Aug 072017
 

Maluku – Menteri BUMN Rini Soemarno melaksanakan kunjungan kerja ke Provinsi Maluku selama 2 hari dengan menggalang sejumlah BUMN untuk mengembangkan potensi ekonomi di pulau terdepan Indonesia, Pulau Moa dan Pulau Liran serta ke Timor Leste.

Didampingi Bupati Maluku Barat Daya, Barnabas Orno, Pangdam XVI/Pattimura, Mayjen TNI Doni Monardo, Rini Soemarno tiba pada Senin pagi sekitar pukul 05.10 WIT atau 03.10 WIB di Pulau Liran.

Ikut serta dalam rombongan sejumlah Dirut antara lain, Dirut Bank Mandiri Tbk, PT Bank BRI Tbk, PT Bank BTN Tbk, PT Taspen (Persero), PT Pos Indonesia (Persero), PT Jasa Raharja (Persero), PT PLN (Persero), PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), dan PT Pelni (Persero).

Sewaktu menginjakkan kaki, Rini Soemarno disambut tarian dan musik tradisional untuk kemudian langsung menuju Pantai Tugu Tapal Batas Pulau Liran yang berbatasan langsung dengan Timor Leste.

Di lokasi sebuah perbukitan dengan ketinggian sekitar 50 meter, Rini Soemarno beserta rombongan mengikuti upacara pengibaran Bendera Merah Putih.

Selanjutnya Rini Soemarno mengunjungi SMK Perikanan dan Kelautan di Desa Ustutun untuk meninjau Broadband Learning Center yang merupakan bantuan dari Telkom Indonesia berupa 2 unit perangkat Indihome Sky sekaligus 15 perangkat komputer dan satu unit proyektor slide.

“Penyerahan bantuan BUMN kepada masyarakat adalah bentuk kepedulian perusahaan milik negara kepada masyarakat melalui program BUMN Hadir Untuk Negeri,” kata Rini Soemarno.

Menteri BUMN menambahkan bahwa BUMN sebagai perusahaan kepunyaan negara harus hadir di tengah masyarakat terutama di daerah perbatasan, terluar dan terdepan.

“Usaha mensejahterakan masyarakat harus terus dilakukan. BUMN dapat saling bersinergi untuk mewujudkannya,” tegas Menteri BUMN.

Pulau Liran merupakan etalase Indonesia. Masyarakatnya sekitar 235 Kepala Keluarga dengan 1.118 jiwa, umumnya bermatapencaharian sebagai nelayan.

Pulau Liran disebelah Barat Pulau Wetar

Selanjutnya Menteri BUMN Rini Soemarno menuju Tugu Pos di Desa Manoha, sekaligus menyaksikan peresmian pemberian kode pos bagi Kabupaten Liran.

Setelah itu, Rini Soemarno mengunjungi menara Base Transceiver Station (BTS) kepunyaan Telkomsel di Desa Ustutun yang baru dioperasikan.

Selama ini, warga di Pulau Liran hanya bisa menikmati jaringan telekomunikasi seluler kepunyaan operator telekomunikasi Timor Leste, Telkomcel.

“Dengan adanya jaringan Telkomsel, komunikasi warga dan kegiatan perekonomian di wilayah ini diharapkan bisa meningkat,” ujar Rini Soemarno.

Pada akhir kunjunganya, Rini Soemarno menyempatkan diri mengunjungi Lapangan Desa Ustutun untuk bertatap muka dengan masyarakat, penyerahan bantuan lainnya secara simbolis oleh sejumlah BUMN yang ikut serta dalam rangkaian kerja tersebut.

Sekitar pukul 10.00 WIT Rini Soemarno kembali ke Pelabuhan Liran untuk selanjutnya menaiki kapal bertolak ke Dili, Timor Leste.

Di negara Bumi Lorosae itu, Menteri BUMN Rini Soemarno dijadwalkan mengunjungi kantor Bank BRI, Kantor Bank Mandiri dan Telkomcel di Kota Dili. Dirilis Antara 7 Agustus 2017.

  11 Responses to “BUMN Kembangkan Potensi Ekonomi Pulau Liran”

  1. Peluk kembali timur leste dan jadi kan propinsi kita ???

  2. duri kecil yg sempat mengoyak ibu pertiwi

  3. Ga perlu lagi tu Timor Leste, kita urus tu pulau2 terluar kita diperbatasan,
    Bangun dan kembangkan industri disegala sektor bila perlu buat pabrik senjata yg sekira bisa merekrut tenaga ahli kita yg berserakan di seluruh dunia.
    Bangsa ni kaya bersatulah wahai pr pengusaha . Jangan biarkan banyak bertambahnya ank jlnan, selamatkan dan didik serta arahkan agar mereka punya ketrampilan yg berguna.
    Bangun pusat pendidikan terpadu diberbagai daerah supy tdk ada lagi anak jlnan.
    Setelah mereka punya ilmu , siapkanlah lapangan kerja yg sesuai dgn skillnya. Buatlah transmigrasi di pulau2 terluar yg masih kosong jadikan area lapangan kerja / industri baru . Ingat Batam dulu adalah pulau mati kini Batam jadi central bisnis di Kepri.
    Kini ada Natuna yg belum terurus dgn baik, disana ada lahan gas yg infonya terbesar di Asia dan jg hasil bumi yg lainya ,namun terlalu banyak pungli yg menghambat masuknya pr INVESTOR.
    wahai Indonesia bangkitlah dari keterpurukan ekonomi yg hampir 40an tahun rakyatnya telah dibodohi hanya dgn janji manis pr elite politik yg ga punya nurani , uang RKYT habis dikorupsi giliran mau bangun negri kini harus kelabakan..
    Omdo dimana2 hmm
    Oh Indonesia yg besr jadilah negri yg kokoh

  4. Indonesia tanpa timur Leste gak ada efeknya
    tp Timor Leste tanpa Indonesia modar
    kena bagian keperluan disana impor Dr Indonesia

 Leave a Reply