Oct 252018
 

Jair Bolsonaro. Photo: Wikimedia Commons

Sao Paulo, Jakartagreater.com – Calon presiden terkemuka Brazil, Jair Bolsonaro, pada Selasa 23-10-2018 mengatakan tidak akan turut dalam acara debat dengan pesaingnya untuk pemilihan umum pada Ahad, dan berusaha menangkis kritik bahwa ia menjadi ancaman bagi demokrasi negara itu, dirilis Antara, Selasa 23-10-2018.

Jair Bolsonaro, calon presiden dari kubu kanan-jauh, pada bulan lalu ditusuk ketika berkampanye. Calon itu mengatakan dalam wawancara radio bahwa ia cukup sehat secara fisik untuk menghadiri acara debat.

Pesaingnya untuk pemilihan presiden, Fernando Haddad dari Partai Pekerja (PT), yang beraliran kiri, menuntut ia dan Jair Bolsonaro berdebat di mana saja dalam format apapun, dengan mengatakan demokrasi Brazil akan menderita jika pemberi suara tidak dapat mendengar dan membandingkan gagasan yang disampaikan.

Fernando Haddad dan sekutunya mengatakan sangat khawatir bahwa Jair Bolsonaro, purnawirawan kapten angkatan darat berusia 63 tahun dan menjadi anggota kongres selama tujuh masa kerja, yang secara terbuka memuji kediktatoran militer Brazil 1964-1985, dapat jatuh kembali ke dalam cara kediktatoran.

“Kami bukan ancaman bagi demokrasi. Sebaliknya kami penjamin kebebasan dan demokrasi,” kata Jair Bolsonaro, 63 tahun. Dalam jajak-jajak pendapat, ia unggul sekitar 18 persen atas Fernando Haddad pada pemilihan putaran kedua.

Ketika berbicara kepada stasiun radio lokal, Jair Bolsonaro menunjuk korupsi politik yang berkembang saat di bawah pemerintahan PT dan keterlibatan setiap partai utama sebagai bukti bahwa sebuah pemerintahan Fernando Haddad juga mengizinkan rasuah berlanjut. Fernando Haddad mengatakan akan memerangi korupsi.

 Leave a Reply