Aug 092014
 
image

Kementerian Pertahanan Filipina, berencana mengakuisisi enam pesawat CAS dan akan dipersenjatai dengan amunisi presisi berpandu. (foto: missionreadyat-6)

Manila – Sejalan dengan upaya meningkatkan kemampuan dukungan udara (Close Air Support – CAS) yang lebih handal, Departemen Pertahanan Nasional (DND) Filipina segera mempersenjatai pesawat mereka dengan amunisi presisi, semacam senjata yang dapat dipandu oleh laser untuk menghantam target.

Dalam buletin tawaran yang diposting situs DND, kemampuan yang disyaratkan tersebut, harus ada dalam desain yang akan diajukan oleh calon peserta lelang untuk proyek pengadaan pesawat CAS dengan nilai 4,9 juta peso.

Bid pembukaan dan pengajuan proyek pesawat CAS ini dilakukan tanggal 3 Oktober, mundur dari tanggal semula, yakni 11 Agustus.

Kementerian Pertahanan Filipina, DND, berencana mengakuisisi enam pesawat CAS untuk mengganti pesawat turboprop Philippine Air Force, Rockwell OV-10 “Bronco”. Kontrak itu nantinya akan meliputi dukungan logistik bagi pesawat.

Pesawat (Close Air Support – CAS) dibutuhkan untuk memberikan dukungan udara bagi infanteri dan unit angkatan laut dalam kontak senjata dengan musuh.

Pendanaan pengadaan sistem senjata ini akan bersumber dari budget Program Modernisasi Angkatan Bersenjata Filipina.

Pemenang lelang harus mampu menyerahkan pesawat dalam waktu 540 hari dari waktu efektif kontrak dan pesawat CAS itu, harus digunakan oleh negara-negara yang menawarkan atau yang merakitnya.

Filipina terus melakukan modernisasi peralatan militer mereka seiring dengan pertumbuhan ekonomi mereka yang membaik. Modernisasi alutsista militer ini, disokong penuh oleh Kementerian Pertahanan Filipina, dengan transparansi anggaran, termasuk membuat pengumuman dan lelang terbuka, bagi alutsista baru yang hendak dibeli. (PNA.gov.ph).

  49 Responses to “Filipina Segera Datangkan Pesawat CAS”

  1. 2

  2. Lanjutkan………

  3. Yahhh gak kebagiann

  4. 5

  5. kemungkinan besar adalah pesawat bermesin turboprop
    tucano kah?

  6. Gimana kabar Tukino kita. ada perkembangan pengiriman belum. Wajib buat sendiri klo begini.

    • Pihak embraer sampai detik ini belum bisa melakukan pengiriman, kabarnya karena ada tekanan dari pihak AS dan Belanda karena tuduhan pesawat ini akan dipergunakan di Papua (mohon respon yang lain apakah berita ini benar: ada senator AS dan Belanda yang mendatangi parlemen Brasil dan mengancam akan memberi sanksi ke Embraer jika pesawat ini dikirim ke Indonesia)

  7. Sebenarnya PT DI mampu membuat sekelas Tukano, hanya saja jenis ini tidak begitu menguntungkan dari segi biaya produksi karena sedikit penggunanya, semua angkatan udara lebih menitikberatkan ke mesin jet,mungkin ada yg punya info lain?

  8. Apakah efektifS dalam perperangan di jaman modern sekarang, kayaknya serem cantelan nya doang.

  9. kagak mungkin banget..
    kontrak dah lewat, duit dah trima, sebagian barang dah dikirim masa mo dibatalin sisanya..kecuali embraer mo ngerusak namanya ndiri n pengen di abitrasekan..

