Okt 152016
 

su-35-rusia

Jakarta – Komisi I DPR dan Menteri Keuangan Sri Mulyani sepakat mengupayakan penambahan anggaran pertahanan untuk Kementerian Pertahanan (Kemhan) atau TNI pada APBN 2017.

Upaya penambahan anggaran ini untuk merespon komitmen Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang ingin meningkatkan anggaran pertahanan sebesar 1,5% dari produk domestik bruto (PDB) atau sekitar Rp 250 triliun.

Wakil Ketua Komisi I DPR Hanafi Rais menilai, jika benar terjadi penambahan, minimal anggaran pertahanan sebesar Rp 120 triliun yang merupakan angka terbesar sepanjang sejarah. Dia mengapresiasi Menkeu karena ada komitmen mencari jalan untuk menambah anggaran pertahanan di tengah situasi ekonomi yang kurang kondusif.

”Tadi disepakati Bu Menteri (Sri Mulyani) secara umum untuk mencari jalan,” ujar Hanafi usai raker dengan Menkeu, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu dan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di Gedung DPR, Jakarta, 133/10/2016. Menurut Hanafi, pembahasan anggaran pertahanan pada APBN 2017 memang belum diputuskan. Namun, komitmen yang ditunjukkan Menteri Keuangan diakui sangat positif. Hanafi menjelaskan, pemenuhan 1,5% dari PDB untuk anggaran pertahanan paling lambat terealisasi pada 2019. Itu untuk memenuhi Minimum Essential Force (MEF) tahun 2014-2019.

Dengan banyaknya sumber pendapatan pajak, DPR menilai pemenuhan itu tidak perlu menunggu sampai 2019. Anggaran pertahanan untuk 2017 sangat memungkinkan meningkat sebelum diputuskan di Badan Anggaran (Banggar) DPR. Hanafi mengaku khawatir jika anggaran pertahanan tetap bertahan di angka Rp 104 triliun, kapasitas dan kemampuan TNI khusunya dari tiga matra TNI, yakni darat, laut dan udara, dalam menghadapi ancaman-ancaman di Laut China Selatan dan Filipina Selatan akan terkompromikan.

”Ini selalu menjadi prinsip Komisi I DPR bahwa pertahanan jangan dikompromikan dengan alasan-alasan ekonomi, karena ini soal kedaulatan. Kalau ini diketahui negara lain, berarti kita telah kalah sebelum terjadi perang,” ujarnya.

Menhan Ryamizard Ryacudu memfokuskan anggaran pertahanan untuk memperbarui alat utama sistem persenjataan (alutsista). menurutnya, sudah banyak alutsista yang berusia tua sehingga tidak layak lagi untuk digunakan dan dapat membahayakan keselamatan TNI dan juga masyarakat.

”Fokus penyediaan alat, yakni menambah alat baru. Lihat saja (alutsista) yang tua-tua. Misalnya pesawat, pokoknya yang tua-tua diganti,” ujar Menhan. Menteri Pertahanan membenarkan bahwa Menteri Keuangan dan Komisi I DPR bersepakat bahwa anggaran pertahanan sebesar Rp 104 triliun akan ditingkatkan jika kondisi ekonomi negara membaik. Dia menyerahkan kepada Menkeu dan Komisi I untuk membuat putusan akhir. ”Kami mengajukan saja, jadi DPR itu membantu,” ujarnya.

Sumber : Koran-Sindo.com

Bagikan:

  78 Responses to “Breaking News : Anggaran Pertahanan Akan Ditambah”

  1.  

    Pertamak turbo kah

    •  

      Ngikut 1 bung

    •  

      jika dengan anggaran 100 trilliun, .. kemhan ..ada sekitar 30 trilliun untuk alutsita…..

      maka jika anggarannya 120 trilliun,, berarti ada sekitar 60 trilliun untuk alutsita ……

      CUKUP UNTUK tahap BELI :

      – 08 Sukhoi 35 + persenjataan dan suku cadang ….
      – 08 FA-50 lengkap dengan persenjataan dan suku cadang ….

