Nov 272014
 

Pertamina bangun pabrik pelumas atau grease plant dan Lube Oil Blending Plant modern di ASEAN

Jakarta -Menteri ESDM Sudirman Said dalam waktu dekat akan memanggil Direksi PT Pertamina (Persero). Tujuannya khusus membahas berapa sebenarnya biaya produksi dan impor bahan bakar minyak (BBM).

“Dalam waktu dekat saya akan mengundang Pertamina dan Dirjen Migas. Kita ingin melihat sebetulnya berapa biaya produksi dan impor BBM,” kata Sudirman dalam rapat kerja dengan Komite II DPD RI, di Gedung DPD, Kompleks MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (26/11/2014).

Sudirman mengakui, saat ini banyak sekali pihak yang bertanya-tanya, berapa sebenarnya biaya produksi BBM yang ditanggung Pertamina.

“Orang berbicara macam-macam angka. Bahkan sampai otoritas pemerintahan angkanya tidak dipercaya,” ucapnya.

Sementara ketika dikonfirmasi, Vice President Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir mengatakan, harga biaya produksi atau harga impor BBM semuanya berdasarkan Mean of Platts Singapore (MOPS).

“Pemerintah kan hitung subsidi itu berdasarkan MOPS, itu ada di undang-undang, kurang transparan apalagi. Harga MOPS bisa dicek siapa pun, kami juga selalu rutin melaporkan data impor ke Dirjen Migas dan Bank Indonesia (BI),” tutup Ali. (Finance.Detik.com).

  45 Responses to “Buka-Bukaan Biaya Produksi dan Impor BBM”

  1.  

    Minyak…minyak….
    Hmmmm

    •  

      jangan percaya singaporn alias negeri para MAKELAR. langsung ke negara produsen aja belinya. belom lagi komisi utk makelar-nya, plus makelarnya cari untung sendiri. haduuueh…

  2.  

    – jawaban dari pertamina adalah

    sebuah ketakutan tidak mendasar ….. , bila berani dan tidak ada apa-apa , jawab saja singkat jelas dan padat
    misalkan


    Pihak pertamina akan siap memberikan datanya ( titik ) g usah jelasin proseudral MOPS ato apalah , jelas rakyat sebagian tidak mengerti

    kembali lagi , siapapun ingin memberantas penyelewengan dan kredibilitas negara
    patut kita dukung ( siapapun saat ini )

    OK bang / Mas ?

    •  

      budak-budak singapur dan budak-budak mafia banyak bercokol di pertamina

    •  

      ya tuh Bang, yang riilnya berapa. ngapain pakai patokan harga singapore. semua tau kalo singapore itu cuma broker, kan dia tidak punya ladang minyak. kalo pertamina gak bisa olah minyak sendiri, kasih aja tuh minyak mentah ke rakyat, biar rakyat yang olah. rakyat kita kan pada pinter, olie bekas, minyak jelantah bisa dibeningkan. apalagi kalo cuma minyak mentah, gampang, hik..hik

  3.  

    Sementara ketika dikonfirmasi, Vice President Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir mengatakan, harga biaya produksi atau harga impor BBM semuanya berdasarkan Mean of Platts Singapore (MOPS)…..

    ( saya gagal paham …meniru bahasa warjager) kok singapura lagi singapura lagi…FIR oleh singapura,,kok minyak biaya produksi yg nentu in singapura juga,,,hebat bener ya ,, )

    •  

      Singapura, negara mini yang tidak memiliki kekayaan migas jadi penentu harga? Singapura berkepentingan menguasai 15 juta barel minyak perhari yang melewati Selat Malaka. Bersama Australia, New Zeland, Malaysia dan tentunya Amerika Serikat membuat Pakta ANZUS untuk menguasai jalur perdagangan minyak sampai ke Laut Cina Selatan.