    • komeng buat bang nopies..hehehe

      • Trims bung lare sarkem, tapi berita itu saya dapet dari temen di kedubes brasil, ingat tragedi S-300 Iran yang tidak jadi dikirim Rusia walaupun sudah dibayar?inget tragedi Mistral Rusia yang ditahan Prancis sampe sekarang? Inget F 16 A/B kita yang ditahan di AS pasca kerusuhan Dili walaupun biaya perbaikan sudah dibayar? Ingat Hawk 100/200 kita yang ditinggal begitu saja di Thailand sampai TNI AU bikin operasi khusus buat mengambil hawk kita di Thailand walaupun biaya pengiriman sudah lunas? Ingat sparepart F16 kita yang tidak dikirim pasca kerusuhan dili walupun sudah kita bayar lunas, sampai-sampai Gus Dur harus mengutus Mahfud MD untuk mencari sparepart F16 dari blackmarket di Yordania dan Korsel walaupun akhirnya gagal karena dicegat di bea cukai Malaysia (atas info CIA) dan Sampai Sekarang tidak dikembalikan alias dicuri pihak Malaysia? Segala sesuatu masih mungkin terjadi..mungkin ada pencerahan dari warjager lain?

        • posisinya saat itu kan kita lagi diembago militer oleh barat
          Sedangkan sekarang kita tidak diembargo militer oleh negara manapun,

          Kalau tidak dikirim itu tidak mungkin karena kita bisa menuntutnya..
          Kalau ada kekawatiran untuk digunakan sebagai melawan separatis dipapua itu tidak relevan namanya aja pesawat cas ..
          Yang paling memungkinkan adalah mereka mendesak ada tambahan klausul kontrak yaitu untuk tidak digunakan di papua atau menghadapai separatis di Indonesia,
          Dan kita bisa membatalkan dan meminta denda nya ,,,

          lagian pesawat model begitu,,gampang banget kita memproduksinya,, dan kita bisa mengalihkan pesawat yang sudah ada yang kecepatan subsonic seperti hawk 109 dan 209 menjadi pesawat CAS ,,,sedangkan dana pembelian tukino bisa dialihkan membeli fighter untuk menggantikan peran hawk diperbatasan,,

          Hawk juga bila mengejar pesawat penyusup tetangga yang rata rata berkecaepatan supersonic juga akan ngos ngosan karena kecepatannya yang hanya subsonic.,.
          perlu strategi tersendiri bagi hawk untuk bisa mencegatnya…yaitu dengan strategi…..

          ups biar bung erick saja bisa bantu menjabarkan strateginya,, sebagai tukang yang berkompeten
          hehehehehehe

          • Bung satrio…

            Kalo hawk disuruh ngejer pesawat supersonic ya kejadiannya seperti insiden satrad 251 eltari yg mencium kehadiran horny aussie tp gak bs membuktikannya karena keburu kabur..maklum yg ngejar hawk 109 & 209 yg subsonic…beda halnya kalau kita punya S300…langsung luluh lantak tuh horny…

            Beda dgn insiden bawean,yg ngejar elang botak sehingga sempat konci koncian…secara jujur hrs diakui elang botak lebih pantas untuk jd pesawat CAP drpd hawk…

            Betul kalau hawk lebih cocok untuk jd pesawat CAS ketimbang CAP karena tucano cm cocok jd anti gerilya dan spotter seperti cessna bird dog era perang vietnam…

