May 052014
 

https://i2.wp.com/images.detik.com/content/2014/04/28/5/174045_satelit1.jpg?w=695

Jakarta -PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) melakukan penandatanganan kesepakatan pembelian satelit US$ 250 juta atau sekitar Rp 2,5 triliun. Dari mana uang ini didapat?

Sekretaris Perusahaan BRI Budi Satria mengatakan, anggaran pembelian satelit ini akan didapat dari internal perusahaan, atau kas pribadi BRI. Bank BUMN ini tidak akan mencari uang dari surat utang atau obligasi.

“Kita sisihkan anggaran untuk investasi. Jadi budget yang kita anggarkan US$ 250 juta,” kata Budi saat dihubungi detikFinance, Senin (28/4/2014).

Budi mengatakan, harga pembelian pesawat ini akan berada di bawah US$ 250 juta, karena ada negosiasi yang dilakukan oleh BRI. Kemudian, pembayarah satelit ini juga akan dicicil selama 2 tahun.

“Itu jumlahnya (harga satelit) tidak segitu (US$ 250 juta). Karena proses negosiasi bagus sekali. Angkanya jauh di bawah itu, dan itu dibayar bertahap selama 2 tahun terhitung sejak kontrak. Misalnya, kita siapkan uang Rp 100 juta untuk beli mobil, tahunya dapat harga di bawah itu. Seperti itu,” pungkas dia.

Rencananya, satelit yang diberi nama BRISAT itu akan menjangkau wilayah layanan Indonesia, dan negara-negara ASEAN, Asia Timur termasuk sebagian Tiongkok, sebagian Pasifik termasuk Hawaii serta Australia Barat. BRISAT akan memiliki 36×36 MHz transponder C-Band dan 9×72 Mhz Ku-band.

BRI membeli satelit tersebut dari perusahaan profesional asal Amerika Serikat, Space Systems/Loral, LLC (SSL). Sementara yang meluncurkannya adalah Arianespace yang merupakan perusahaan dari Perancis.

Satelit itu akan memiliki 45 transponder, yang akan digunakan BRI untuk keperluan operasional perbankan adalah sebanyak 22-23 transponder. Sedangkan 4 transponder akan diberikan kepada pemerintah Indonesia untuk keperluan pemerintahan, seperti sensus data kependudukan, data pertanian, dan lainnya.

Proses desain final dan pembuatan BRISAT akan dilaksanakan di pabrik SSL di Palo Alto, California, yang diperkirakan akan memakan waktu 24 bulan. Sehingga diperhitungkan shipment and launch campaign akan dilakukan 25-26 bulan yang akan datang atau sekitar pertengahan tahun 2016 di Kourou, French Guiana.(http://finance.detik.com)

BRI Beli Satelit Rp 2,5 Triliun, Dahlan: Jangan Sampai

Nanti Dijual!

Jakarta -Menteri BUMN Dahlan Iskan mewanti-wanti sejak dini agar satelit yang akan dimiliki oleh Bank Rakyat Indonesia (BRI) jangan sampai dijual. Ia mengusulkan tak boleh ada anak usaha di bawah BRI yang khusus mengurus soal satelit senilai Rp 2,5 triliun tersebut.

“Yang penting adalah kita harus amankan jangan sampai ini nanti dijual. Karena itu tidak dibentuk anak perusahaan di bawah BRI karena kalau dibentuk bisa saja anak usaha ini dijual. Organisasinya harus BRI, itu menjadi bagian,” kata Dahlan usai acara penandatanganan kontrak antara BRI, dengan Space Systems Loral, LLC dan Arianespace, di Gedung BRI, Senin (28/4/2014).

Dahlan mengatakan capaian ini merupakan suatu kebanggan tersendiri bagi BRI. Jika satelit sudah mengorbit 2 tahun mendatang, maka BRI menjadi bank pertama yang memiliki satelit di dunia.

Adanya satelit ini, tak hanya membantu kinerja BRI sebagai bank yang fokus pada kredit mikro di seluruh Indonesia, namun juga bisa menghemat biaya operasional BRI dari sewa satelit yang cukup mahal per tahun.

“Selama ini BRI untuk sewa jaringan komunikasi 1 tahun hampir Rp 500 miliar. Dengan beli satelit ini tinggal Rp 200-250 miliar per tahun. Jadi menghemat Rp 250 miliaran (per tahun),” katanya.

