Dec 092014
 
IFV Marder

IFV Marder

Jakarta – Pengembangan teknologi alat utama sistem persenjataan (alutsista) menjadi prioritas pengkajian teknologi selama empat tahun mendatang. Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) mendapatkan tugas untuk menciptakan alutsista tingkat tinggi, selama periode Kabinet Kerja.

Kepala BPPT Unggul Priyanto menuturkan, tugas pengembangan teknologi alutsista itu merupakan hasil kordinasi penyusunan rencana kerja dengan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

“Bukan pesanan khusus dari Presiden Jokowi. Tetapi ini program pemerintah unggulan,” jelasnya di Jakarta kemarin.

Unggul mengatakan hasil koordinasi dengan dengan Bappenas itu, mereka diminta untuk mengkaji teknologi pembuatan kapal tempur, middle tank, dan radar untuk pertahanan.

“Akan disiapkan anggaran khusus untuk empat tahun ke depan,” tandasnya. Namun Unggul belum bisa merinci besaran anggaran untuk proyek raksasa itu.

Jika ketiga proyek pembuatan alutsista berjalan mulus, Unggul mengatakan sebagai pencapaian penting. Selain untuk menjaga kedaulatan bangsa, juga bisa mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap perlengkapan tempur buatan luar negeri.

Menurut Unggul kemampuan peneliti Indonesia cukup mumpuni untuk menciptakan teknologi pembuatan middle tank dan pesawat tempur. Yang perlu dikawal terus adalah keseriusan pemerintah untuk mewujudkan program penguatan alutsista itu.

Dalam paparan akhir tahunnya itu, Unggul juga mengatakan BPPT bersama PT Dirgantara Indonesia (DI) telah berhasil menciptakan pesawat udara nir awak (PUNA) atau drone yang diberi nama Wulung. Unggul mengatakan perkembangan terkini PT DI sudah membuat tiga unit PUNA Wulung.

“Rencananya tahun depan ada lima pesanan lima unit PUNA Wulung lagi,” paparnya. Sehingga rencana membentuk satu skuadron (12 unit pesawat) PUNA Wulung dapat segera terwujud. (jpnn.com)

Bagikan :

  35 Responses to “BPPT: 4 Tahun untuk Kapal Perang dan Tank Medium”

  1.  

    Pertamax

  2.  

    yakin?????

  3.  

    Keduax, maaf

  4.  

    kok 4 tahun lagi bung ???? lha biaya pengembangan sejak MEF 1 dan biaya per tahun APBN untuk penelitian mulai tahun 2005 dapat apa ?? kok tank nya mundur 4 tahun lagi .. total 13 tahun dong tank nasional .. waduuhh lama banget yaaa

  5.  

    koq kapal selam gk masuk prioritas ya..

  6.  

    Dananya jangan macet ya…awas kalo besok besok ngeluh kurang dana

  7.  

    hii…. sereeeemmmm…..

  8.  

    Mbah bowo mana mbah bowo ???

  9.  

    apakah RI urgent butuh tank medium?
    sepertinya lebih urgent radar, rudal dan kapal perang ya?
    knp tidak ada pengembangan lpd atau lhd ya?seperti mistral ?
    imho

    •  

      bener bung, hanya saja, darat juga penting,, kemenang peperangan selalu ditentukan di darat..
      tank medium penting SAM penting, radar juga penting, begitu juga dilaut.
      ,, ketika semuanya hancur di tembak pespur lawan,, modal terakhir cuma nya,,, SS2. Manpads,,,ATGM. granat,, yang paling terakhir bgt.. bambu runcing 🙂

  10.  

    RI Semuanya URGENT….

  11.  

    Ane bingung maunya BPPT. Medium tank sdh ada kerjasama dengan FNSS Turki. Untuk pespur sdh ada KFX/IFX. Apa tdk bakal tumpang tindih

    •  

      BPPT itu fungsi untuk mengawasi penguasaan teknologi, namanya aja Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi. Nah nanti ada KKIP lagi yg menjembatani dari riset ke BUMN atau industri strategis…

  12.  