  10. Angka keramat 13

  11. Mantap..! Alutsista Philipine diperkuat, tapi US sangat cerdik, tidak mendorongnya menjadi solo player yang mumpuni. Dalam sengketa LCS, Philipine dan Singapore hanya dijadikan titik pijak. Kekuatan terbesar diskenariokan akan disandang oleh 4 kekuatan besar Asia, yakni Japan, India, Australia dan Indonesia. Keempat negara ini selanjutnya disebut sebagai The Midle Power of Asia. Japan akan membawahi Vietnam+Korea, India dan Australia membawahi Malaysia+Thailand, serta Indonesia akan membawahi Brunei dan Philipine sendiri. Kedepannya, US akan menggelontorkan pasokan alutsista untuk Indonesia, tapi tidak secara langsung untuk Philipine dan Brunei. Karena itu tidak heran jika US tetap welcome ketika Korea mengeksport pespur T50 Golden Eaglenya kepada Indonesia dan Philipine. Bahkan Indonesia masih mendapatkan hibah F16 dan penjualan Apache dan (Chinook+Globemaster)nya. Tapi pada Philipine sendiri, US hanya akan merestui datangnya Jas39Gripen, sama seperti yang diorder Brunei dan hibah kapal perang eks US Navy. Indonesia juga akan mendapatkan kemudahan akses kerjasama dengan negara-negara NATO untuk pengadaan alutsista beserta ToTnya. Jika kekuatan The Midle Power of Asia ini sudah solid, maka skenario selanjutnya adalah mendorong US untuk berhadapan dengan China, baik melalui media diplomasi maupun media munisi.
    Sayangnya, US mencium gelagat ketidakkompakan dari India dan Indonesia, yang notabene adalah pencetus organisasi non blok. Bahkan Russia secara terang-terangan akan membackup setiap usaha modernisasi militer India dan Indonesia, yang ternyata memiliki konektivitas yang sangat kuat dengan negara-negara seperti Cambodia, Myanmar, Vietnam, bahkan China. Ini akan menjadi tantangan berat bagi US untuk memenangkan Asia Pasific. Ada anekdot menarik, konon walaupun kelak Indonesia menjadi kekuatan besar Asia dengan belanja Alutsista yang luar biasa, tapi fenomena ini akan mirip dengan orang Jakarta yang hobby belanja sport car Italia. Dipakai dijalan raya, kecepatannya akan kalah sama kendaraan beroda dua, akhirnya hanya akan disimpan dan jadi pajangan. Maksudnya, alutsista Indonesia gak akan pernah dipakai dalam medan perang sesungguhnya. Hehehe..! Comment ini saya kutip dari obrolan saya dengan seseorang dari benua Eropa tadi siang di hotel. Salam hangat..!

    • hadehhh…gimana ne bung sulusinya, kita berharap se TNI kita berperan aktif dalam perdamaian dunia, LCS salah satunnya, tentunya dengan membawa alusista yg gahar. Tanpa alusista yang gahar tentu efek deterenya kurang bung,,,

    • penggelapan yg makjleb bung Yayan,,,, d babar lebih mateng lagi dong Bung biar gurihhhhh….
      Rahayu

    • Salam bung yayan
      kalau begitu adanya Indonesia aman dong bung.. negara bisa konsen untuk pembinaan wawasan nusantara kepada rakyat didaerah agar lebih cinta kepada negaranya.
      semoga kedepannya tidak seperti sekarang2 ini..seperti hal nya ditempat saya sekarang, dari rasio 10 orang suku asli yg non PNS/TNI/POLRI 6 sampai 7 orang menyatakan mendukung sepenuhnya kalau ada gerakan separatis yang memperjuangkan kalimantan untuk merdeka, ini tidak bercanda dan berdasarkan pertanyaan selipan yang kebetulan dompleng di pekerjaan survei saya hehehe
      sedih rasanya melihat kian hari kian luntur rasa nasionalis putra putri yang berada didaerah. Mungkin tahun berganti rasionya berganti jadi 8,9,atau bahkan 10.
      Semoga jadi bahan renungan untuk kita bersama.
      dari putra daerah demi keutuhan NKRI.

      • Bujuran kah nih hasil surveynya? Saya suku banjar juga pns, mendukung kalo ada pihak yg memperjuangkan keadilan bagi kalimantan, tapi juga lebih mendukung nkri yang mandiri dan mengarah pada pemerataan pembangunan

    • Bung yayan
      Karena kuat alutsista dan pertahanannya maka banyak yang segan mengajak untuk berperang jadi wajar bila ferari lamborgini nya jarang di buat balapan …
      cukup yang hibah hibah saja dibuat workhorse sedangkan ferari biar sekali kali aja diajak jalan jalan sore ,,itupun paling dikira ferari pinjaman ,,,padahal kita sudah beli walaupun dengan kredit
      hehehehehe

      • Ass wr wb Kang Ss,hehehe….kadang2 jg Ferrari atau lamborgini jg sering di pakai balapn liar ko Kang,cm mank ga d umumin,hehehe…..