      – 08 KCR 60 ++
      – 04 KS Lada / Amur Class
      – 50 BTR 4M-i lengkap dengan persenjataan dan suku cadangnya ..
      – 36 MLRS Vampire

      – 50 Panser Badak ( puindad )
      – 50 MBT Armata
      – 12 Batray rudal pertahanan jarak sedang ( hingga 60 km )

  2.  

    mantap

  3.  

    Semoga bisa terealisasi 1,5% nya
    Amiiin

  4.  

    Lumayan dpat premium

  5.  

    Tidak biasanya si @CARIN bergadang…
    😀

    kalau anggaran tahun depan tidak di naikkan aku akan minum kopi campur sianida…
    😀
    🙂
    :p

  6.  

    Alhamdulillah…

    Seperti yang saya perkirakan…

    Btw kemarin yang sewot and SOTOY kepada saya siapa ya?

    hhmmm…

    Sudahlah, mungkin dia kurang piknik…

    xixixixixi… 😀

  7.  

    GOOD NEWS

  8.  

    Jika via CALO pasti jumlahnya hanya 8 unit dan jika TANPA CALO kemungkinan 10 – 14 unit…

    Sukhoi SU35 sudah all in atau kosongan saya kurang paham, akan tetapi saya rasa pesan dalam keadaan kosongan…
    Alasannya karena cantelannya bisa pakai SU27/30 yang sudah TNI AU miliki…

    Tenang Rin…

    F16V dengan si Topan kesempatannya masih 50 – 50 untuk mengisi tempat medium pespur TNI AU kita…

    Tapi kalau boleh jujur, dari pada beli pespur F16V atau yang lainnya lebih baik jika TNI mengakusisi S400 Triumph untuk second striker bila mana ada tamu tak diundang di angkasa kita ini…

    Catatan : Untuk para petinggi militer di Indonesia, semoga anggaran militer tersebut dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya dan sebijak mungkin.

    Semoga tidak ada yang salah beli alutista lagi, terlebih lagi via CALO…!

  9.  

    DALAM SEJARAH MILITER INDONESIA DARI ZAMAN DAHULU HINGGA SEKARANG, BARU KALI INI ANGGARAN MILITER NEGARA INDONESIA MEMILIKI ANGGARAN NORMAL SEBESAR 1,5 PERSEN DARI PDB NEGARA INDONEDIA.

    IBU SRI MULYANI MEMANG T.O.P.B.G.T.

  10.  

    Jika benar, sungguh salut disaat kondisi perekonomian belum stabil,,,

  11.  

    Kenapa nunggu ekonomi membaik, sy fikir rakyat akan menerima walaupun harus naik 500 T pun. Coba lihat India, kondisi nya ga jauh berbeda dengan Ri . Ancaman dah sekliling rumah kita pak. Kanan – kiri – depan – belakang

  12.  

    ini semua karena suksesnya program tax amnesty, uang 3000 an trilyun itu udah berputar menggerakan roda ekonomi Indonesia belum lagi uang kas yg didapat bisa sangat membantu menambah penghasilan negara

    •  

      @sutarjo : Maaf mas bro…
      Tax Amnesty bukan termasuk PDB.
      Tax Amnesty adalah uang csh negara hasil pajak, sedangkan PDB adalah Produk Domestik Bruto.

      Silahkan belajar lagi… 🙂

      •  

        Klu menjelaskan mbok ya benar jangan ngacok,,,, you punya Finance Ministry juga 17 years ago, I said” you a stupid”

      •  

        ada deklarasi harta akan menambah basis perhitungan pajak. Ini artinya ada kenaikan pendapatan negara dari pajak. ini artinya jika ada deklarasi 3000 trilliun, berarti selama ini 3000 trilliun ghoib. Dengan tercatat, maka pemerintah itu dapat memajaki, bayangin jika 10% aja berarti 300 trilliun, tambahan dari sektor pajak.