    Ya sdh, buktikn kmampuanmu bppt! Kami tungu hasilnya.
    Ssuatu yg dihasilkn dr inovasi sendiri itu sgt mmbanggakn, aplg itu mmpunyai keunggulan yg mlebihi produk2 luar.
    Sbg bangsa yg berperadaban tinggi kt pst bs brsaing dgn org luar dlm mnghasilkn produk2 unggulan,insyaalloh.
    Kt jgn trlalu brkeluh kesah krn minimnya dana, sbb bs sj itu justru pnyebab trbukanya pngetahuan baru, spt apa yg pernah dialami oleh ilmuwan nuklir kita, katanya.
    Yg pening kita punya kemauan dan semangat juang yg tinggi.

  13.  

    Sebenarnya saran saja, jenis tank medium ini bisa di modif untuk amphibi marinir, jadi satu tank multifungsi.

  14.  

    Ini foto Wulung sudah masuk Industri….

    Payloadnya sebesar 120 kg, nanti pengembangannya bisa membawa muatan senjata. Tapi harus diriset lahi karena daya jelajah, ketinggian, gaya dorong akan turun. Jadi nanti tunggi perkembangannya aja.

    •  

      Salam Kenal Bung Jalo,

      Wulung memang masih kategori basic tapi saya yakini bahwa peneliti2 muda indonesia dapat menjadikan wulung sebagai pesawat bomber dan akhirnya drone buatan indonesia bisa sejajar atau lebih dengan negara maju lainnya.

      Salam NKRI

  15.  

    Ini berpulang dari oknum di BPPT nya bung,kalau semua berniat untuk memajukan dan memutakhikan ALUTSISTA kita saya kira tidak akan sulit kok

  16.  

    Bung Preman senen, saya kasih cerita sedikit, waktu itu ada program beberapa negara belajar Remote Sensing di Jepang. Ada 5 negara yg ikut, ada Korea Selatan, Malaysia, Taiwan, Indonesia dan Jepang sendiri. Saat itu negara2 lain ngirim penelitinya untuk belajar hingga mencapai 10 orang, dan kita cuman bisa mengirim 5 orang dengan anggaran yg tersedia cuman untuk 4 orang. Negara2 lain kebutuhannya sangat2 terpenuhi, malah lebih sedangkan kita harus membagi dana pas2-an 4 orang kepada 5 peneliti yg belajar tersebut.

  17.  

    hmm…ini harus d percepat oleh karna itu pemerintah harus mikir…mikir…mikir…untuk kepentingan keamanan negara ato kepentingan elit politik d pemerintahan terserah pemerintah yg pasti perang sama negara tetangga itu sudah mulai nampak d depan mata…

  18.  

    Radarnya ada Roketnya kok ga y..?? perkembangan Roket RX 550 gmn y..?

  19.  

    sekarang ini semua unit/instansi berlomba2 menunjukkan kinerjanya, positif !…semua nanti mengerucut menjadi satu INDONESIA YG JAYA di semua bidang.

    Menurut penasihat presiden bidang militer Bp. Luhut Panjaitan, thn 2019 anggaran militer diusahakan sdh mencapai USD. 20 Milyar atau setara Rp.246 Triliyun (dgn kurs 1 USD = Rp.12.300,-), artinya 2,5 X anggaran militer di thn 2015 besok, jika dana sebesar itu bisa jadi tdk hanya middle tank & pesawat tempur, tetapi yg lainnya spt Radar, missil, satelit dll juga akan ikut dirancang & dibuat oleh putra2 terbaik Indonesia.

    Kita berharap semua itu dpt direalisasikan krn pemerintah saat ini kelihatan serius dgn konsep yg jelas dari pengalihan subsidi BBM, memberantas illegal fishing sehingga ada penerimaan negara yg besar dari sektor kelautan, menggejot penerimaan dari sektor pajak yg mulai thn 2015 besok ditargetkan akan ada tambahan penerimaan Rp. 600 Triliyun dari sektor pajak dst..

  20.  

    Cobalah berprasangka baik Bung Preman…..
    Bagaimanapun masih banyaknsecercah harapan di sana….

    IMHO

 Leave a Reply