        • @Bung kri
          iya betul kang karena balapan liar nya ditrack yang sudah sterill
          piye kabare dapat rangking berapa di angkatan 52
          ane sudah usulin ente di tiga besar lho
          hehehehehe

          • Hahaha….iya kang,pasti musti seteril klo ga bs bikin resah masyarakat,hehehe….apik Kang kbrne,hahaha….peringkat buncit aj kang,enakan,waduh bahaya nih klo pake rekoment dr Akang,hehehe….5 oktober dmn kang?jkt ap sby kang….piye kbr ne putu2 akang,hehehe

          • Wah asik nih sesepuh pada mau bali…. sy ambil posisi dulu ah liat dari pojokan..hehehe

          • bung raffy
            kelihatannya sama ne kita
            sama sama sahur tuk puasa besuk
            hehehehehe

          • Siap ndan satrio… sy tdk puasa besok, cuma lagi belum bisa tidur sj πŸ˜€ baydewei sy masih menunggu artikel kewiraan kumendan nih πŸ˜€

          • Waduh umur segitu lagi lucu2 nya tuh Kang,saya aj sedih kang ke ilangan moment anak saya wkt umur segitu,pas plng tau anak ak ud bs jalan aj,hufh….tp gmn lagi kang namanya tugas cari nafka yo wis nerimo aj ak kang,hehehe…..
            Klo soal itu kayanya ga mungkin kang,soalnya dr generasi pertama jaga kios smp saya ud di cap nakal kang klo jaga kios,hehehe….soalnya ak suka n paling suka mencari teori sing paling anyar kang,hehehe….
            Maklum kang cita2 mau jd penemu,ga ke sampean akhir nya jaga kios rokok,hehehe…..ak ga sukateori dr barat kang,lbh suka teori dr negara sendiri,lbh sesuai dng lingkungan dan faktor geografis negara kt kang,hehehe….
            Wahaha…nelayan liar,bs aja akang,akang am pa derajat gy ngecek overhoul ya,buat d masukin yg aneh2, hehehe….

            @ Bung Rafly,hehehe ap kbr bung?sering ko balap liar,tanya aj am Kang Ss,belakang ini sering balap liar di trek selatan sm trek utara,hehehe….

          • Ndan KRI, Alhamdulillah baik mumpung masih suasana idul fitri sy mohon maaf lahir batin ya. Pastinya bung Ss kan narsum yg kredibel dan termaksud mentor sy selain anda, jadi infonya pasti nomer wahid…hehehe

          • Hehehe….sama2 Bung,klo saya ad slah mohon di maafkan,waduh sy blom layak di sama kan dng Bung Ss dan Bung Erich,hehehe

          • Assalamua’laikum sesepuh
            Asik pada turun. Mau nanya nih bung satrio. Si adek bukannya dapet barang tante rosi nyang ngga di ambil fir’aun. Di celupin di lumajang lagi biar keren. Lha kok cuman dapet gripen

      • Klo kt liat ap yg di belanjain sm philipin dlm pengadaan alutsista nya daftar belanja nya mirip dng daftar belanja kt,dr AD, AU,AL nya….cm beda d jumlah dan merk nya aj ya kang,hehehe…..

      • Betul sekali bung Satrio..! Mendengar anekdot tersebut sebenarnya saya seneng banget. Kuat tapi damai, artinya kekeuatan yang ada bisa dimanfaatin untuk kepentingan perdamaian di belahan dunia lainnya. Dengan bermodalkan sejarah perjuangan dimasa merebut dan mempertahankan kemerdekaan aja, Indonesia sebenarnya udah punya modal dasar untuk menjadi bangsa yang besar dan disegani dunia. Kita tinggal memoles dan mengasahnya agar mampu menjadi bangsa yang mampu mewakili warna, nada dan irama peradaban dunia. Jika perlu, jadilah art directornya. Perang hanyalah instrument, sama seperti halnya diplomasi. Kita harus mampu menggubahnya menjadi paduan karya seni yang digilai dunia. Jalan ke arah sana sedang kita tempuh. Hehehe..! Salam hangat bung..!

  12. Ternyata Panglima Juga satu visi dengan bung Iwan Fals …sama dengan ane ne sebagai Orang Indonesia

    Tiga Rambu: Panglima TNI, Jendral Dr. Moeldoko memberikan alat pembuatan biopori kepada bang Iwan sebagai bukti kesamaan visi misi TNI-Iwan Fals dalam penghijauan. ?#?nyanyianraya

    Sory oot

  13. salut buat pak moel panglima yg merakyat

 Leave a Reply