      Negara itulah yang menikmati kenaikan harga minyak, khususnya Petrodollar Amerika Serikat. Sejak tahun 1975 anggota OPEC dipaksa untuk menjual minyak mereka dalam bentuk dolar AS, dan kemudian mengikuti standar minyak AS/NYEMX (The End of Dollar Hegemony, Ron Paul).

      http://m.berdikarionline.com/opini/20141115/kebohongan-subsidi-bbm.html

    •  

      bung Telik sandi,

      singapura adalah titik simpul perdagangan regional bahkan dunia, mops adalah harga rata2 minyak yang diperdagangkan di upil (harusnya berdasarkan data jenis2 minyak + harga + volume masing2)

      ini adalah sekedar angka acuan untuk menetapkan harga minyak produksi kita, jika ingin dihargai = 0 aja seperti teori kwik, tentunya mops gak diperlukan.

      bung rafly,

      baru 8 hari lalu di thread http://jakartagreater.com/bbm/ udah dibahas kelirunya premis kwik,
      andapun aktif memberikan sejumlah komen, sayang anda no comment terhadap sanggahan pada teori kwik tsb.

      jika sekarang teori kwik diangkat lagi, saya tampilkan lagi link dari bung Jalo,
      http://abgaduh.blogspot.com/2004/11/subsidi-bbm-nilai-ekonomi-dan.html

      apa boleh buat klo memang harus muter2 terus diskusinya…

      •  

        sampe skr sebagian masyarakat Indonesia belum sadar bahwa mereka bukan negara pengekspor minyak tapi pengimpor minyak..net importer..artinya membeli pakai harga pasar ..kalo di Asia Tenggara ..pasar minyak itu di Singapura..yg terdekat….knp di Singapura krn disitu kumpul trader minyak..baik dari Arab ..Iran..Amrik dan lain2..makanya di Singapura..ada harga rata2 minyak yg ditransaksikan..krn harga minyak itu berbeda2 tergantung kualitasnya..shg minyak kualitas rendah harus diberikan diskon besar dibanding harga pasar…dulu di jaman Pak Harto ..Pertamina biasanya dipasok dari negara Iran..dgn diskon lumayan gede…Pertamina memilih di Singapura krn alasan praktis aja.. Singapura punya kilang shg minyak mentah bisa langsung diolah dan dikirimkan ke Indonesia dan jaraknya sangat dekat..dibanding bila di Arab Saudi..yg sangat rentan oleh politik..di selat Hormuz.walau mungkin lebih murah.. ..krn pasokan BBM Indonesia kondisinya minus dar kilang sendiri..solusinya sih kalo saya..bangun tangki penimbunan minyak tanah dibawah tanah utk kebutuhan 1 thn..dan bangun kilang sendiri sesuai prediksi kebutuhan yg ada dgn metode kewajiban pemerintah, dan kilangnya harus yg bisa mengolah bbg tipe minyak bukan spt skr yg konon harus crude oil dari Arab yg cocok….kalo punya tangki timbun kita bisa membeli disaat harga minyak jatuh spt skrg..dan stop pembelian kita harga tren naik..atau impor dari negara2 produsen langsung (G to G)..dgn harga flat spt jual beli gas bumi selama ini..
        simpel..yang penting ‘niat tulus’ ada,,,.. dan tdk ada kepentingan yg macam2..masalah ini g ribet..sebetulnya

        •  

          Mungkin karena yang explorasi di ladang minyak kita itu pihak asing, coba tuh pertamina suruh explorasi sendiri jangan cuma jadi pedagang retail BBM. Tuh blok Cepu, blok Dumai kenapa dikasih ke Chevron. Emang Chevron itu siapa yang punya. Ha ha Mr.koboi lah pasti.

      •  

        Bung danu,

        Kadang saya sering bingung dengan anda, satu sisi bung danu selalu menyudutkan kebijakan SBY dimasa lampau di sisi lain anda selalu memback up kebijakan Jokowi walaupun itu salah atau benar walaupun Jokowi saat ini melanjutkan apa yg SBY lakukan kemarin.

        Kwik, Ichsanudin dan banyak ekonom juga ahli permiyakan di Indonesia misinya sama yaitu mempertanyakan dan mencari perhitungan dan mengkritisi kebijakan tentang BBM ini, memang semua adalah sebatas asumsi karena pemerintah tidak mau jujur kepada rakyat, mereka bingung kalau harus menjelaskan yg sebenarnya maka akan mudah para ekonom tersebut mentertawakan sandiwara yg selama ini mereka mainkan.

        http://www.konfrontasi.com/content/khazanah/trisakti-soekarno-diperdagangkan-jokowi-pdip-demi-kuasa-dan-uang-elite-politik-kita

        Dari kemarin saya bicara, sudah saatnya pemerintah berterus terang tentang biaya produksi BBM ini bila mereka ingin tidak ingin selalu dianggap berbohong kepada rakyat. Imho

  4.  

