Cangkok Teknologi F-35, F-16 Akan Terus Terbang Sampai 2040

63
Jet tempur multiperan F-16 Blok 70/72 © Lockheed Martin

JakartaGreater.com – Angkatan Udara AS akan meningkatkan teknologi tempur F-16 sebagai bagian dari perombakan besar-besaran yang akan meningkatkan sistem penargetan, ketepatan serangan dan sistem komputer – untuk memperpanjang usia tempur F-16 hingga tahun 2040-an.

F-16 akan mendapatkan upgrade radar AESA baru seperti radar Active electronically scanned array F-35, upgrade pada kulit sayap atas dan fitting, sekat atas dan bawah dan kanopi yang lebih awet. Upgrade tersebut yang disebut Service Life Extension Program (SLEP) saat ini sedang berlangsung dengan Produksi Awal Tingkat Rendah dimulai tahun lalu, kata Kapten Hope Cronin, juru bicara Angkatan Udara AS.

Pesawat tempur F-16 saat ini memiliki umur sekitar 6 hingga 7 ribu jam terbang, dengan rencana awal akan diterbangkan sampai umur 8.000 jam. Namun sekarang, Angkatan Udara AS berencana akan menerbangkan F-16 sampai 12.000 jam.

Program upgrade SLEP terdiri dari 12 modifikasi struktur dan Time Compliance Technical Order.

Angkatan Udara AS akan meningkatkan 372 unit pesawat tempur F-16 dari radar existing mechanically scanned (APG-68) menjadi radar AESA Active Electronically Scanned Array (APG-83), jelas Cronin.

“Peningkatan ini memberikan pesawat tempur F-16 – bandwidth, kecepatan dan kelincahan yang lebih besar, yang memungkinkannya untuk mendeteksi, melacak dan mengidentifikasi target dengan lebih cepat dan jangkauan yang lebih jauh,” katanya kepada Warrior Maven.

Radar AESA APG-83 yang baru dapat melacak hingga 20 target sekaligus, kata Randy Howard, Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis Lockheed Martin F-16 kepada Warrior Maven.

“F-16 akan menjadi senjata yang jauh lebih mampu dengan radar AESA. Kami mengambil pelajaran dari F-35 dan mengembalikannya ke F-16. Radar AESA dapat melihat area yang luas secara lateral, horizontal, diagonal dan vertikal, ”katanya kepada Warrior Maven

Howard menambahkan bahwa F-16 yang ditingkatkan mendapatkan sistem penargetan modern dan sistem sniper yang modern, dengan tampilan grafik dan video yang jelas di dalam kokpit. “Pilot dapat melihat target yang lebih jauh,” kata Howard.

Di samping upgrade SLEP, Lockheed Martin juga telah membangun varian pesawat tempur F-16v baru, yang terus menginspirasi minat sekutu di seluruh dunia. F-16v juga menggunakan komputer dan perangkat lunak baru serta tampilan kokpit definisi tinggi. Model “v” juga menambahkan computer data bus baru, sistem peperangan elektronik, sensor peringatan rudal, dan sistem cueing yang terpasang di helm.

F-16 baru juga menggunakan sistem otomatisasi tingkat tinggi yang ditingkatkan untuk meringankan beban kerja pilot dan membuatnya lebih fokus pada pertempuran.

Bagian dari otomatisasi F-16 termasuk penggunaan Ground Collision Avoidance System yang terkomputerisasi, sebuah teknologi yang menggunakan algoritma komputer yang akan secara mandiri merutekan ulang manuver pesawat jika pilot tidak mampu, saat pingsan atau saat kehilangan orientasi.

Sistem komputer dapat dengan cepat mengambil alih penerbangan pesawat untuk menghindari tabrakan dengan tanah, bangunan atau struktur lainnya. Sejauh ini, para pejabat Angkatan Udara dan Lockheed melaporkan bahwa program ini telah menyelamatkan tujuh nyawa dan miliaran dollar harga pesawat.

WarriorMaven

5 KOMENTAR