Mar 212019
 

Rudal jelajah misterius, Iskander buatan Rusia © Military Watch

JakartaGreater.com – Dalam laporan intelijen terbaru Swedia menunjukkan peningkatan kemampuan pertahanan Rusia dan meningkatnya minat China di Eropa hingga ke Arktik sebagai sebuah tren keamanan yang paling penting.

Tertulis dalam laporan tahunan setebal 64 halaman, Badan Intelijen & Keamanan Militer Swedia (MUST – Militära underrättelse- och säkerhetstjänsten) telah meramalkan bahwa wilayah Swedia di tahun-tahun mendatang akan ditandai oleh pertentangan antara Rusia dengan AS dan NATO, yang membayangkan kemungkinan polarisasi.

“Ada beberapa pertanda saat ini bahwa pihak-pihak terkait siap untuk saling mendekati, untuk menangani tantangan keamanan yang ada”, tulis laporan MUST. Menurut Gunnar Karlson, pimpinan MUST, bahwa Rusia terus memodernisasi arsenal serta memperkuat kemampuan militernya.

“Mereka belum terlalu jauh, tapi mereka telah menjadi lebih baik”, kata Karlson kepada surat kabar Eskilstuna Kuriren, yang lebih lanjut menyebut bila Rusia telah memperkuat kehadiran militernya di wilayah Laut Baltik.

Rudal balistik taktis jarak pendek Iskander-M buatan Rusia © Russian MoD

Karlson menggambarkan modernisasi persenjataan Rusia itu sebagai proses yang lambat, namun terus menerus, di mana pesawat dan kapal tua angkatan laut digantikan oleh yang lebih modern dan didukung latihan yang semakin kompleks.

Namun, ia menemukan obsesi rekan negaranya pada robot Iskander baru Rusia di bagian paling barat, wilayah Kaliningrad, sebagai sesuatu yang “sulit dipahami”.

“Saya yakin telah menjadi sedikit sulit untuk memahami fiksasi Swedia pada satu hal, yaitu robot Iskander di Kaliningrad”, kata Karlson, yang menunjukkan bahwa wilayah Kaliningrad juga memiliki sistem rudal lainnya. Iskander juga ada di tempat lain dan mungkin dipindahkan, katanya.

Pemain lain yang diidentifikasi sebagai ancaman dalam laporan tahunan MUST itu adalah China. Menurut MUST, China meningkatkan aktivitasnya di sekitar Swedia. Sebagai akibat dari perubahan iklim, China berinvestasi pada jaringan transportasi di Kutub Utara dalam kerangka proyek Jalan Sutra Kutub. Lebih jauh lagi, semua ini mungkin melibatkan risiko keamanan, begitu China memutuskan untuk mendirikan pangkalan militer di daerah itu, kata bos MUST tersebut.

Pangkalan Militer China yang berada di Djibouti © Screenshot via Google Earth

“Di seluruh dunia, kita melihat keinginan China untuk mendapatkan pangkalan, dengan Somalia dan Sri Lanka sebagai contoh paling terkenal. Pertanyaan apakah China ingin memiliki pangkalan di bagian dunia kita cepat atau lambat akan relevan”, kata Karlson.

Proses China membangun kapal induk dipandang sebagai salah satu contoh khusus dari kemampuannya untuk terus memproyeksikan kekuatan militer di seluruh dunia. Karlson menggambarkan mereka sebagai “simbol keinginan untuk menggerakkan kekuatan militer sesuka hati”.

Awal tahun ini, Polisi Swedia telah menerbitkan sebuah laporan keamanannya sendiri, dan memperingatkan operasi intelijen China dan Rusia di negara itu.

MUST adalah departemen di markas besar Angkatan Bersenjata Swedia yang bertugas memantau setiap ancaman terhadap Angkatan Bersenjata Swedia, seperti intelijen alien, kejahatan, terorisme, sabotase dan subversi.

*alien: orang luar/orang asing