Namun untuk merealisasikan itu, BRI harus merogoh triliunan rupiah. “Investasinya Rp 2 triliun lebih. Sekitar Rp 2,5 triliun,” katanya.(http://finance.detik.com)

Ini Alasan BRI Beli Satelit Rp 2,5 Triliun

https://i0.wp.com/images.detik.com/content/2014/04/28/5/satelit.jpg?w=695

Foto: MoU Pembelian Satelit BRI yang Dihadiri Presiden SBY (Zulfi-detikFInance)

Jakarta -PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) bakal meluncurkan satelit pertama seharga Rp 2,5 triliun pada 2016. Ini latar belakang BRI membeli satelit tersebut.

Direktur Utama BRI Sofyan Basyir mengatakan, tujuan utama BRI membeli satelit ini adalah untuk meningkatkan pelayanannya kepada nasabah.

“Tujuan dari BRI melaksanakan ini dalam rangka pelayanan, bagaimana lebih baik bagi para nasabah. Kedua bagaimana kami mampu melakukan sebaran lebih luas. Komunikasi yang penting,” kata Sofyan ditemui di kantor BRI, Bendungan Hilir, Jakarta, Senin (28/4/2014).

Sofyan memaparkan, saat ini masih ada gangguan-gangguan komunikasi yang menyebabkan layanan BRI terkadang menurun. Karena menurut Sofyan, komunikasi menggunakan kabel saat ini belum begitu optimal. Dengan adanya satelit ini, layanan bisa ditingkatkan.

“Kalau anda diskusi sama BRI, kasir terlampau lama, ATM mati. Itu karena komunikasinya yang kualitasnya rendah atau diturunkan. Kadang pelayanannya cuma 65% kalau lagi sibuk. Itu pelayanan kami terhambat luar biasa, kami tidak bisa memonitor. Kalau ini punya kita sendiri, kualitas menjadi prima. Dan reputasi kita BRI menjadi bagus,” papar Sofyan.

Selain itu, dia juga menjelaskan, dengan kepemilikan satelit yang akan mulai diorbitkan di Juni 2016 ini, efisiensi biaya produksi BRI akan dapat tercapai.

“Rata-rata biaya Rp 400-500 miliar per tahun dan mungkin tahun depan sudah Rp 500-600 miliar per tahun. Umur satelit 15 tahun, dengan nilai investasi Rp 2,5 triliun, bisa dihitung sendiri berapa efisiensinya,” jelas Sofyan.(finance.detik.com)

 Posted by on May 5, 2014  Tagged with:

  132 Responses to “BRI Beli Satelit Rp 2,5 Triliun”

  1. alhamdulillah diposting jg,

  2. “Jangan Sampai Nanti Dijual!” Pesan yang pedas dan bermakna ke mana2… Semoga satelit ini benar2 bermanfaat.

    • Artinya, jangan mengulang seperti INDOSAT, yang berakibat fatal PENYADAPAN yang salah satunya oleh Australia.

      Siapa Presidennya pada waktu itu ????

      • ya itu.. tu..

        masa ga tahu..
        yg itu..

      • Ibu …

        • MBOK DE SI MERAH BERMONCONG PUTIH, SAKIT HATI INI KOLEK INGET PENJUALAN ASET NEGARA YG DIPERGUNAKAN UNTUK MENYADAP INDONESIA SENDIRI. EMANG KONSPIRASI TINGKAT TINGGI YG BENAR2 MATANG, SENJATA MAKAN TUAN

      • Assalamualaikum wr.wb
        wehehehehehe sama seperti bank niaga wehehehehe πŸ˜€
        nanti hati-hati BRI bisa-bisa di jual juga wehehehe πŸ˜€
        bisa sengsara bisnis mikro kalau sampai BRI di jual, la Indonesia bertahan dari krisis gara-gara di topang bisnis mikro πŸ˜€

        kalau salah ya maaf πŸ˜€

        • Kalau sampai bank bagus dijual, saya mau demo meskipun sendirian. Sudah cukup BCA yang dapat Obligasi Rekap 60 T dijual 5 T.

          • Yah harus diusut tuh, siapa pejabat yang dibelakang layar dan menandatangani penjualan BCA, di BI, Kemenkeu, ataupun KKSK ataupun lainnya..
            Pasti ada pertambahan uang di rekening tak terlacak di swiss, ataupun british virgin island…. punya pejabat yang berwenang saat itu…!!!!!

