Apr 052017
 

RIO DE JANEIRO – Brazil masih tertarik pada pembelian rudal pertahanan udara dan sistem artileri Pantsir-S1 buatan Rusia, menurut Wakil Direktur Federal Service for Military and Technical Cooperation (FSMTC) Rusia, Anatoly Punchuk, seperti dilansir dari TASS Defense.

“Pembicaraan terbaru dengan delegasi Brasil tentang hal ini berlangsung di forum militer teknis internasional Army 2016. Para mitra dari Brasil mengatakan tema ini tetap pada agenda mereka. Kami berharap untuk hasil yang positif”, kata Punchuk yang memimpin delegasi Rusia pada pameran senjata internasional LAAD 2017.

“Militer Brasil telah berulang kali mengunjungi produsen dan melihat sistem Pantsir-S1 beraksi di lapangan tembak Rusia. Spesialis asing bisa melihat sendiri efektivitas sistem Rusia. Semua target mampu dihantam pada jarak maksimum”, kata Punchuk.

Menurut laporan sebelumnya, Kementerian Pertahanan Brasil berencana untuk mengakuisisi 12 sistem Pantsir-S1 yang dipasang pada chassis yang disediakan oleh perusahaan Rheinmetall Jerman untuk membuat tiga baterai. Sementara itu, perusahaan MBDA asal Eropa menyatakan rencana untuk kerjasama dengan Avibras Brasil untuk mengembangkan sistem pertahanan udara jarak menengah AV-MMA, untuk menyaingi sistem Pantsir-S1 ini.

Pantsir-S1 mampu digunakan untuk melawan target udara, target permukaan dan target dilaut pada ketinggian hingga 15 kilometer. Jarak efektif dari artilerinya adalah 4 kilometer. Kecepatan tembak dari senjata anti pesawat 30 mm adalah 5.000 rpm.

Sistem Rudal Pertahanan Udara MANPADS Igla-S

Rusia telah menyelesaikan pengiriman sistem rudal pertahanan udara MANPADS Igla-S ke Brasil, menurut Wakil Direktur FSTMC Anatoly Punchuk pada hari Selasa (04/04/2017).

“Kontrak tahun 2015 untuk pengiriman MANPADS Igla-S telah dilaksanakan secara penuh”, kata Punchuk. Ini bukan pengiriman pertama dari sistem tersebut ke Brasil. “Mitra Brasil sangat menghargai karakteristik operasional sistem pertahanan udara buatan Rusia”, tambah Punchuk.

Sistem rudal pertahanan udara portable Igla-S dirancang untuk mencapai target udara yang terbang rendah. Tentara Rusia sedang saat ini dipersenjatai kembali dengan MANPADS generasi baru yaitu Verba.

Berbagi

  14 Responses to “Brasil Tertarik Membeli Sistem Pertahanan Udara Buatan Rusia”

  1.  

    Pagi ini jam 9.05 di langit jakarta berderu mesin sukhoi dan f16, melakukan manuver dog fight dan pelepasan Flare.. Tepat di atas BKT.

  2.  

    wah..USA semakin lama semakin ditinggalkan…

  3.  

    Duet mauut S-1 dan S-400, bagus jika melakukan kolaborasi, S-400 tugasnya cegat pespur/rudal, sdgkan S-1 bertugas memblock rudal ASM yg diarahkan ke S-400, pas untuk mengurangi resiko digebukin oleh ayam penyet yg gotong jassm.

    •  

      Konon Kl di duluan rudal yg sebarin metal foil garam sama apalagi lupa diudara kinerja s400 apalagi s1 bisa merosot sampai 95% artinya hanya akan efektif menangkal benda di bawah kecepatan 60km/jam.
      Sepeda onthel aja mampu laju 90km/jam

  4.  

    Tes

  5.  

    Ya ..insya Allah…semoga saja …
    Trio SAM BUK Pantsyir Dan S300/400 …
    Beli nya Dan deploy nya secara komposit …
    Karena semua nya bagus sekali Dan perlu …

  6.  

    Brasil tdk butuh rudal SAM, buat lawan siapa????

  7.  

    Pantsir S1,penangkal udara jarak pendek yg paling kompak menurut saya…laku terus dirimu…kenapa kita gak beli ya?..mahal?..

  8.  

    kita juga tertarik koq

 Leave a Reply