Brimob Kembali Gunakan PDL Loreng untuk Tugas Khusus

46
519
Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Pol Sutarman, di Mako Brimob Polri, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Jumat (14/11/2014)

Jakarta — Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal (Pol) Sutarman meresmikan penggunaan kembali pakaian dinas lapangan (PDL) bermotif loreng di Korps Brimob Polri. Sutarman mengatakan, penggunaan kembali PDL bermotif loreng salah satunya untuk menjaga sejarah.

“Berdasarkan keputusan Kapolri, penggunaan pakaian dinas lapangan PDL bermotif loreng secara resmi digunakan kembali,” ujar Sutarman dalam sambutannya pada acara perayaan HUT ke -69 Korps Brimob Polri, di Markas Komando Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Jumat (14/11/2014).

Sutarman mengatakan, fungsi dari seragam PDL loreng ini untuk keperluan tugas operasional Brimob, khususnya bagi anggota Brimob yang bertugas melakukan patroli hutan. Pakaian loreng tersebut, menurut Sutarman, sangat efektif dalam rangka melakukan penyamaran.

“Itu perlu, misalnya saat menghadapi kelompok sparatis,” kata Sutarman.

Pakaian loreng itu, kata Sutarman, hanya digunakan saat melakukan penugasan-penugasan khusus. Untuk hari-hari biasa, Brimob akan tetap mengenakan Pakaian Brimob yang biasa dikenakan.

“Kalau di kota kita tetap pakai pakaian yang mencerminkan identitas polri,” kata Sutarman.

Selama ini, PDL di lingkungan Brimob sudah lama tidak digunakan. Menurut Sutarman, Brimob terakhir menggunakan pakaian loreng tersebut pada era reformasi. (nasional.kompas.com)

46 KOMENTAR

    • Betul put..sebetulnya Brimob itu militer yang berpakaian sipil. Tapi kualifikasinya jangan dibandingkan dengan tentara ya jelas beda. Jangankan dengan Kopassus dengan infanteri biasapun pasti masih kalah. Saya melihat kok reformasi di tubuh Polri masih jauh dari harapan. Mungkin ada baiknya Brimob dilebur ke dalam Densus saja.

    • Memang ada yg bilang klo pendidikan di Brimob dulu (Menpor) mengadopsi pendidikan militer (cerita teman sy yang direskrim) bahkan ada materi camp penyiksaan dan pelolosan. Tp apakah menggunakan kurikulum standar komando? Sy rasa sepertinya tidak. Kurikulum infanteri saja berbeda dengan Komando apalagi paramiliter seperti Menpor dulu. Apakah pendidikan menpor dulu ada hellweek nya? Sy jg belum pernah dengar.
      Yang sy tau kurikulum pendidikan komando, setiap individu di didik hingga batas kemampuan manusia baik fisik maupun mental, dilatih untuk bergerak dalam tim kecil bahkan individu dengan target yang berefek besar buat musuh, dilatih menggunakan berbagai senjata, penyamaran, penguasaan trimedia atau bahkan 4 media (udara, darat, air (permukaan & bawah air), infiltrasi, kontra insurgency, gerilya dan anti gerilya, inteljen, standar kemampuan menembak & para, skill, iq, dan psikologis diatas standar rata-rata pasukan infanteri reguler. Mereka harus sudah menempuh pendidikan infanteri. Klo pendidikan infanteri dengan komando saja sudah jauh berbeda baik dari kurikulum maupun standar kualitasnya, lalu bagaimana dengan brimob? Apakah pendidikan di watukosek juga ada kurikulum guerilla warfare, demolisi, infiltrasi, dan yang lainnya seperti di Pendidikan Komando? Kalo memang ada dan setara Komando, kenapa justeru Kopasus dan dan satuan-satuan khusus lain di TNI yang bertugas di pedalaman Papua, di Aceh, operasi di Ambon baik secara individu maupun tim/unit, terutama dalam hal infiltrasi organisasi musuh dan inteljen nya? padahal itu adalah operasi pengamanan dari ancaman dalam negeri?

      Kalo menurut saya Brimob memang tidak di desain untuk melaksanakan tugas seperti prajurit Komando. Umumnya mereka bergerak dalam jumlah besar personil. Sya belum pernah dengar Brimob saat ini digerakan ke lokasi musuh menggunakan media udara/mobud, permukaan seperti Marinir (penguasaan trimedia yg menjadi syarat salah satu prajurit komando). Ketika di Timtim memang ada yg bilang mereka digerakkan ke sana dengan operasi linud bersama satauan TNI tp sy belum tau kebenarannya.