    Libatkan KPK Lebih bagus , saya rasa PERTAMINA tidak akan keberatan , Biar Lebih Transparan dan AkuntabiLitas yg jeLas dan terarah !

  5.  

    Bagus…. Sekarang saatnya kita bicara masalah audit dan buka-bukaan.Selama ini Pertamina terlalu kenyang memonopoli peredaran MIGAS di tanah air Sehingga banyak kejanggalan dalam penetapan harga dan distribusi BBM. Dampaknya terlalu merugikan negara khususnya PETRAL anak usaha Pertamina di singapura.

    •  

      Lho bung, tp bukanya dalam UU pasal 35 thn 45 (kalo gak salah nih) intinya : semua kekayaan negara itu d kuasai negara dan kepentingan hajat umum…kalo gak salah

      •  

        Mungkin kamsudnya bung Richard itu bukan berarti bahwa Pertamina tidak boleh Monopoli, dan harus ada pesaing bla…bla….bla…

        Yang dipermasalahkan adalah, Pertamina tidak pernah transparan dan membuka diri terhadap publik. Publik tidak tau berapa besaran biaya lifting minyak, pengolahan dll…

  6.  

    Kenapa prosesnya harus d singapura? Kenapa bukan d dalam negri (pertanyaan 1)

    Sepikiran ama bung TS, tp mungkn karena trkait harga produksinya kan Singaporn yg proses, jd imbasnya k harga jualnya juga bung..dan mungkin “harga2” lain juga menentukan..maaf jawaban tukang jaga air:-D

  7.  

    Absen

  8.  

    Salah satu pengamat ekonomi-politik dari Universitas Gajah Mada (UGM), Ichsanudin Noorsy, mempertanyakan keanehan perhitungan harga impor misalnya Preimum RON 88 yang dihitung sama dengan harga pasar Pertamax RON 92? Padahal harga produksi Premium RON 88 jauh lebih murah.

    Dengan menggunakan rumus harga produksi maka tersingkap fakta kebohongan yang disembunyikan pemerintah: (1) Pertamina memproduksi sendiri. Bila biaya produksi untuk menghasilkan minyak jadi siap jual di SPBU (lifting, refining dan transportasi) sebesar US$ 10 per barel dengan kurs Rp. 12.000, maka biaya produksi perliternya Rp.754 per liter.

    Dengan asumsi ini, ketika Pertamina menjual harga minyak eceran Premium misalnya dengan harga Rp. 6000 per liter maka ada keuntungan sebesar (6.000-754) = Rp. 5.246 per liter. Bisnis minyak inilah yang tak pernah disingkap.

    Di APBN 2012, tercatat pos pemasukan PPh Migas sebesar Rp.67,92 Trilyun dan Pendapatan Migas Rp.198,48 Trilyun (Total Rp.310 Trilyun). Bila dibandingkan dengan Subsidi BBM saat ini yang mencapai Rp. 240 Trilyun maka pemerintah masih mendapat kelebihan Rp.70 Trilyun.

    Keuntungan ini diperoleh karena Pertamina memproduksi minyak sendiri 890 ribu barel per hari dan setelah dipotong cost recovery (bagi hasil) diperoleh +600 ribu barel per hari.

    (2) Impor minyak. Berapa besarnya keuntungan dari minyak impor yang dipat-gulipat mafia migas—plus SKK/BP Migas—hampir tidak ada yang tahu.

    Bahkan jika pun digunakan perhitungan paling pahit ala Pemerintah dengan asumsi harga tertinggi minyak dunia US$ 120 per barel, kurs nilai tukar tertinggi US$ 1 = Rp 12.000 maka harga per liternya (120×12.000/159)—minus pajak 15%–hanya Rp 9.056 per liter.

    Sekilas asumsi kenaikan harga tampak benar. Tapi jika kita merata-ratakan pengadaan BBM Bersubsidi sebanyak 46 juta barel per tahun (asumsi impor) atau setara 7,3 miliar liter, maka dana yang dikeluarkan buat subsidi hanya (9.056+754×7,3 miliar) + Rp.71,6 Trilyun per tahun.