      • Kalo bisa jgn pilih lagi dah pemimpin yg tukang jualin aset” negara…masa rakyat mau nyebur ke lobang yg sama jgn termakan janji” menyesatkan..!!! Ayo semua warjager pilih president yg benar- benar pro: rakyat,nkri & amanah serta jujur.

  3. Ditunggu satelit militernya…

  4. Wuih..mantap..selamat buat BRI..ga nyangka bank bisa mengoperasikan satelit sendiri..sip!

  5. Itu yang trasponder sisanya buat apaan yah? sampai Pak SBY dateng saat MOU :mrgreen:

  6. Kalau pesan satelitnya dari Rusia lebih joss .. Imho .. πŸ™‚

  7. Jangan sampai di jual banteng lagi klaw jadi RI 1 di obral sama is upil

  8. Bung PS. klw menurut analisa hoax bung ps apa? Mohon dibabarkan penjelasannya knp sampe BAnk sekelas BRI hrs beli satelit sendiri bahkan bank besar sekelas mandiri juga blm mpunyai satelit.

    • Kalau dari sisi banknya setahu saya karena BRI masuk sampai pelosok-pelosok. Teman saya yang pernah di situ bilang, untung dari mikro kredit itu besar, dan kreditnya lancar.
      Kalau sisi lain, sisa transpondernya saya nggak ngerti … πŸ™‚

    • hehehe… mungkin dipakai BRI buat cadangan tahun-tahun kedepannya (lurus ya jawabnya hehehe…) :mrgreen:

    • Dan BRI labanya lebih besar daripada Mandiri. Asetnya no 2 setelah Mandiri, lebih besar dari BCA.

      • Apalagi dari bank punya malay….jauh…. :mrgreen:

        • Saya punya sodara di bank malay di sini. Dia sering menggerutu, katanya yang bagian kerja orang sini, sedangkan mereka perintah-perintah padahal nggak lebih pinter. Tapi mereka tetap juragan, asem tenan katanya … πŸ˜€

        • bank malay… CIMB niaga…:) divisi mikro kredit nya namanya Mikro laju niaga…sementara singaporno, membeli saham bank danamon indonesia..dimana per tahun laba bersih danamon sekitar 12-16 Trilyun rupiah per tahun “lari” dibawa ke singapura.

          • Lebih buruk lg perusahaan sing yg beli danamon namanya temasek….tega teganya mereka pake nama warisan majapahit….tumasik alias pulau singa… :'(

          • ada yg mau bagi info bank2 yg d kuasai asing? ……….
            biar klo buka rekening pikir2 dlu…
            biar keuntungannya buat rakyat indonesia aja…
            gk d bawa kluar

      • Betul bung secara ROA BRI plg kinclong dibandingkan mandiri bahkan bca; jika mau count berapa outlet bri gampang; dia hadir di semua kecamatan di seluruh indonesia kecuali di papua belum, smtr di jawa bahkan hadir di bbrp desa atau kelurahan dlm satu kecamatan; nah bisa dibayangkan brp investasi IT dan jaringannya:)

        • Salut buat BRI. sekalian membuktikan bahwa mikro kredit tak bisa diremehkan.

          • BRI payah..!!!!!
            nasabah udah ngantri kayak uler jauhnya, ramai dan padat..!!!
            eee…. kasirnya cuman 1 orang lagi…
            ngerjain satu nomer antrian aja ampe 15-20 menit……

            pas disaranin secara lisan supaya nambah kasir… jawabnya harus ngusul ke pusat dulu, dan prosesnya lama..
            apalagi kalo tanggal 1, gabung dengan orangtua kita para pensiunan yang ngambil gaji di BRI… wuihhh…..

            asem tenan BRI…

        • Yg bs ngalahn jmlh unit BRI y cm kntr pos n babinsa πŸ˜€

          • hahahahahahaha….. kantor pos aja bisa kalah bung, soalnya BRI juga hadir hampir di tiap pasar pasar bung, disitupaling gak ada teras BRI, kalo babinsa sih pasti BRI kalah hehehehehehe :mrgreen:

  9. semoga realisasinya lancar, Selamat BRI
    Hayoo BUMN yang lain??

  10. 10 besarkah

  11. Bung Admin, kok loginnya hilang yak ? :mrgreen:

  12. Wis pokok’e joss. Apalagi bisa meluncurkan satelit sendiri. Sudah ada riset lho meluncurkan satelit (mikro)pakai pespur. Semoga dgn datangnya SU 34 kita bisa meluncurkan satelit pakai pespur. Biaya murah dan berhasil.