        •  

          Ini baru komen yg benar…ribuan T itu adalah jumlah DEKLARASI HARTA bukan UANG TEBUSAN pajak atas Tax Amnesty dan betul sekali adanya kenaikan atas Deklarasi Harta yg tercatat bisa menjadi basis/acuan untuk pengenaan pajak di tahun berikut. Tp heran masih banyak warjag yg salah paham dgn hasil tebusan Tax Amnesty..

    •  

      3000an triliun lebih itu hanya dana penampakannya aja bung,, yg selama ini siluman.. dan kebanyakan rata2 dananya dari dlm negeri.. sebenarnya target yg menguntungkan negara itu uang hasil repatriasi, pajak hasil declaire dan uang tebusan.. dari 3 sumber dana trsebut yg bisa diputar untuk roda ekonomi.. bukan jumlah pelaporannya,, karena itu tetep uang rakyat.. banyak warga dimari yg salah kaprah mengenai jumlah tax amnesty..

    •  

      Betul bung Sutarjo….uang hasil tax amnesty u/ diputar melalui investasi dalam negeri yang berpengaruh kpd peningkatan pdb dan smoga uang ini tdk diikutkan program penggandaan di probolinggo.

  13.  

    alhamdulillah. imbas dari tax amnesty kemarin dan kedatangan kembali ibu sri mulyani yang sarat pengalaman.

    120 triliyun bisa di belikan apa aja ya bung..kesejahteraan prajurit juga termasuk kah??

    •  

      https://id.m.wikipedia.org/wiki/Produk_domestik_bruto

      Link diatas memberitahukan artian dari Perdagangan Domestik Bruto atau PDB.

      Anggaran militer Indonesia tidak ada sangkut pautnya dengan Tax Amnesty.
      Karena Tax Amnesty bukan termasuk PDB.

      Dilihat dari hasil PDB Indonesia semoga untuk waktu yang akan datang dapat terkoreksi lebih baik lagi.

      Go BUMN…!

      •  

        ..Anggaran militer Indonesia tidak ada sangkut pautnya dengan Tax Amnesty…

        untuk 2016 bisa aja ada sangkut pautnya bung, prosentase defisit apbn ada batasnya menurut UU, untuk 2016 & 2017 uang tebusan TA akan menurunkan prosentase defisit apbn dan menciptakan ruang bagi tambahan anggaran (kemhan ataupun yang lain) jika dipandang mendesak..

        angka 1,5% pdb/gdp hanya sekedar patokan bagi besaran anggaran kemhan, anggaran riilnya sendiri tetap bersumber dari apbn / bagian dari apbn..

        •  

          belum dana repatriasi (dalam USD), ini berpotensi memperkuat kurs IDR:USD, shg memperkuat daya beli RI thd alutsista impor..

        •  

          Bro ubed…
          Yang berbicara 1.5 persen dari PDB adalah RI 1, Panglima, mentri, anggota DPR dan para pakar militer maupun ekonomi.
          Andaipun anggarannya tetap 120 … tidak terpenuhi dari sekema 1.5 persen PDB itu adalah hak kepala negara akan memakai dana RAPBN atau yang lainnya.
          Setidaknya hanyalah yang menaungi militer dan ekonomi negara yang lebih paham membahas hal ini.
          Ada satu catatan kecil untuk bung ubed, “jika anggaran militer Indonesia tidak ber-rumuskan PDB, maka acuannya akan kacau jika harus mengacu kepada keuangan RAPBN / APBN.
          Btw yang di sebut perdagangan broto diantaranya adalah jasa, eksport dan sebagainya.
          Akan tetapi tidak meliputi Tax / Pajak.
          Karena jika mengikuti aturan yang bung ubed sebutkan, dalam hal ini Ibu Sri Mulyani hingga saat ini sudah menghasilkan -+93 triliun dari -+3.600 srkian triliun.
          Dapat di bayangkan jika TNI mendapatkan 100 triliun dari anggaran militer 2017 + 93 triliun…

          Wahh fantastic..

