Bomber B-1B Lancer Tarik Diri dari Perang Irak Suriah

B 1 Lancer
B 1 Lancer

Pesawat Bomber swing-wing B-1B Lancer AS berhenti mengambil bagian dalam kampanye serangan udara terhadap ISIS di Irak dan Suriah. Letnan Jenderal Charles T. Brown, Komandan di Air Force’s Central Command, mengatakan 18/2/2016, bahwa B-1 lancer telah ditarik kembali ke Amerika Serikat untuk jadwal upgrade cockpits pesawat.

Berbicara melalui video conference dari markasnya di Qatar, Brown mengatakan bahwa kampanye udara AS di atas Irak dan Suriah mungkin kehilangan “sedikit fleksibilitas” dengan dibangkucadangkannya bomber B1, tetapi tetap memiliki banyak pesawat lain untuk mengatasi defisit.

bomber B-1, pertama kali diterjunkan pada pertengahan 1980-an sebagai bomber serangan nuklir dan memiliki panggilan sayang “Bone” oleh para pilot. Sejak itu pesawat ini menjadi pekerja keras dalam konflik intensitas rendah Amerika Serikat di Irak, Afghanistan dan baru-baru ini di Suriah.

Pesawat ini mampu terbang supersonik dan tinggal di udara dalam jangka waktu yang lama. Bomber B-1B mampu membawa 75.000 pon amunisi yang dipasang secara internal. Itu termasuk dumb bom, serta amuinisi dipandu GPS dan munisi tandan.

Letnan Jenderal Charles T. Brown tidak mengatakan kapan pesawat akan kembali ke langit Irak dan Suriah, tapi mengatakan bahwa ia sangat berharap B-1 untuk kembali. Untuk sementara, kata dia, pesawat lain termasuk yang diterbangkan oleh koalisi mitra akan meningkatkan operasi mereka.

Dalam beberapa pekan terakhir, Denmark, Arab Saudi dan UEA telah mengatakan bahwa pesawat mereka akan mulai berkontribusi lebih banyak untuk kampanye udara di Irak dan Suriah. Denmark, yang telah menyerang sasaran di Irak, berjanji untuk mulai menyerang pejuang ISIS di Suriah, sementara Arab Saudi dan UEA mengatakan mereka akan menghidupkan kembali kampanye udara mereka.

Brown mencatat bahwa 80 persen serangan udara di Irak dan Suriah dilakukan oleh pesawat AS, tapi mitra koalisi Amerika Serikat ‘membawa kemampuan lain dalam peperangan ini, seperti pengisian bahan bakar udara, platform pengintaian dan combat search and rescue.

Washingtonpost.com

TERPOPULER

Tinggalkan komentar