Bomber H-6M China Bawa Rudal AKD20

17
110

image

AKD20 adalah generasi pertama dari rudal jarak jauh air-launched cruise missile (ALCM) modern, di kelas yang sama dengan AGM-86 Amerika dan Kh-55 Rusia yang dirancang untuk menyerang berbagai sasaran tetap dan bernilai tinggi.

Konfigurasinya, badan rudal berbentuk silinder dengan dua sayap ditarik, empat tailfins yang bisa dilipat serta engine inlet yang tersembunyi di perut rudal. Namun rudal ini tampaknya kurang memiliki fitur siluman yang signifikan.

Berbasis rudal jelajah (base-land) CJ-10 / DH-10 yang mengadopsi teknologi rudal Kh-55, AKD20 memasuki layanan PLAAF di tahun 2000-an (awalnya disebut YJ-100), bersama dengan pesawat pembawa rudal H-6M yang diubah dari pesawat H-6F. Didukung oleh mesin turbofan hemat bahan bakar, rudal AKD20 dapat mencapai target antara 1.500 dan 2,500 km, tergantung pada payload yang dibawanya. Sebagai senjata strategis, rudal ini mampu membawa hulu ledak nuklir maupun konvensional.

17 KOMENTAR

  1. Betul bung, senjata yg ada di Rusia maupun US,China sdh bisa meng-kloningnya, baik tempur, angkut maupun heli. Hebat tuh Chyber Army nya China. US maupun China bisa dalam waktu bersamaan bisa membuat pesawat. Contoh, F22 tak lama kemudian meluncur J-20. F35 mulai di produksi muncul J-31……Hebat cara mereka meretas dan mendapatkan datanya. Atau mungkin banyak mata2 china yg bekerja di Industri dirgantara US?

  2. harusnya indonesia menghidupkan kembali TU16 ks yang jumlahnya 22 buah itu. dg engine baru, serta avionic baru dg asistensi rusia….agar mampu membawa yakhont, dan KH22 serta KH 15. gitu lhoh….
    atau jangan2 memang sudah banyak yang upgrade dan aktif…….