Mar 102014
 
Cadangan Devisa Indonesia 2014 Meningkat

Cadangan Devisa Indonesia 2014 Meningkat

Cadangan devisa itu dapat membiayai 5,9 bulan impor atau 5,7 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

Jakarta – Bank Indonesia mencatat cadangan devisa Indonesia pada akhir Februari 2014 naik 2,09 miliar dolar Amerika Serikat dari 100,65 miliar dolar Amerika Serikat menjadi 102,74 miliar dolar Amerika Serikat.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Tirta Segara, dalam keterangannya, di Jakarta, Jumat 08/03/2014, menyebutkan, jumlah cadangan devisa itu dapat membiayai 5,9 bulan impor atau 5,7 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

Menurut Segara, jumlah tersebut juga berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor.

BI menilai akumulasi cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal dan menjaga kesinambungan pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan.

Gubernur BI, Agus Martowardojo mengatakan peningkatan tersebut disebabkan mulai masuknya capital inflow yang lebih tinggi daripada biasanya pada bulan lalu.

“Ternyata capital inflow Indonesia sampai akhir Februari itu lebih besar dari sepanjang tahun 2013, kita selama dua bulan ini lebih besar, tentu ini yang berpengaruh bagi cadangan devisa kita,” ujarnya di Gedung BI, Jakarta, Jumat (7/3).

Agus merincikan inflow dalam dua bulan terakhir total adalah Rp 36 triliun. Hal itu merupakan gabungan dari Surat Utang Negara (SUN) dan saham. Sementara di sisi lain pada tahun 2013, nett inflow Indonesia hanya Rp 28 triliun.

Tidak hanya itu, peningkatan cadangan devisa juga dipengaruhi dengan adanya kinerja ekspor impor Indonesia yang dalam beberapa bulan terakhir menunjukkan angka positif yang berhasil mencatatkan surplus.

“Ini ada confidence terhadap kondisi Indonesia,” jelas dia.

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada Januari 2014 meningkat menjadi USD 100,7 miliar. Angka tersebut naik USD 1,3 miliar dari posisi akhir Desember 2013 sebesar USD 99,4 miliar.(Antara).

  20 Responses to “Cadangan Devisa Indonesia Naik 2,09 Miliar USD”

  1. pertamina

  2. Rupiah kini menuju menjai stabil Rp10000.

    Ekonomi kuat, program MEF alutsista bisa dipersingkat. 😀

  3. Dari 10,65 menjadi 102,74an naik 92,09,,,,!!!!!
    Mohon dikoreksi ulang bung admin!

  4. Mudah2an Alloh memberikan kemakmuran pada Negri tercinta ini dan di berikan sosok2 pemimpin yang nasionalis dan memikirkan rakyat.
    Amin ya Robb,

  5. awalnya saya agak panik dgn langkah yg ditempuh pak agus marto ini pas awal gejolak ekonomi malah terkesan panik yaitu interfensi pasar utk menahan pelemahan rupiah yg hanya membuang devisa saja dan menguntungkan para spekulan. Tapi sekarang syukurlah sdh sadar shg beliau cukup membiarkan nilai rupiah pd ekuilibriumnya sesuai dgn fundamental perekonomian kita.

    Krn sia2 saja menguatkan harga rupiah kalau defisit perdagangan kita tetap tinggi. Justru utk mengurangi defisit perdagangan kita, nilai rupiah hrs lbh kompetitif shg barang2 kita lbh murah dibandingkan dari luar negeri. Dgn rupiah yg lemah tdk hanya menaikkan ekspor jg menurunkan impor krn praktis harga brg impor akan lbh tinggi yg membuat konsumen kita dipaksa utk mencari pilihan alternatif lain utk membeli brg lokal sbg brg substitusi.

    Kenaikan cadangan devisa ini akan memberikan kepercayaan kpd para investor utk lbh masuk lg ke pasar dlm negeri yg sgt potensial dan menguntungkan.

