta cepat dulu

  19.  

    Absenn… Aja

  20.  

    berangkat hari ini nyampe kemarin kalau keliling dunia

  21.  

    “Saya tidak yakin ada bahan yang mampu menahan panas, tekanan, dan stres struktural yang telah ditemukan, untuk aplikasi ini,” ujar Bombardier dalam suatu wawancara. Where such information?

 Leave a Reply