TNI Buat 10 Juta Lubang Biopori

30
62
Panglima TNI Jenderal Moeldoko, Pendiri Museum Rekor Indonesia (MURI) Jaya Suprana, dan musisi Iwan Fals, bersama-sama membuat lubang peresapan air (biopori), di Markas Besar TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (24/9/2014).
Panglima TNI Jenderal Moeldoko, Pendiri Museum Rekor Indonesia (MURI) Jaya Suprana, dan musisi Iwan Fals, bersama-sama membuat lubang peresapan air (biopori), di Markas Besar TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (24/9/2014).

Jakarta – Museum Rekor Indonesia memberikan penghargaan kepada Tentara Nasional Indonesia (TNI) atas pembuatan sekitar 10 juta lubang resapan biopori di seluruh Indonesia. Pendiri MURI Jaya Suprana mengatakan, penghargaan diberikan karena belum ada angkatan bersenjata yang melakukan aksi tersebut.

Belum pernah ada angkatan bersenjata di mana pun yang melakukan aksi kemanusiaan dengan jumlah yang sangat banyak. Perlu dihormati, karena paling memperhatikan lingkungan hidup,” ujar Jaya, saat memberikan sambutan di Lapangan GOR Ahmad Yani, Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (24/9/2014).

Penghargaan yang diberikan berupa kategori rekor dunia piagam pemrakarsa pembuatan lubang biopori dengan jumlah dan lokasi terbanyak. Selain itu, Panglima TNI Jenderal Moeldoko juga mendapatkan rekor dunia untuk aksi donor darah dengan jumlah pendonor dan lokasi terbanyak.

Moeldoko mengatakan, pembuatan lubang biopori ini merupakan salah satu upaya untuk melestarikan lahan, khususnya dalam fungsi biopori sebagai tempat peresapan air tanah. Ia yakin, kegiatan yang tidak hanya dilakukan di dalam lingkungan TNI tersebut dapat mengurangi permasalahan perubahan iklim.

“Kegiatan ini akan berlanjut. Saya akan mobilisasi perusahan-perusahaan melalui program CSR, untuk kegiatan kemanusiaan dan lingkungan hidup,” ujar Moeldoko.

Sementara itu, musisi Iwan Fals yang menghadiri kegiatan tersebut juga mengapresiasi upaya yang dilakukan institusi TNI untuk melakukan program penyelamatan lingkungan hidup.

“Ini kerja nyata untuk bumi. Terima kasih TNI,” kata Iwan. (nasional.kompas.com)

30 KOMENTAR

  1. Kalau bisa di tiap latian di hutan tni bawa bibit pohon apa aja yang penting buahnya nanti bisa dimakan ( rambutan, mangga, duren, nangka, pisang, klengkeng, jeruk, apel, dan buanyak lagi ). Jadi nanti bisa jadi sumber makanan tambahan selain bekal yang sudah dibawa. Ujung – ujungnya latihan gerilya sambil makan buah Ha ha ha ha