          •  

            simpelnya gini bung,
            produk domestik bruto (PDB) adalah nilai pasar semua barang dan jasa yang diproduksi oleh suatu negara.
            pemerintah memungut pajak dari penghasilan para pihak yang terlibat dalam proses produksi barang dan jasa tsb.
            pajak tsb + dividen bumn + royalti dari tambang2 pma + bagian pemerintah dari minyak yang diproduksi dengan kontrak bagi hasil dst dsb dihimpun sebagai penerimaan negara dan dikemas sebagai sisi penerimaan dalam apbn.
            penerimaan tsb lalu dibagi2 lagi menjadi anggaran belanja berbagai kementerian dan lembaga sebagai sisi pengeluaran apbn.

            dana tebusan TA juga menjadi penerimaan apbn tahun ybs.

            lalu berapa % dari apbn harus dialokasikan kepada kemhan, digunakan acuan prosentase pdb, jadi hanya angka acuan gak ada hubungan langsung antara anggaran kemhan dengan nilai pdb.

            “jika anggaran militer Indonesia tidak ber-rumuskan PDB, maka acuannya akan kacau jika harus mengacu kepada keuangan RAPBN / APBN”

            tidak benar, lihat grafik anggaran kemenhan negara2 asean dibawah, yang ditampilkan dalam bentuk prosentase thd pdb dan
            prosentase thd apbn masing2.
            angkanya sangat bervariasi dan gak ada istilah “kacau”,

            http://3e48d3x9ina42xth42nsnx17.wpengine.netdna-cdn.com/wp-content/uploads/2015/05/DefenseSpendingGDP_Govt-Spending850.jpg

          •  

            Mungkin pendapat kita bersebrangan, di karenakan basics saya di dalam ilmu tata kelola keuangan ekonomi negara nge-blank…
            Akan tetapi acuan dasar saya adalah ucapan dari RI1, Panglima, Menkeu, BI, dan lainnya mengerucut hanya kepada PDB.
            Mengenai Program Tax amnesti sepemahaman saya tidak ada sistem jasa karena mereka yang termauk di daftar Tax Amnesty adalah orang-orang pengmplang pajak / tax untuk negara.
            Dan sepemahaman saya pajak / tax tersebut diluar dari unsur jasa ataupun yang lainnya.
            Intinya pajak itu adalah pokok untuk negara yang di luar dari jasa atau lainnya.
            Hal tersebut saya kutip dari wikipedia ataupun situs resmi yang menaungi perpajakan dan PDB.

          •  

            @ubed: Apapun pendapat anda, tetap saya akan mendukung untuk yang terbaik bagi NegaraIndonesia ..

            Pece bro 🙂

  14.  

    Aku gak perduli berita ginian..jika ada kata kata masih akan….

    Yang penting wujudnya saja..kayak apa..
    Realisasi..

  15.  

    Kah kah kahh..ndangdutan yukk…

  16.  

    http://googleweblight.com/?lite_url=http://jakartagreater.com/anggaran-militer-indonesia-2016/&ei=2c2Dr4GO&lc=id-ID&s=1&m=86&host=www.google.co.id&ts=1476471184&sig=AF9Nedmn14kcY9vPJtsJYUwf0BKQgU08kg

    Link diatas adalah rencana pembagian anggaran permatra.
    Semoga Pak RR tetap teguh dengan rencana semula dan lebih bijak dalam membelanjakan semua keperluan alutista TNI kita.

    Jangan salah beli lagi ya Pak…
    Terlebih lagi via CALO…

    🙂 🙂 🙂

  17.  

    tax ameti meski tidak langsung akan sangat berpengaruh ekonomi kedepan dan otomatis akan meningkatkan PDB, itu efek dominonya sob, lanjutkan aksi terbaik mu pak presiden jika itu untuk kepentingan masyarakat bersama..

  18.  

    ”Fokus penyediaan alat, yakni menambah alat baru. Lihat saja (alutsista) yang tua-tua. Misalnya pesawat, pokoknya yang tua-tua diganti,” ujar Menhan.

    F16 yang baru dateng itu udah tua juga lho pak…. :v

  19.  