    Indonesia hrs belajar dari krisis 98 kemarin dimana negara dgn perekonomian lemah ada kemungkinan utk selalu diintimidasi, disisi lain kita hrs melihat cina dan rusia dimana tdk ada satupun negara yg berani mendikte mereka krn mereka merasa sgt tergantung perekonomiannya dgn mereka. Spt australia disatu sisi mereka berseberangan scr politik dan militer dgn cina, disisi lain mereka tdk mau mengganggu hubungannya dgn cina. Begitupula antara jerman dan rusia dlm masalah ukrania ini.

    Ekonomi dan pertahanan selalu saling menunjang dan berkaitan satu sama lain. Ekonomi yg kuat akan menunjang industri pertahanan dan alusistanya. Ekonomi yg kuat jg perlu pertahanan yg kuat pula utk menjaga sumber daya dan growth-nya. Pertahanan yg kuat jg bisa memperlancar diplomasi disegala bidang tanpa takut diintimidasi dahulu.

  6. andaikan saja dari dulu penyakit mental korup aparatur negara sembuh mungkin Indonesia saat ini ga jauh beda dgn cina (berandai-andai) 🙂

    • Tidak perlu dari dulu, kalau dari sekarang saja (tahun 2014) mental korupsi di Indonesia hilang, dalam waktu 5 – 10 tahun kedepan Indonesia sudah menjadi raksasa dunia

  7. negara ini cukup banyakin aja tuh petugas pajak dilapangan, normal 60 ribu petugas, yang ada hanya 10ribu. biar ratio pendapatan pajak terhadap PDB bisa naik dari hanya 12% menjadi setidaknya 18% (setara malay) atau push up sampai 24% (setara korsel). liat aja naiknya anggaran akan sangat luar biasa. jika mengejar ratio malay setara 600T atau mengejar maksimal setara korsel 1200T.

    jadi setiap tahun negara tidak perlu tuh nambah utang baru karena defisit anggaran. dalam setahun satu persoalan nasional bisa teratasi karena anggarannya ada. proyeksi 5 tahun
    1. #1200T bisa bangun jalan tol 12 ribu km. seluruh ibu kota kabupaten, propinsi, di setiap pulau besar indonesia bisa terkoneksi.
    2. #1200T buat militer? sekali tahun pengadaan, indonesia bisa punya 40 destro, 400 fighter, dan 5000 mbt leo2a7
    3. #1200T buat 12 kilang baru, produksi 4 juta barrel/hari
    4. #1200T buat 200 universitas baru dengan daya tampung 10ribu, lengkap dengan fasilitas asrama, sampai alat riset.
    5. #1200T terakhir. bisa membiayai proyek 50.000MW dengan memberdayakan potensi dari tenaga air/PLTA.

    • Setuju bang One….jika kita bisa memaksimalkan pajak,betapa megahnya negeri ini dengan pendapatan tersebut..
      tapi dengan catatan,Para aparatur pajaknya pada Jujur smua…semoga bisa,amiin
      Hidup NKRI —

      • jika bung gogon perhatikan 1200T itu setara dengan pertumbuhan ekonomi 10-12% pertahun, jadi jika negara ini mw pertumbuhan ekonomi 15-20% /tahun, jawaban adalah sangat mampu dan mudah hanya dengan maksimalkan pajak, ini belum termasuk dampak efek samping investasi besar yang akan ikut share resiko dan peluang turut dalam proyek besar tersebut.

        masalah SDM petugas pajak mudah saja menjaganya, berani korupsi hasil pajak, nyawa taruhannya, tapi kalo teguh dengan kejujuran dan tanggung jawab, sediakan saja anggaran gaji 40T pertahun buat mereka. demi potensi pajak maksimal sampai 2400T pertahun saya kira itu, investasi negara yang sangat bernilai.

  8. Ada yg setuju gak sama ane, kalo penguatan rupiah kali ini adalah blessing in disguise.
    Maksud ane, asteng sebagai kawasan penghasil raw material & human resource yg murah banyak yg lagi colapsed.
    Thailand misalnya. Ekonominya morat marit gara gara pertikaian gak ada abisnya. Investor/hot money pada akhirnya jatuh ketangan kita. Ntar kalo thai udah stabil, kira2 apa yg bakalan terjadi?

 Leave a Reply