May 062018
 

Presiden Joko Widodo bersama Sultan Brunei Darusalam, Hassanal Bolkiah. (photo: Kantor Staf Presiden – @KSPgoid).

Bandung – Produsen Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista) dalam negeri, PT Pindad siap mendukung Angkatan Darat Brunei Darussalam dengan menyuplai kendaraan tempur (Ranpur) dan senjata. Hal ini merupakan bagian dari tindak lanjut pembicaraan yang sudah berlangsung dalam 3 tahun terakhir.

Pindad juga telah memberikan penjelasan langsung tentang persenjataan dan kendaraan tempur kepada Sultan Brunei Darusalam, Sultan Haji Hassanal Bolkiah pada pameran Alutsista di Gelanggang Olahraga Ahmad Yani, Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta, dirilis RRI.co.id, 4 Mei 2018.

Direktur Bisnis Produk Pertahanan Keamanan PT Pindad (Persero) Widjajanto mengungkapkan kerjasama tersebut untuk pembelian 45 kendaraan tempur lapis baja Anoa 6 x 6 dan senjata SS2. Menurut Widjajanto, Awalnya Pindad berencana untuk membantu Angkatan Darat Brunei melakukan proses retrofit dan membangun “workshop maintenance” di Brunei.

“Asal muasal pembicaraan adalah untuk membantu angkatan darat Brunei melakukan proses retrofit (modifikasi) 45 unit ranpur 4 x 4 VAB buatan Perancis dan membangun workshop maintenance angkatan darat Brunei,” ujar Widjajanto dalam siaran persnya yang diterima Radio Republik Indonesia, Jumat, 4 Mei 2018.

 

Widjajanto mengungkapkan dalam perkembangan pembicaraan, ide pembelian unit baru 6×6 Anoa oleh Angkatan Darat Brunei muncul, karena secara ekonomis pembelian unit baru dinilai lebih hemat daripada meretrofit unit yang lama.

Tim Angkatan Darat Brunei dalam waktu dekat akan membentuk tim uji Ranpur dan senjata buatan Pindad sebagai tindak lanjut arahan Sultan Haji Hassanal Bolkiah dan Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo.

Kunjungan Sultan Bolkiah ke Indonesia merupakan kunjungan balasan atas kehadiran Presiden Joko Widodo dalam perayaan 50 tahun Sultan Bolkiah Bertahta pada Oktober 2017 lalu.

Seperti diketahui, PT Pindad sebagai perseroan terbatas milik negara dibentuk pada tahun 1983. Perusahaan yang akar sejarahnya telah berdiri sejak masa kolonial Belanda itu, aktif memproduksi berbagai alutsista untuk kebutuhan TNI, dan juga telah mengekspor sejumlah produk unggulannya seperti amunisi, senjata dan kendaraan tempur ke pasar global.

PT Pindad selain menghasilkan Alutsista juga memiliki divisi yang menghasilkan mesin industri dan alat berat seperti ekskavator, pengait rel kereta api, motor traksi, generator, traktor hingga crane kapal laut. (RRI.co.id)

Bagikan :

  14 Responses to “Brunei Pesan Panser Anoa dan Senjata Pindad”

  1.  

    Laris manisss,..

    Semoga sukses

    ^ sepertinya si condor milik “negara sok jago sekawasan lagi tengkurep” ??

  2.  

    Model Anoa msh blom bisa move on ya.?

  3.  

    hahaha. prosesnya sama kaya ditempat saya.
    “pak cik, ini produk lama, banyak part yang sudah tidak support sehingga biaya upgrade dan perbaikannya akan sangat mahal. sebanding dengan beli unit baru. saya sarankan daripada memperbaiki dan mengupgrade unit lama yang jam terbangnya sudah tinggi. sebaiknya beli baru saja.saya kasih harga khusus”. hihihi

  4.  

    kenapa gak kapal2 kcr dari pal?

 Leave a Reply