Nov 202014
 

LANUD ISWAHJUDI (19/11),- Tim Pemeriksa dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) mengadakan pemeriksaan pengadaan Alutsista T-50i dan F-16 C/D, di Lanud Iswahjudi. Kedatangan Tim diterima oleh Komandan Wing 3 Lanud Iswahjudi Kolonel Pnb Widyargo Ikoputra, SE., beserta segenap Pejabat di Markas Lanud Iswahjudi, Rabu (19/11).

Dalam sambutan tertulis Danlanud Iswahjudi Marsma TNI Donny Ermawan T., M.D.S., yang dibacakan Komandan Wing 3 Lanud Iswahjudi Kolonel Pnb Widyargo Ikoputra, SE., dalam sambutannya, mengucapkan selamat datang kepada Tim BPK RI, semoga selama mengadakan pemeriksaan di Lanud Iswahjudi dapat berjalan lancar.

Selanjutnya Bapak Edi Witoyo, selaku Ketua Tim BPK RI, mengatakan, selama di Lanud Iswahjudi akan mengadakan pemeriksaan prosedur alur barang yang berkaitan dengan pengadaan Alutsista, apakah tepat sasaran dan bermanfaat, serta mengecek apakah barang yang dipesan/diminta satuan sesuai dengan pengadaan dari pusat. (www.tni.mil.id)

—————————————————————————–

Wasrik BPK RI di Lanud Adi Soemarmo

Komandan Lanud Adi Soemarmo Kolonel Pnb. Agus Radar Sucahyo, dan para Pejabat Lanud Adi Soemarmo, di ruang Rapat Komandan Lanud Adi Soemarmo menerima Tim Pengawasan dan Pemeriksaan Badan Pemeriksaan Keuangan Republik Indonesia (Wasrik BPK RI) yang dipimpin Bapak Abu Hanifa, S.E., beserta  rombongan Tim.

Komandan Lanud Adi Soemarmo dalam sambutannya menyampaikan agar membantu Tim Wasrik BPK RI untuk memberikan data yang ada dengan transparan.   Selanjutnya Komandan Lanud Adi Soemarmo menghimbau kepada Pejabat Lanud Adi Soemarmo agar meningkatkan kerjasama yang selama ini telah terjalin dengan baik.

“Budayakan saling koordinasi dan berkomunikasi, serta saling mendukung dalam setiap pelaksanaan tugas. Karena tanpa dukungan dan kerjasama mustahil tugas-tugas Lanud Adi Soemarmo berjalan lancar. Sebaliknya dengan saling mendukung dan kerjasama yang baik maka Lanud Adi Soemarmo akan lebih maju  lagi”, kata Danlanud Adi Soemarmo. (www.tni.mil.id)

 Posted by on November 20, 2014

  15 Responses to “BPK RI Periksa Pengadaan Alutsista di Lanud Iswahjudi”

  1.  

    PERTAMAAXXX

  2.  

    Asiiik mengamati..

  3.  

    Nyimak

  4.  

    absen

  5.  

    Pengadaan yang ghoib akan dibuka ke BPK atau tidak ya??? Kalo iya bisa ocor alus nih.

  6.  

    absen bung.

  7.  

    SiLahkan monggo diperiksa he he 🙂

  8.  

    TNI AU pengguna setia F 16, kita tunggu F 16 block 60! Baru gress dari Lockheed Martin..info

  9.  

    no coment

  10.  

    semoga pengadaan alutsista tni makin teansparan, sehingga tni makin profesional dan alutsista yg di beli terjamin kualitasnya, ayo panglima TNI reformasi birokrasi di tbh TNI harus terus di galakkan agar TNI makin profesional dan di cintai rakyat, krn bersama rakyat tni kuat.

    •  

      maaf maksudnya ”transparan”

    •  

      transparan beda dengan diumbar om
      mbok ya jangan nyinyir duluan
      di negara demokratis semua penggunaan uang negara harus bisa dipertanggungjawabkan
      bahkan untuk barang yang digembar-gemborkan ghoib (seandainya ada)

      masak mau kembali ke jaman suharto ketika pengadaan alutsista dikuasai broker-broker. salah satu fungsi audit adalah mencegah hal-hal seperti itu.

      •  

        kali ini saya sependapat dgn anda bung xtrada,,
        enak saja, hanya karena alasan barang ghaib BPK ga bole mengaudit semua alutsista, dikhawatirkan anggaran yg sudah keluar jadi ikut ghaib,,,

  11.  

    Suatu Bentuk transparansi pihak TNI sebagai tanggung jawab pengguna uang negara agar jelas uang nya dipakai utk apa saja..tentu hasil audit mngkin tidak akan dipublish ke umum krn menyangkut rahasia negara soal pertahanan negara ya kita dukung langkah BPK dan TNI
    Btw kok Tim BPK juga mampir ke Lanud Adi Soemarmo Solo juga mang di lanud tsb ada Alutsista milik TNI-AU juga ?

  12.  

    Smg ini menjadi awal dari transfaransi ditubuh tni dlm pengdaan alutsista.
    Ini menjadi penting,agar tdk terjadi suudzon dari rakyat yg telah dgn suka rela memberi kepercayaan kpd tni dlm pegadaan senjata yg diperlukan & menggunakannya utk menjaga keamanan negara & bangsa.
    Rahasia itu bagi org lain/musuh,bukan utk kita,khususnya pihak2 terkait,yaitu pemerintah dan dpr.
    Ga mungkin kan tni cm bilang “Kami bth uang sekian utk beli senjata.” tanpa memerincinya.
    Jgn khawatir, mrk semua tahu batasan kok.

 Leave a Reply