  13. jayalah NKRI

  14. Pesan dari pak dahlan cetar membahana.seakan akan dia sudah tau bahwa yg menduduki kursi keperesidenan nantinya adalah mavia yg suka loncat sana loncat sini yg di bawahi ibu2 pkk yg suka menjual dan menggadaikan barangnya…

  15. Yah.. suatu bentuk kemajuan.. semoga manfaatnya dapat dimaksimalkan.. Satelit Militer, ditunggu kehadirannya..

  16. Selamat buat BRI. berarti harapan kedepan BRI akan semakin kuat dari sisi keamanan transaksi dan perluasan jaringan…mari menabung di BRI..hehehe

  17. Jayalah negriku..

  18. Saya cuma bisa hahaha pas baca berita ini. Dibalik berita yang bagus ini ada KENGACOAN BIROKRASI KEMENTERIAN KOMUNIKASI. Jalur orbit satelit dari BRI (BRIsat) entah bagaimana caranya TERNYATA SAMA DENGAN JALUR ORBIT yang telah dipesan oleh Satelit Palapa E punya Indonesia tahun lalu. Keduanya seharusnya akan memakai orbit 150.5 degree. Nggak di Jakarta, nggak di luar angkasa, adanya MACEEET cin. hahaha

    Anyway beberapa ditel ttg BRIsat:

    1. Tipe: Geostationary telecommunication
    2. Berat: 2.500 kg <—- termasuk satelit yang mini
    3. Pabrik: Arianespace, Perancis
    4. Tahun jadi: Mid-2016

    Entah nanti konflik Indosat vs BRI bakal bagaimana, tapi saya sih kok lebih percaya BRI yang make 150.5..80% Indonesia soalnya..hehehe

  19. biar cabang BRI yg online bisa sampai ke pelosok yg tidak di dukung jaringan di darat..maka perekonomian akan semakin maju..@
    maju trs indonesiaku..

  20. PEMIKIRANNYA BAGAIMANA BUMN? SEPINTAS AJA. ANDAI AJA KEUNTUNGAN BUMN DIKUMPULKAN DAN DIPAKAI MENDANAI PROYEK ROKET DAN SATELIT AKAN LEBIH MURAH LAGI JANGKA PANJANG. KITA PENUHI ATMOSPHERE DENGAN SATELIT KITA DAN BISA KITA JUAL JUGA.
    BUTUH PEMIMPIN VISIONER NEGARA INI

  21. Teman2 saya sharing disini aja ya…
    Ini foto puna wulung yg kemarin jatuh…

    Jadi nih Wulung ada 3 PA 08, PA 09 dan PA 10 yg sudah dimodifikasi. Kemarin itu lagi perpanjangan durasi terbang dari sebelumnya 4 jam ke 6 jam dengan jarak jangkauan sekitar 120 Km dari home base. Lalu kekuatan struktur ditingkatkan dari 3,5G ke 7,6G. PA 09 jatuh, yg PA 08 masih disempurnakan dan PA 10 telah mencapai terbang sejauh 150 Km pada ketinggian terbang 6000 ft kearah baringan selatan 125 deg dengan menggunakan sistem komunikasi kombinasi line offset dan sistem satelit iridium, awalnya cuman mencapai 70 km. Sebenarnya PA 09 sudah sanggup seperti PA 10 juman karena ada masalah teknis yaitu meningkatkan ke 7,6G jadinya PA 09 jatuh.

    maaf nyampah ya, berbagi info sedikit

  22. baru saja liat berita di tv, penyambutan tamu negara putra mahkota Brunei. di antaranya pak SBY bersama Ibu negara pak Menlu, dan satu lagi…Pak Pur…kok ada pak pur ya di situ, apakah tidak berlebihan seorang Menhan Ikut menyambut kecuali memang tdk di sengaja atau protokoler biasa. kl Menlu sudah wajar, krn tamu dari luar negeri.
    jadi inget Tulisan Bung Yayan mengenai korelasi Bung Tomo class yg di jual amat Murah ke kita.
    Tulisan bung yayan terbukti perlahan lahan.
    Salut Buat Nara sumber dan Bung Yayan.
    maaf OOT

    • Si Putra mahkota juga datang ke Kemenhan dan Pindad karena mau melakukan kerjasama baik militer maupun alutsista dengan kita. Nah ini kan diwakili menhan, tadi pagi si putra mahkota mendapat penganugerahan warga kehormatan di Kemhan dan siangnya berkunjung ke markas marinir. jangan negative thinking dulu

      • hahahahhaa…kok negatif thinking bung jalo?…justru saya yg awam ini melihat berita di tv yg hanya sepersekian detik.. lgs inget tulisan bung yayan.
        mumpung bung jalo udh nongol mau nanya, bisa lebih spesifik bung kira2 kerja sama alutsista apa yg sedang di jajaki?…

      • Putra mahkota juga mendapat brevet kehormatan dari Kopasus.

