Mei 162019
 

Jet tempur Rafale di RIAT 2009 © TIm Fence via Wikimedia Commons

Menteri Pertahanan Bulgaria Krasimir Karakachanov mengatakan pemerintah dapat meminta parlemen untuk memulai negosiasi dengan Swedia atau Italia untuk pengadaan jet tempur untuk Angkatan Udara Bulgaria jika pembicaraan yang sedang berlangsung dengan AS gagal.

Negosiasi dengan AS untuk akuisisi jet tempur F-16 Block 70 baru masih berlangsung, karena tidak ada kesepakatan mengenai harga pembelian, kata Karakachanov pada Selasa, berbicara di radio publik BNR.

“Sebagian dari penawaran mengenai harga tidak memuaskan, itu sebabnya kami melanjutkan pembicaraan. Kami harus memperhitungkan harga, paket layanan dan tenggat waktu pembayaran,” kata Karakachanov. “Jika kita tidak berhasil di sini, kita dapat meminta parlemen untuk mengamanatkan pemerintah untuk memulai negosiasi dengan Swedia atau Italia.”

Pada awal 2019, Swedia mengkonfirmasi bahwa tawaran mereka masih berlaku dan Swedia siap untuk memulai pembicaraan lagi jika Bulgaria gagal mencapai kesepakatan dengan AS, tambah Karakachanov.

Pada bulan Januari, parlemen Bulgaria mengamanatkan pemerintah untuk menyiapkan rancangan kontrak untuk pembelian jet tempur F-16 Blok 70 dan mengadakan pembicaraan dengan pemerintah AS mengenai kemungkinan kesepakatan.

Pada bulan April, perusahaan kedirgantaraan dan pertahanan AS Lockheed Martin mengatakan bahwa jika Bulgaria dan AS mencapai kesepakatan, pabrikan itu dapat mengirimkan jet tempur F-16 pertama pada akhir tahun 2022.

Pada Juni 2018, parlemen Bulgaria menyetujui rencana akuisisi pesawat tempur yang kompatibel dengan NATO dalam dua tahap. Tahap pertama termasuk pembelian hingga delapan pesawat tempur senilai total sekitar 1,8 miliar lev (US$ 1,1 miliar / 920,3 juta euro).

Pada Oktober 2018, Bulgaria mengatakan bahwa AS, Swedia, dan Italia telah menanggapi permintaannya untuk proposal pengiriman hingga 16 jet tempur untuk menggantikan armada pesawat tempur Angkatan Udara Bulgaria buatan Rusia.

AS menawarkan untuk memasok jet tempur F-16 atau F-18 baru, Saab menawarkan untuk memasok pesawat tempur Gripen C / D baru, sementara Italia menawarkan pesawat tempur Eurofighter bekas.

Seenews

 Posted by on Mei 16, 2019

  7 Responses to “Bulgaria Bisa Pilih Gripen Atau Rafale Jika Kesepakatan Dengan AS Gagal”

  1.  

    Bung Diego. Itu kok antara judul dan isinya berbeda.?
    Judul Gripen dan Rafale tp isi artikelnya kok Gripen dan Eurofighter.?

  2.  

    Hbs minum ni

  3.  

    sdh kebiasaan kl si amer itu suka mempermainkan suatu negara yg manakala membutuhkan pesawat buatan amer.
    nanti giliran mereka berpaling.si amer buru2 merangkul lagi.

  4.  

    Tuh, anggaran TNI dah naik dikit tuh. Dari 107 Triliun jadi 126.9 triliun….

  5.  

    Dassault Rafale yang mendapat julukan “Squall” dalam Bahasa Inggris) merupakan pesawat tempur serbaguna generasi 4.5, bersayap delta, dan bermesin dua buatan Perancis yang dibuat oleh Dassault Aviation. Rafale dirancang sebagai pesawat yang tidak hanya mampu berpangkalan di daratan, tetapi juga bisa dioperasikan di kapal induk. Program pesawat Rafale terdiri dari tiga versi pesawat tempur mesin-kembar multi-peran, versi kursi tunggal Rafale C, versi kursi ganda Rafale B dan versi AL (kapal induk) yaitu Rafale M. Tiga versi pesawat tempur ini dilengkapi dengan mesin, sistem tempur dan navigasi, sistem managemen pesawat dan sistem kontrol penerbangan yang sama. Mereka semua dapat melakukan semua tipe misi dari penyerangan daratan sampai superioritas udara…https://militerhebatdunia.blogspot.com/2016/09/dassault-rafale-pesawat-tempur-multi.html