Jul 302017
 

Seoul – Amerika Serikat menerbangkan dua pembom supersonik B-1B Lancer di atas semenanjung Korea dalam sebuah pertunjukan kekuatan pada hari Minggu, 30/7/2017 setelah uji rudal balistik antarbenua Pyongyang (ICBM) baru-baru ini, ujar Angkatan Udara A.S. dan Korea Selatan.

Korea Utara mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan uji coba rudal balistik antar benua (ICBM) pada hari Jumat, 28/7/2017 yang membuktikan kemampuannya untuk menyerang daratan Amerika, dengan memberikan peringatan tajam dari Presiden Donald Trump A.S.

Penerbangan B-1B menanggapi langsung uji coba rudal tersebut dan peluncuran roket “Hwansong-14” pada tanggal 3 Juli sebelumnya, kata pernyataan pemerintah AS. Angkatan udara Korea Selatan mengatakan penerbangan tersebut dilakukan pada hari Minggu dini hari.

Pembom tersebut berangkat dari pangkalan udara AS. di Guam, dan bergabung dengan jet tempur Jepang dan Korea Selatan selama latihan tersebut, menurut pernyataan tersebut.

“Korea Utara merupakan ancaman yang paling mendesak bagi stabilitas regional,” kata komandan Angkatan Udara Pasifik Terrence J. O’Shaughnessy dalam pernyataan tersebut.

“Jika dipanggil, kita siap untuk menanggapi dengan cepat, mematikan, dan kekuatan yang luar biasa pada satu waktu dan tempat yang kita pilih”, dilansir Reuters, 30/7/20017.

Sebelumnya AS telah menggunakan overflights dari bomber B1-B “Lancer” supersonik sebagai tanda kekuatan dalam menanggapi rudal Korea Utara atau tes nuklir mereka.

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un secara pribadi mengawasi peluncuran rudal, pada Jumat tengah malam dan mengatakan bahwa ini adalah “peringatan keras” bagi Amerika Serikat bahwa AS tidak akan aman dari kehancuran jika mencoba menyerang, ujar Kantor Berita Korea Utara, KCNA.

Televisi negara Korea Utara menyiarkan gambar peluncuran tersebut, menunjukkan rudal tersebut lepas landas dalam ledakan yang berapi-api dalam kegelapan dan Kim bersorak bersama ajudan militernya.

China, sekutu utama Korea Utara, mengatakan bahwa pihaknya menentang peluncuran rudal Korea Utara, yang menurutnya melanggar resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang dirancang untuk mengekang program nuklir dan rudal Pyongyang yang terlarang.

“Pada saat yang sama, China berharap semua pihak bertindak dengan hati-hati, untuk mencegah ketegangan terus meningkat,” kata kementerian luar negeri China dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu.

  9 Responses to “Bomber – Jet Tempur AS & Sekutu, Tanggapi Rudal Korut”

  1. Ayo perang aja. Diliat aja nanti mana yg lbh hebat…..

  2. Jgn sampai perang Korea berulang,tapi nampaknya suasana màkin panas di semenanjung Korea.

  3. Masih saling ancam blm ada yg ada berani ambil inisiatif menyerang karena gak ada minyak dan gas yg bs dianeksasi AS dan NATO jd hitung2 biaya perangnya bs gak balik modal apalagi untung! Paling Jepang Korsel yg diperas sebagai upah pengamanan preman berkedok polisi dunia!

  4. Masih saling ancam blm ada yg ada berani ambil inisiatif menyerang karena gak ada minyak dan gas yg bs dianeksasi AS dan NATO jd hitung2 biaya perangnya bs gak balik modal apalagi untung! Paling Jepang Korsel yg diperas sebagai upah pengamanan preman berkedok polisi dunia! Ayo jgn malu2!

  5. Aku masih menunggu tindakan nyata dari hilangnya kesabaran yg sudah lama banget hilangnya….

  6. gw ga pengen perang bom, bumi kita udh byk retakan akibat perang2 nuklir dimasa lampau

 Leave a Reply