Bonefish, Trimaran Rudal Nir Awak

42
107

image

Produsen alat pertahanan nasional, PT Lundin tengah dalam proses pembuatan Kapal laut tanpa awak. Bekerja sama dengan perusahaan asal Swedia, SAAB, PT Lundin masih dalam tahap membangun kapal bernama Autonomous Surface Vessel (USV) Bonefish.

Kapal Trimaran Nir Awak, Bonefish (Detik.com).
Kapal Trimaran Nir Awak, Bonefish (Detik.com).

“Kita bekerja sama dengan SAAB. Mereka yang kerjakan teknologinya. Kita yang buat platformnya,” ujar salah satu staf PT Lundin di Indo Defence 2014 Expo&Forum yang digelar di JIExpo Kemayoran, Jakpus, Rabu (5/11/2014). Kapal ini dilengkapi dengan rudal RBS15 Mk3 yang berkecepatan subsonik.

Rudal ini memiliki hulu ledak HET seberat 200 kg. Selain itu kapal ini juga dipersenjatai dengan naval gun 40 Mk4. Tak hanya itu, radar Sea Giraffe 1X 3D yang memiliki berat 150 kg terpasang USV Bonefish ini.

image

Radar ini disebut mampu mereduksi efek lengkung bumi. Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu didampingi KSAL Laksamana Marsetio sempat mengunjungi stan yang menunjukkan prototype kapal tanpa awak ini. Ke depan, PT Lundin berharap agar bisa benar-benar produk unggulan itu secara mandiri. “Kan kita ada transfer teknologi supaya teknisi kita bisa buat sendiri,” kata petugas yang sama. (Detik.com).

42 KOMENTAR

  1. LPG 3 kg mode on:
    Fire in the hole, lpg melon ngglundung!
    Terbukti SAAB Swedia (dan Korsel) paling royal utk urusan alih teknologi aka ToT terutama teknologi yg canggih2 bukan sekedar “menjahit” apalagi menonton orang lain merakit (biar perang sales dan fb semakin panas hehe…)

    • bukan sekedar menjual. mereka mau berbagi.
      mereka melihat potensi dari konsumennya untuk menjadi pemain utama di kawasan.

      bahkan seandainya Indonesia jadi dealer pun tetap ada keuntungannya karena pada saat yang sama beberapa negara yang dipuja-puja sebagai super power pemilik senjata pamungkas tak tertandingi hanya mau menjual secara langsung.

      kalau Indonesia menjadi pusat dealer senjata maka kita bisa menekan Singapura. selama ini merekalah dealer senjata di Asia.

      kalau Indonesia menjadi dealer senjata maka transaksi pembayaran akan singgah di Indonesia sehingga kita bisa menarik pajak.

      kalau Indonesia menjadi dealer senjata maka semakin banyak lapangan kerja dan devisa yang masuk. artinya komponen marketing fee yang ada pada harga jual senjata akan menjadi milik Indonesia. have you ever thought about that?

      pada kenyataannya, selama ini Indonesia tidak hanya menjadi dealer. Indonesia juga merakit dan memproduksi dengan lisensi.

      mari kita absen negara atau perusahaan persenjataan mana yang paling banyak memberi kerja sama, lisensi dan tot? 🙂

      selamat berakhir pekan

      • Utk saat ini masih di pegang korsel, bung x,
        kS, changbogo, KFX, KRI makasar,
        Merakit nya
        Panser tarantula, KT wong bee,
        Utuh nya
        T,50i, rudal shorad, LVT, meriam 120 ,150 mm
        Dilanjut kedua, air bus
        CN 235, CN 295. CN 212. Heli fennec,puma, super puma, cougar, panther, dll
        Dan ketiga, jerman
        Kapal patroli FBR, tank leopard, tank marder KS U209
        Dll
        Swedia baru mulai, KRI klewang, Rudal RBS 70 mk2, bonefish ( klo jadi) gripen ( klo jadi)
        Inggris, radar starstreak , air bus typoon (klo jadi)
        Prancis, bahan peluncur roket, propelen, meriam ceasar, dll

      • Menarik sekali bung Xtrada ulasan anda mengenai peran dealer. Saya tidak anti “menjahit” karena ini juga bagian dari alih teknologi. Sedikit ke luar topik,mungkin ada peran negara dealer dalam case masih bisa terbangnya F-16, herky dll walau RI kena embargo. Tidak ada larangan menjual ke negara “X” (yg kemudian menjualnya ke Indonesia).