    Pengaruh tax amnesti terasanya nanti saat uang yg di akui (oleh para pelapor harta kekayaan) telah seluruhnya dimasukkan (disimpan/ diputar) kedalam instrumen keuangan yg ditunjuk negara.
    Sementara “uang tebusan” akan berpengaruh langsung thd pemasukan negara, “uang tebusan” ini yg bisa dialokasikan langsung utk peningkatan anggaran belanja alutsista.
    (Sekedar opini tukang tarik kabel)

  20.  

    Hallelujah, maju terus, komandan…
    Jangan lupa naikan gaji pokok TNI & Jalankan
    Program perumahan TNI.
    Memang. Seharusnya NKRI maju,,

  21.  

    aku jg percaya arti yg tua” di ganti, dlm arti yg hibah” di ganti yg baru.. berarti jg akan menambah,. jgn lupa rudal pertahanannya ya pak..

  22.  

    Terimakasih Dimas atas hasil nyata penggandaannya..top banget..

  23.  

    alhamdulillah jadi kayanya beli shukoi 35..,..4ska..
    ayo pak presiden klo bisa kasih 2ratus trilyun lebih ,biar ga curhat , pengen ada “kursi” lagi…seperti jamannya si mbah….yuk urang ngararopi mumuluk isuk isuk sadulurJKGR.!.

  24.  

    Kedaulatan negara adalah harga mati berapapun mahalnya harga alutsista..tolong jgn dilecehkan masalah ini..anggaran sudah tersedia maka jgn berlama lama segera segera penuhi kebutuhan yg diminta tni..ingat peralatan yg baru datang dari jaman pak sby yg sekarang manaaaa?????

  25.  

    Iya wacana males emang

  26.  

    pak rr jg udah tua, knp ga diganti2 ya? krja jg ga becus, untuk apa dipertahanin, pecat aja

  27.  

    Ini dia….absalon class hadir…
    Yang diganti krn alat sudah tua diantaranya frigate ahmadyani class…bukan hanya pesawat dn tank…hehehe

  28.  

    Xixixixi

    Angka 120 Trilyun itu belum pasti. Pastinya nanti pas tgl 20-an Desember 2016 (sebelum libur natal).

    APBNP 2016 untuk pertahanan saja terserap 108 T pada Juni 2016.

    Maka kemungkinan APBN Pertahanan 2017 bisa lebih dari 120 T…

    Yang berikut ini prediksi pembagiannya :120 – 50 (kesejahteraan) = 70
    70 – 30 (operasional dan pemeliharaan) = 40
    40 T untuk belanja modal (belanja alutsista)

    40 T = 40.000 milyar
    40.000 milyar / kurs 13.000 = USD 3 milyar lebih dikit.

    USD 3 milyar per tahun untuk belanja alutsista dapat apa ya ?

    Xixixixi

    •  

      Dari hasil penerawangan perghoiban ane, tahun 2017 dianggarkan 200T, sisa untuk akuisisi alutsista menjadi 120T, sekitar 9 milyar dolar. Bisa buat beli SU-35 1 skuadron, bomber SU-34, 2 iver huidfielth class, 3 kilo class, sama 5 baterai S300/S400 atau Aster 30 samp/t, xixixixi

  29.  

    kata menhan alutsista yg tua2 harus diganti ada yg mau ngomong mau nggati yg tua?
    kelapa tua byk santanya kalo
    orang tua byk pengalamanya.

  30.  

    Lanjutkan

  31.  

    Judulnya kurang pas,kalo bahasa sehari-hari di forum ini adalah:
    Rencana akan di naikkan…..

  32.  

    yg patut di apresiasi menteri keuangan dan komisi 1 , trutama bu sri mulyani, walaupun beliau bidang keuangan, (bukan di bidang pertahanan), tapi tau arti sebuah kedaulatan, dan mau mengusahakan anggaran pertahanan naik, lah menhan cuma pasrah doang, usaha atau retorika kek gimna anggaran bisa naik, dan teken alusista, cuma asal cuap, anggaran pertahanan naik, itu tergantung menteri keuangan dan dpr, kesan nya kaya ga kerja aja nh menhan, bilang 1, 2 tahun ga ada perang udah tau lcs lg panas, tuh dieropa rusia n as udah bersiap2 perang nuklir, ini malah anteng aja, ga ada wibawanya nh menhan..

