Jul 092017
 

Bomber B-1B Lancer (Master Sgt. Lance Cheung / U.S. Air Force)

Seoul – Dua bomber supersonik Amerika Serikat melakukan latihan penembakan amunisi aktif 8/7/2017 di Korea Selatan dalam sebuah unjuk kekuatan setelah peluncuran rudal balistik antarbenua (ICBM) Korea Utara, kata militer Korea Selatan.

Sepasang pembom strategis B-1B Lancer terbang dari pangkalan militer AS di Guam kemudian bergabung dengan jet tempur AS dan Korea Selatan untuk melakukan simulasi penghancuran peluncur rudal rudal musuh dan fasilitas bawah tanah, ujar Angkatan Udara Korea Selatan, dilansir Reuters/Antara, 8/7/2017.

Korea Utara mengumumkan pada hari Selasa lalu, pihaknya telah berhasil meluncurkan sebuah ICBM, dengan mengatakan bahwa rudal tersebut mampu membawa hulu ledak nuklir besar dan berat.

Beberapa ahli percaya rudal tersebut memiliki jangkauan untuk mencapai Alaska dan Hawaii, uji coba itu juga memberi isyarat kemajuan yang signifikan di Korea Utara yang menyatakan bermaksud untuk membuat rudal berhulu ledak nuklir yang bisa menghantam daratan AS.

Presiden Korea Selatan Moon Jae-in mengatakan uji coba itu mengindikasikan kecepatan yang lebih cepat dari perkiraan program ICBM negara Korea Utara.

Pembom B-1B melakukan latihan penembakan di sebuah daerah di provinsi Gangwon, Korea Selatan bagian Timur, menjatuhkan persenjataan dalam serangan simulasi pada peluncur rudal, kata perwakilan AU Korea Selatan dalam sebuah pernyataan.

Bomber B-1B Lancer (Grahame Hutchison)

Sedangkan jet tempur Korea Selatan dan AS melakukan latihan penembakan presisi yang ditujukan untuk menyerang sasaran musuh yang tersembunyi di bawah tanah, katanya.

Kantor berita Korea Selatan Yonhap mengatakan, sebelum meninggalkan wilayah udara Korea Selatan, pembom itu terbang ke barat mendekati Zona Demiliterisasi (DMZ) yang dijaga dengan ketat di perbatasan kedua negara.

Latihan itu meliputi latihan artileri dan rudal gabungan oleh pasukan Korea Selatan dan AS, sehari setelah tes ICBM Utara.

Peringatan Trump

Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson di Hamburg, 7/7/2017 mengatakan tidak akan ada banyak pilihan bagus yang tersisa di Korea Utara jika kampanye tekanan damai gagal.

Presiden AS Donald Trump pada hari Kamis bersumpah untuk menghadapi Korea Utara dengan sangat keras dan mengatakan Washington mempertimbangkan hal-hal buruk kepada lawannya tersebut.

Amerika Serikat, Jepang, dan Korea Selatan pada hari Jumat sepakat untuk mendesak resolusi Dewan Keamanan PBB yang cepat untuk memberikan sanksi baru kepada Korea Utara.

Di sela-sela KTT G20, Trump, Moon dan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe sepakat untuk menerapkan “tekanan maksimum” untuk melawan ancaman nuklir Korea Utara.

Korea Utara memuji uji coba ICBM mereka, karena menandai penyelesaiannya dalam kemampuan senjata strategis yang diklaim termasuk bom atom dan hidrogen.

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengunjungi sebuah makam untuk menghormati pendiri negara, Kim Il Sung pada hari Sabtu, 8/7/2017 yang merupakan ulang tahun kematian kakeknya itu, kantor berita resmi KCNA melaporkan.

Dia bergabung dengan pejabat militer yang berkontribusi terhadap keberhasilan uji ICBM, ujar kantor berita KCNA.

Bagikan:

  4 Responses to “Bomber AS Simulasi Hancurkan Rudal di Korea”

  1.  

    Wuih bombernya keren dan sangar

  2.  

    Wah si fatboy lagi berkunjung ka makam kakek yah…
    Sayang keknya nasihat sang kakek ada yg dilupakan si kim yaitu dia menjauhi cina gak seperti kakek dan bapaknya…

    Nanti kalau perang benar terjadi gak da lagi yg bantuin :siul

  3.  

    Indonesia hrs belajar dr sejarah PD 2 dmna saat itu stlah Nazi kalah bnyak ahli2 senjata dan desain senjata mrka diambil (dicuri) Amerika Rusia hingga ke 2 negara trsbt skrang bgtu hebat alutsistanya. Kl nanti amerika jd menyerang korut dipastikan korut pasti hancur. Segera lakukan ops intelijen untuk mengambil ahli2 rudal & ilmuwan Nuklir mrka. Tentu intelijen kita tahu teknisnya gmna.

  4.  

    sebenarnya di dunia ini yang paling gila PERANG ADALAH ASU AND THE GANG.
    ASU sibuk mengintimidasi negara yang lemah.termasuk negara kita ini.

 Leave a Reply