    Sayangnya Pemerintahan Jokowi-JK bukannya membongkar kebohongan ini tapi berdiri membela kebohongan harga pasar dengan alasan yang itu-itu lagi untuk menaikkkan harga BBM: Beban fiskal.

    http://m.berdikarionline.com/opini/20141115/kebohongan-subsidi-bbm.html

    •  

      pencerahaan..mantap bung

    •  

      sip!!!

    •  

      ada yg luput dari analisa ini …terkadang kurang komprehensif..: 1(satu) liter harga bensin…di Balikpapan itu beda harga krn kilang ada disana juga ladang minyaknya..ongkos angkut ke SPBU sangat murah…tapi pernah kita hitung harga bensin 1 liter di Wamena SPBU..taruhlah ongkos angkutnya bisa sampe tiga ribu sendiri dari Kilang balikpapan kalo langsung sih..bagaimana yg di Tual yg poin to poin…jadi kalo hitung harga pake hitungan market base on Jakarta pasti ngaco semua..krn BBM dijual dgn harga sama diseluruh Indonesia..tapi hitung aja ongkos pengadaannya utk sampe di SPBU diseluruh Indonesia..yg di Rote. dll..maka Indonesia menganut harga minyak yg disetahunkan..baru diambil rata2nya..makanya harga BBM Indonesia sebetulnya dipatok dgn harga2 rata BBM dunia..dalam setahun..begitu juga biaya angkutnya…Jujur orang Dumai dan Balikpapan seharusnya yg bisa beli BBM dibawah harga skr krn ladang dan kilang dikampung mereka…tapi membeli jg dgn harga rata2 nasional…dan sering hilang lagi…rugi bandar kan…

  9.  

    Sistem perminyakan yang korup dan dikuasai mafia yang silih berganti tergantung siapa yang berkuasa, tentu tidak mudah memutus rantai korupsi migas tersebut mulai dari sistem, penyelenggara sampai pengawas kecipratan juga, tapi saya kira dengan menjalankan sistem lama, dengan pertamina yang mempunyai kewenangan untuk explorasi bahkan menjalin kerja sama untuk mendapatkan lapangan minyak baru, tentu akan dapat menambah cadangan minyak kita tidak hanya untuk satu minggu kedepan bahkan bisa untuk 6 bulan kedepan.. (semoga)

  10.  

    teeeeeeertrtrtrtrtrtrtrtrtr

  11.  

    kok bisa dasarnya dr singapura..ga mudeng blass

  12.  

    udah itu urus mh370 yang hilang ato mh17 yg meleduk, gak usah ngurus negara lain

  13.  

    ah mijoen lagi..emang situ pinter…negara loe noh morat-marit

  14.  

    berani ga ,anak perusahaaan pertamina,, PETRAL di bubarin ma pemerintah.

  15.  

    you are so stupid mijoe…open your eyesss…dengan cara seperti ini saja Indonesia tetap kaya dan “donasi” to singapore, sehingga singapore bisa hidup.Kalau Malon ???…takde kuasa..takde wang…Indonesia beli pesawat karena kami kaya dan kami pandai…sekali beli boeing dan airbus ..ratusan…Melon ??? yang ada saja hilang tak ketemu kakaka…Pesawat tempur ?? expired !!! mau beli ??..takde wang…Think again ..

    •  

      Mang negara lu kaya,gak mikirni..sebelum bekicau kayak burung yg gak punya otak di pikir biar gak kayak anak tk lg belajar berdiskusi…pinter dikit napa..coba di lihat berapa anggaran militermu skrng knp di potong…jgn asal jeplak coy kayak anak gak prnah di sekolahkan aja…

  16.  

    Lah, wajar aja kita ngomongnya gede.. GDP PPP kita aja udah ngalahin Inggris, Bung.. He..

  17.  

    Klo pak jokowi n pembantunya bisa membongkar ke bobrokan pertamina dan memberi kebaikan untuk rakyak. Gw yakin beliau akan jadi presiden terpolpuler (legend jadi contoh n panutan anak cucu) dan bs mengalahkan nama besar soekarno. Klo pak jokowi bisa n mau.

  18.  

    ulasannya cocok di jadiin artikel tersendiri nih kayaknya.

  19.  