        • lha….ini malah bikin tambah bingung bung Ghi, kopassus kita emang sering ngelatih tentara khusus negara lain, apakah brunei termasuk salah satunya?

          • yup betul bung@boom.. pasukan khusus brunei banyak di latih kopassus

          • mesra banget ya brunei ama kita…

          • Setahu saya pasukan khusus yang mengawal Sultan Brunei adalah Gurkha. Kayaknya ada sesuatu di balik pemberian itu .. hehe

          • saya pernah dengar dari salah seorang tentara brunei, katanya yg melatih angkatan bersenjata diraja brunei (ABDB) dari kopassus bahkan sekarang semakin seringl latihan bersama baik angkatan laut dan udara , bahkan kopassus pun latihan bersama pasukan khas diraja brunei

    • hihihihihihih biarkan Bung PS menjelaskan

    • bisa jd koalisi menjelang konflik d LCS bung. maaf nimbrung nih

    • Pangeran pangeran brunei banyak yg keturunan keraton surakarta looh…!! Jadi jgn heran kalau brunei mendekat ke indonesia

    • Bapak nya yaitu Sultan Hasanal Bolkiah itu lulusanRoyal Military Academy Sandhurst Inggris .
      Juga mengantongi berbagai Gelar Militer kehormatan yaitu :
      Air Marshal dari Royal Air Force Inggris
      Honorary Admiral dari the Royal Navy Inggris dari Britania Raya
      Kolonel Kehormatan Khusus Service Group (SSG), dari Pakistan
      Mempunyai “Red beret and paratrooper wings of the Black Hawk paratroopers, dari India
      Warga kehormatan Kopassus dari Indonesia

      Sama seperti Pak SBY yang juga lulusan pendidikan militer Luar negeri
      Fort Benning , dan Fort Bragg, Amerika serikat.,

      Juga tidak kalah Perdana menteri Sonora yang juga lulusan PB (Point Blank ) :mrgreen:

  23. semoga brunei masuk indonesia…biar putra mahkota bs ke bali gratis gak pake visa

    • Ada kemungkinan brunei menjadi negara protektorat seperti monaco di bawah protektorat perancis bung cziege….brunei gak nyaman dengan tetangganya yg sok dikte dan claim sedangkan dgn sing gak sealiran….haromika… πŸ˜€

      Indonesia memenuhi semua kebutuhan brunei…power,wilayah,jaringan koneksi,logistik,pasar dsb….

      untuk negara seunyil brunei gak penting kedaulatan keluar…yg penting hegemoni dalam negerinya diakui,kekayaan negara gak diusik,sultan tetap punya kuasa maka mereka mau membayar berapapun juga….urusan keluar biar indonesia stroong yg mewakili :mrgreen:

  24. Ma’af bung sesepuh…mau tanya?
    klo bolh tau itu satelit yg di beli BRI itu buatan mana?trs akan di luncrkn di mana?

  25. jenius klo menurut ane
    melindungi perbangkanya rakyat kecil
    sekalian ngangkotlah kepentingan pemerintahan
    masih bisa mbonceng tni
    sampai satelit dalam negri jadi….
    biar ga begitu kentara
    ada aja kamulfalsenya………tq
    maaf klo ngawur ……..

  26. Pembelian Satelit BRI tujuan utamanya selain memperkuat jalur komunikasi Internal BRI juga tujuan strategisnya yaitu MEREBUT slot orbit kavling
    Dengan Transporder Yang dimiliki sebnayk 45 transporder saat ini BRI hanya membutuhkan 22 transporder untuk 22 ribu titik komunikasi,, Sisa transporder bukannya dianggurin tetapi BRI punya rencana pengembangan usahanya yang berarti memerlukan titik titik komunikasi baru
    Diperkirakan maximal pengembangan usaha BRI memerlukan 38 Transporder… dalam jangka waktu beberapa tahun,,