  33.  

    absen

  34.  

    Lanjukan…

  35.  

    bagus lah beritanya ditengah ekom lagi trend menurun,kalo menkeu melihat perkembang sekarang(gejolak global)

    salam damai selalu:)

  36.  

    josss

  37.  

    Salut untuk pak Jokowi,para anggota komisi 1 DPR,dan bu Sri mulyani yang berkomitmen untuk menaikkan anggaran pertahanan….

  38.  

    Pertamak…..

  39.  

    Syukur deh kl anggarannya naik…

  40.  

    Lucu juga jika masih ada WARJAG yang beranggapan untuk mencapai target anggaran militer Indonesia tidak memakai rumus PDB.
    Mereka beralasan uang Tax Amnesty dapat dijadikan tambahan untuk anggaran militer Negara Indonesia.
    Jika Pak RR mengemukakan keperluan anggaran militer untuk tahun 2017 adalah 120 triliun, pertanyaannya adalah bagaimana jika PDB negara kita tidak terkoreksi naik secara global (total kwartal / catur wulan)
    Hingga saat ini Ibu Sri Mulyani masih mengupayakan untuk mengkoreksi anggaran militer kita dari nilai realitas data terakhir 104 triliun menjadi 120 triliun.
    Karena Closeing akhir tahun Bank Indonesia bisanya sesudah atau sebelum Hari Raya Natal (25 Desember)
    Hal tersebut dikarenakan PDB berkaitan erat dengan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar.
    Rapat interen mentri-mentri yang terkait dengan PDB pun belum dilangsungkan, hanya saja kita mungkin dapat melihat data PDB via internet.
    Kembali lagi ke topik persoalan antara anggaran militer ddngan Tax Amesty.
    Jika ada WARJAG yang beranggapan Tax Amnesty dapat digunakan untuk anggaran militer saya berpendapat berpendapat, “tidak tahu.”
    Mungkin dikarenakan ilmu ekonomi negara secara birokrasi masih blank.
    Intinya jika “hasil” dari Tax Amnesti dapat di gunakan untuk anggaran militer kita, dapat dibayangkan hasil yang akan TNI dapatkan.
    Karena meskipun anggaran militer masih di nominal 104 triliun + “hasil” Tax Amnesty (-+93 triliun) = 197 triliun.
    Angka yang teramat fantastic untuk saya, bahkan TNI.
    Akan tetapi menurut pendapat saya pribadi acuan dasar ratio 1.5 dari PDB adalah yang realitas.

    Kita heboh / WARJAG heboh dengan anggaran militer di forum militer adalah hal yang wajar.
    Terlebih lagi karena kesuksesan program Tax Amnesty kita.
    Lalu bagaimana dengan forum kesehatan, olah raga atau forum-forum yang lainnya?

    Catatan kecil disini adalah, semoga apapun hasilnya itulah yang tedbaik untuk TNI dan juga Negara Indonesia.

    Wassalam..

  41.  

    he he Inilah salah satu bukti nyata.gak usah pencitraan salah satu tekad pemerintah sipil untuk memperkuat TNI .Baik Alutsista apalagi kesejahteraan prajurit selalu dan sangat diperhatikan bahkan lebih baik dari istansi kainya .

  42.  

    pokoknya gw gk mw tau membaik atau tidak gw gk peduli,penambahan anggaran khusus bwt militer wajib hukumnya,,gk bs dtawar2 lgi,dan gk usah nunggu 2019,kelamaan.

  43.  

    Anggaran militer itu tdk perlu di naik kan….
    kesejahteraan rakyat hrs di utamakan,mulai dr kesehatan hingga pendidikan yg hrs ditingkatkan pelayanannya,itu yg penting!
    tidak akan ada perang slm 50th kedepan jd mubazir aja penambahan anggaran,ckp utk byr gaji prajurit aja sdh bgs dan utk 10th kedepan jgn ada lg perekrutan prajurit agar menghemat anggaran,gunakan sdm yg ada…

  44.  

    Wow

 Leave a Reply