      • Setuju Bung@Xtrada, semua kita, mengharapkan terciptanya karya2 hebat dari Putra-i Nusantara. Banyak langkah2 yang telah dan sedang di tempuh oleh Putra-i Pertiwi yang sejatinya tidak terpublis melalui media dan tentunya hal ini mereka lakukan untuk kemajuan dan kedigdayaan Indonesia.
        Ada sebuah artikel yang sangat membangun semangat Nnsionalis dari Bung@Yayan Indocuisin dimana saat ini beliau dan para Dosen lainnya (Bung PS, Satrio, PR dll) sangat jarang bahkan hampir tidak pernah muncul baik melalui artikel maupun komentar2nya. maaf lebay….
        sebelumnya mohon maaf jka salah, ijin copas dah share-nya.

        KU TUNGGU JANJIMU DI SEVILLA

        Ada sebuah teka-teki yang tertinggal dari perhelatan akbar HUT TNI ke -69, di dermaga Ujung, Surabaya, pada 7 Oktober yang baru lalu. Jutaan pasang mata terbetot oleh penampakan makhluk asing yang berbentuk Armoured Personel Carrier(APC) M113. Kendaraan pengangkut militer produksi negeri Paman Sam ini sebelumnya memang sangat sepi pemberitaan, bahkan bisa dibilang sama sekali gak dipublish. Tidak heran jika kemudian banyak pertanyaan tentang asal usul kuda besi tersebut..! Ada yang bilang hibah dari US sang produsen, ada juga yang coba menangkap sinyal kononnya kiriman dari Israel..!
        Sebenarnya saya kurang tertarik untuk membahas item ini, selain terkesan biasa, M113 juga sudah menjadi barang jadul. Di Israel sendiri, kendaraan ini sudah menjadi objek eksperimen untuk membangun sistem unman vehicle pada pasukan kavalerinya. Yang membuat saya berubah menjadi sangat tertarik adalah karena adanya kabar dari sahabat saya yang bermukim di Madrid..! Dia bertanya tentang kabar peran dan penampilan kendaraan tempur yang satu ini dalam upacara dan parade akbar di Surabaya yang baru lalu.
        Yang paling mengagetkan tentu saja tentang jumlah dan negara-negara penyuplainya. M113 APC yang diterima oleh Indonesia akan terdiri dari 2 material body yang berbeda, tergantung pada negara yang menghibahkannya. Perancis menghibahkan M113 APC berbahan baja, sedangkan Spanyol dan Belanda menghadiahkan M113 APC berbahan alumunium. Jumlahnya akan menyamai jumlah AMX13 yang telah kita miliki.
        Ketiga negara tersebut menghibahkan begitu banyak ranpur, sebagai tanda terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan TNI pada mereka. Industri pertahanan di ketiga negara tersebut, mengakui dan merasa tertolong oleh adanya kontrak mega dari TNI untuk jangka waktu yang lama. Di bawah koordinasi Jerman, Kwartet Eropa itu, akan aktif memasok kebutuhan teknologi militer yang diperlukan TNI, baik secara terbuka maupun tertutup.
        Dari M113 APC, PT Pindad diharapkan bisa memasok kebutuhan kendaraan serupa di kawasan Asia dengan memodernisir Anoanya. Sudah hampir setahun, para ahli Indonesia diberangkatkan ke Germany, untuk selanjutnya melakukan perjalanan dinas ke Sevilla, Spanyol..! Disanalah kampus dan semua alat peraga yang diperlukan sesungguhnya berada. Dibalik document pembelian MBT Leopard, Indonesia sukses mengais durian runtuh di kebun tetangga..! Leopard Belanda..? Hahaha..! Its easy..!

  2. angkot/kendaraan umum kalau pakai mobil listrik lalu ditambah sollar cell untuk mengisi baterai lalu pasang generator yg terhubung ke roda jadi ketika mobil berjalan juga menghasilkan listrik. lumayan kalau teknologi ini diterapkan bisa membuat para sopir angkot dan penggunanya ga terlalu pusing kalau bbm naik, cuma teknologi semacam ini masih mahal tapi selanjutnya akan terasa manis.

  3. Bagus juga tuh , kaLau bisa di akusisi juga , Tapi Lebih baik KaLau bisa PT.PAL yang membuatnya , TeknoLoginya yang kita butuhkan , kaLau PT.PAL hanya sebagai supervisi yaa ibarat OUTSOURCHING yang kebagian Tender dari HTPM (Hak TunggaL pemegang Merk!!! )

  4. Menarik sekali bung Xtrada ulasan anda mengenai peran dealer. Saya tidak anti “menjahit” karena ini juga bagian dari alih teknologi. Sedikit ke luar topik,mungkin ada peran negara dealer dalam case masih bisa terbangnya F-16, herky dll walau RI kena embargo. Tidak ada larangan menjual ke negara “X” (yg kemudian menjualnya ke Indonesia).