    Nah yang bener bener tersisa dan tidak dipakai oleh BRI kedepannya adalah 6 transporder yang bisa melayani 6 ribu titik komunikasi .. bila HOAX nya 6 transporder dipakai oleh pertahanan dan keamanan dalam negeri maka Satelit tersebut bisa melayani 6 ribu titik komunikasi .. Cukup nggak untuk sementara mendukung operasional HANKAM πŸ˜€ ..
    Belum 16 Transporder yang belum digunakan maksimal oleh BRI yang berarti ada 16 ribu titik + 6 ribu titik yang bener bener nganggur
    hehehehe

    • Yups…mantaab dah..kayanya emang sudah diatur begitu bung satrio..!! Sebenernya masalah satelit BRI ini ada sesuatunya/ rempeyek dibalik udang…!!!!!

    • mungkin nyambung dengan finansial operasional pertahanan dimana cuma BRI yang ada disetiap kecamatan di seluruh indonesia. BRI ini strategis banget.

  27. Semoga lancar pelaksanaanya agar bri lebih banyak lagi menjangkau daerah yg terpencil untuk lebih memudahkan masyarakat dalam bertransaksi

  28. Kalau sampai presiden baru ada yang berani ngejual-jual kayak INDOSAT, VLCC Tanker Pertamina dll, bakalan ikut demo abis-abisan nih.
    Mantap BRI, semoga diikuti BUMN nyang laen. Minimal kerjasama dengan luar negeri tapi tetap dibawah kendali kita spt Krakatau-POSCO (utk dpt teknologi selongsong roket/rudal), or sekalian dibeli aset asing seperti INALUM (produsen alumunium terbesar) yg sukses diakuisisi pemerintah diakhir masa kepemimpinan.
    Buat/belinya mati-matian eh jualnya gampang bangetts….

  29. Kok ane gak yakin ya, kalo nih satelit gak da keterkaitannya sama sekali dengan pertahanan kita !!! Jangan – jangan………………..

  30. Wah Bener juga tuh apa yang d kataka’n ama Pak Mentri BUMN???? entar kalau udah ganti mentri BUMNnya d jual nda???????????????

  31. kita berdoa aja BRI satelit engga dijual sama ibu2x pkk,lha wong waktu INDOSAT mau dijual,pejabat intelejen kita dah ngasih saran jangan dijual INDOSAT kalo sampai dijual INDONESIA akan rawan disadap oleh Negara Asing.ibu2x pkk mana peduli yang penting uangnya tambah banyak dan kaya.

  32. Maaf ikut nimbrung … Salam kenal πŸ˜€
    Kalau untuk hoaxnya, mungkin sisa transporder itu sejalan dengan proyek sea ghost dan uav yang akhir akhri ini terus berkembang .
    Maaf asal bicara masih awan .

  33. ” β€œSelama ini BRI untuk sewa jaringan komunikasi 1 tahun hampir Rp 500 miliar. Dengan beli satelit ini tinggal Rp 200-250 miliar per tahun. Jadi menghemat Rp 250 miliaran (per tahun),” katanya. ”
    BRI sewa dari Telkom atau Indosat? Atau perusahaan lain?
    Kalau sewa dari Telkom koq bisa mahal?

    BRI dgn core business di financial koq mengelola bidang yang jauh yaitu telekomunikasi satelit?
    Bukan kah berarti tidak focus di core business?
    Kenapa dgn Telkom, koq bisa kasih harga yg tidak kompetitif?
    Harusnya meneg membenahi Telkom yg selama ini sepertinya kurang fokus ke core business-nya deh. Atau, denger2 Telkom emang skrng udah jadi lebih ke perusahaan financing (maen saham, beli usaha, dll) drpd ke core-nya yaitu telekomunikasi?

    Denger2, ada direktur PT INKA yg dicopot meneg krn “ngotot” mau bangun mobil ringan dgn cc kecil bagi pedesaan (mungkin sekecil kei cars di Jepang) dan diberi komen meneg, “Inka fokus saja di industri kereta”. Tetapi anomalinya, kalo Inka fokus, harusnya untuk KRL, KAI tidak impor bekas dari Jepang?

  34. Awal 2012 anak sepupu gw yg krj di BRI pernah posting status “harus nya bank sekelas BRI punya satelit sendiri, biar gak lemot”, eh skrg bnran beli. Sepertinya jauh sebelum itu memang udah ada rencna pembelian satelit.

  35. setujuu.

 Leave a Reply