      Sebetulnya satuan khusus Polri adalah Gegana, cuma ntah kenapa peran gegana saat ini hanya lebih kepada satuan demolisi dan tidak begitu terdengar lg kiprahnya selain itu. Padahal mereka berkualifikasi anti teror juga ketika dibentuk pada awalnya.
      Mohon dikoreksi jika ada yang salah, dan mohon ditambahkan jika ada yang kurang.

      • MenPor (Resimen Pelopor) a.k.a MobRig (Mobil Brigade) adalah sejarah mendasar kepolisian, dibentuk untuk memadamkan pemberontakan2 yg dilakukan tentara (pejuang kemerdekaan) ex: PRRI, dll.
        MenPor a.k.a MobBrig sudah dibubarkan oleh rezim Soeharto karena kekhawatiran atas kemampuan sipil ini yang selalu sukses di medan tempur, tugas terakhir MobRig adalah di TimTim dg misi menyelamatkan Prabowo (Kopassus).
        Adapun BriMob adalah satuan bentukan baru yg kauh berbeda dengan Mobrig (MenPor)

  1. Pakaian Loreng daLam suatau instansi negara pernah di pake kok , jangankan instansi , ormas pun bisa pakek loreng , itu pemuda pancasila loreng juga , begitu juga laskar merah putih loreng juga he he he 🙂 . Buakn suatu hal yg aneh !!!

    • Kalo perang hutan nggak harus kualifikasi komando kayaknya, mereka yang berkualifikasi yudha wastu pramuka juga sudah ditugaskan di medan hutan. Seorang melati 3 yang saya kenal, ketika dulu msh berkualifikasi yudha wastu pramuka dan ditugaskan di Tim-tim dan pada waktu itu tergabung di batalyon infantri dari makasar, sy lupa batalyon berapanya. Dia terlibat operasi pengejaran fretilin, masuk hutan, turun naik gunung, dan setiap hari nya selalu berpindah tempat. Malam istirahat buka bivak, pagi packing bergerak lg. Berhari-hari seperti itu, sampai logistik menipis. Menurut ceritanya, medan nya disana sangat berat.

  2. Sekesar Informasi, Markas brimob di daerah saya ( Tapanuli Selatan, Sumut) sejak kurang lebih 2 bulan lalu sudah mengecat Gapura Besar mereka dgn loreng persis seperti di atas.
    Peresmiannya penggunaan loreng brimob kan baru2 ini, kok markas brimob di daerah saya sudah duluan ngecat gapura dgn loreng ya???

    #heran

  3. iya siih cuma masalah baju doang…tapi ntar di masyarakat ya kalo pake doreng itu tahunya tentara/TNI…hanya karena seragam bikin kacau..sadari dong, jangan asal sejarah2 doang..dulu beda sama sekarang bung..ingat, masyarakat melihat orang pake doreng plus kepala cepak tu model rambut, mesti dianggapnya tentara/TNI…move on

  4. Asal semua tau ya,,ya loreng brimob itu sudah ada sejak zaman perjuangan dulu,,dan itu terserah brimob mau gunakan lagi apa tidak,,dan ga bisa di ganti2 coraknya spy nggk mirip am tentara,,ya mmg gtu warna loreng brimob ijo,,dan satu lagi brimob bukan sipil yg di persenjatai,,maklumlah yang bilang gitu,,cuman orang nggk ngerti

  5. dari dulu klo soal BRIMOB bahasnya sejarah klo DULU klo DULU…. itu DULU bung…. skrg jaman reformasi….. intinya POLISI (TERMASUK BRIMOB) = SIPIL…. menegakkan hukum dan pelanggaran tingkat KRIMINAL apakah mesti pake LORENG ???? klo mau pake loreng dan berkemampuan khusus ya silahkan anda mendaftar masuk TNI AD lalu masuk ke KOPASSUS sana ??? klo hanya pake LORENG tetapi tidak pernah di didik dengan MENTAL LORENG ya itu cuman mau ENAKnya aja buat GAYA GAYA an… klo di tanya mengapa ??? pasti jawabannya ITU DULU GINI… preeetttt DULU ya DULU dan SEKARANG ya SEKARANG sesuaikan donk… anchur reformasi POLRI klo gini….

  6. kalau polri memakai seragam loreng gak ada masalah krena dlu brimob emng menggunakan loreng. yang jadi masalah itu orang sipil yang suka memakai atribut tni polri. baru celana jaket bahkan logo di plat nomer berlambang tni dan polri. subhanallah kasian nasib mereka yang pengen jadi tni dan polri gak kesampaian.