Oct 162018
 

Duta Besar AS untuk Filipina Sung Y. Kim dan Sekretaris Pertahanan Nasional Filipina Delfin N. Lorenzana saat serah terima Sistem Instalasi dan Respon Misi Khusus (SABIR) © Kedutaan Besar AS untuk Filipina

JakartaGreater.com – Air Intelligence and Security Wing (AISW) ke-300 Angkatan Udara Filipina (PAF), yang berbasis di Pangkalan Angkatan Udara Benito Ebuen, Pulau Mactan, telah menerima perlengkapan Special Airborne Mission Installation and Response (SABIR) untuk digunakan pada pesawat angkut C-130 yang diidentifikasi sebagai C-130T, nomor seri PAF 5040, seperti dilansir dari laman IHS Jane.

SABIR memungkinkan pesawat C-130 Hercules untuk dikonfigurasi ulang dalam peran intelijen, pengawasan dan pengintaian (ISR) melalui pengenalan port dan atau penopang beban, sebuah pintu paratroop baru dengan jendela observasi gelembung, sebuah rak avionik, tempat kerja taktis, tempat ejektor dan kursi operator.

Mengenai aplikasi tertentu untuk Angkatan Udara Filipina, situs Airdyne melaporkannya sebagai penggabungan L-3 Wescam MX-15 HDi elektro-optik imager serta varian dari radar X-band (8 hingga 12,5 GHz) EL/M-2022 buatan Elta Systems, Israel.

Kemampuan baru Angkatan Udara Filipina ini telah didanai Prakarsa Keamanan Maritim untuk Asia Tenggara (MSI) dari AS, dengan paket SABIR senilai $ 15,1 juta dan dikatakan mencakup pemasangan sistem dan pemeliharaan bersama dengan pelatihan awak yang diperlukan.

Penempatan SABIR digambarkan sebagai menyediakan kemampuan ISR canggih “tanpa mengorbankan fungsi utama pesawat host sebagai pesawat kargo”. Pengenalan SABIR dalam inventarisasi PAF karena dapat meningkatkan kesadaran domain maritim militer, kemampuan komando dan kontrol, kontra-terorisme udara, dan bantuan kemanusiaan serta bantuan bencana (HADR) bagi Filipina.

 Leave a Reply