    Ga usah nyolot!
    Buka saja berapa sbnrnya.
    Pak menteri benar kok, memang banyak pihak yg ingin mengetahuinya, bhkn rakyat kecil jg ingin tahu sekali.
    Terus kenapa sih kita justru menggunakan harga biaya produksi dan harga import berdasar mops, diundangkan lagi.
    Katanya negeri besar. Kok malah ngikut si upil.
    Bikin gedek aja.
    Btw, rakyat setuju tuh klu petra dibubarkan, bikin boros aja.
    Pak menteri, efisiensikanlah pertamina!
    Rakyat ada dibelakangmu kok.
    Mat bekerja!

  20.  

    Mantap kali bung perhitungannya.
    apakah sekarang bisa dikatakan BBM Subsidi Rakyat ke Pemerintah?
    Biasanya buang Danu punya jawaban yang lebih spektakuler dengan link2 nya.

    Nyimak dulu karena masih awam dengan per BBM an

  21.  

    Hasilnya diumumkan ke Masyarakat melalui Media Massa..karna selama ini masyarakat umum sebagai user & obyek penderita sering bertanya2 sebenarnya berapa sich hitungannya angka yg msh di SUBSIDI..Toh yg di SUBSIDI selama ini OKTANnya jg diKURANGI..

  22.  

    pertamina emang hrs transparan soal biaya produksi, mulai saat ini pertamina hrs di isi org” yg kredibel. PR untuk pemerintahan jokowi jk adalah membangun kilang baru dan bubarkan petral, dan indonesia MAMPU. asal pak jikowi serius pasti bisa. rakyat nendukung anda pak presiden, berikan yg terbaik untuk rakyatmu.

  23.  

    Berdasarkan yang saya tankap dari analisis rekan-rekan, berarti permasalahan utamanya ada di tubuh PERTAMINA. Dirut Pertamina beserta jajarannya harus disidang.

    •  

      Logika nya jangan di putus sampai disitu bung, Pertamina adalah BUMN maka dirut beserta jajarannya harus bertanggung jawab kepada kementeri BUMN kemudian Menteri adalah pembantu Presiden otomatis dia harus bertanggung jawab kepada Presiden… maka Presiden lah beserta pembantunya yg harus menjelaskan kepada rakyat dalam hal ini ada 3 kementerian yaitu BUMN, Keuangan dan ESDM. Imho

  24.  

    amrik adalah kasus khusus karena kemampuannya memproduksi shale oil.

    http://www.saudigazette.com.sa/myfiles/Images/2013/01/29/ec09.jpg

    perhatikan pertumbuhan produksi 2 area ladang shale oil yang besar, bakken dan eagle ford

    •  

      harga break-even dari bakken dan eagle ford masih dibawah harga minyak mentah WTI ($72.74/barrel) dan brent ($76.78/barrel)

      http://static.cdn-seekingalpha.com/uploads/2014/4/969164_13963948658865_rId16.jpg

      dari paper Mamdouh G. Salameh, (World Bank – Oil Market Consultancy Service);

      …the shale oil boom in the United States would not be easy to replicate in the rest of the world. As to shale oil’s current production and supply prospects, total US production from known “main” plays is projected to increase from about 1 million barrels a day (mbd) in 2012 to 2 mbd in 2020 possibly reaching 3 mbd from 2025 onwards…

      salah satu alasan mungkin karena teknologi ekstraksi shale oil, hydraulic fracturing / ‘fracking’ belum dikuasai banyak negara…

      (“Fracking is the miracle that has brought down gasoline prices,” said Phil Flynn, a senior market analyst with the PRICE Futures Group. Flynn said the rise in the number of wells, and developing and expanding the system to refine and transport shale oil, are game changers for U.S. energy independence -voanews.com)

  25.  

    Say goodbye petral say welcome new mafia migas…..

  26.  

    sebagai perbandingandi Malaysia harga pertamax setara dengan Rp. 7.000 (2 ringgit), harga gas / liter Rp. 3.000 (1 ringgit),

    bagaimana dengan di Indonesia…?!?

  27.  

    suatu barang akan berharga jika dibutuhkan banyak orang & jumlahnya terbatas, di luaran sana banyak minyak murah bahkan gratisan (modal beceng kyk asu gangbang eirak), ada venezuela, ai-ran, azerbaijan, nigeria, angola, dll karena suplai melimpah harga drop, kembali ke kalimat di atas akan berharga jika….&….

    jadi…. (wah butek nih, gitu aja deh komennya)

 Leave a Reply