Sep 032017
 

Jakarta – Rektor Universitas Mercu Buana (UMB) Dr Ir Arissetyanto Nugroho menyatakan fenomena teknologi digital sekarang ini sudah menggegerkan masyarakat dan sudah membentuk peradaban baru yang bisa mengubah tatanan sosial, ekonomi, budaya, politik, dan keamanan.

“Pergerakan fenomen teknologi digital yang bisa mengubah tatanan begitu cepat harus dipahami sebagai gelombang ilmu pengetahuan.  Kini yang harus dilakukan adalah menguasai ilmu pengetahuan dan menggunakan untuk peradaban yang lebih baik,” kata Rektor UMB itu, dalam pembukaan perkuliahan dan kuliah umum mahasiswa baru,  2-9-2017 di Kampus UMB, Jakarta.

Dr Ir Arissetyanto Nugroho menjelaskan, peran perguruan tinggi sebagaimana amanat UU No. 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, menempatkannya sebagai lembaga pendidikan, penelitian dan pengabdian.

Menurutnya, peran tersebut sejatinya selaras dengan tuntutan zaman yang serba cepat sekarang ini. Namun menurut lDr Ir Arissetyanto Nugroho  nyatanya perguruan tinggi di Indonesia masih kehilangan momentum untuk berperan dalam berbagai perubahan yang cepat. Akibatnya berbagai perubahan social yang terjadi bergerak tanpa kendali dari perguruan tinggi sebagai pusat ilmu pengetahuan.

Penguasaan pada ilmu pengetahuan, sejatinya telah ditunjukkan oleh bangsa-bangsa unggul pada abad pertengahan. Hal ini bisa dibuktikan dari meluasnya kekuasaan dan peradaban suatu bangsa pada wilayah-wilayah lain di abad itu.

Dr Ir Arissetyanto Nugroho menegaskan negara yang menguasai ilmu pengetahuan selalu menjadi terdepan, sehingga bangsa Indonesia harus melaksakannya melalui peningkatan peran perguruan tingginya. UMB berkomitmen meningkatkan penguasaan ilmu pengetahuan pada masyarakat.

“Pada abad 21 ini membuktikan peran ilmu pengetahuan sebagai motor kemajuan bangsa sebagai suatu keniscayaan.

Futurolog seperti Peter Drucker, Alvin Tofler, dan lainnya sudah mengingatkan ilmu pengetahuan perlu dipandang sebagai sumber kekayaan utama,” kata Dr Ir Arissetyanto Nugroho, di hadapan Menteri Perindustrian Ir Airlangga Hartanto MBA MMT serta Wakil Gubernur terpilih DKI Jakarta Sandiaga Uno.

Dia mencontohkan yang terjadi pada negara-negara di kawasan Nordik, seperti Finlandia. Negara kecil yang awalnya sebagai negara berbasis kayu hutan berubah menjadi negara pengelola telepon seluler yang hebat. Bahkan negara kecil itu menjadi contoh pengelolaan pendidikan terbaik di dunia.

Negara lain, adalah Norwegia yang nyaris menjadi negara bangkrut, sudah berhasil menjadi negara kaya selevel dengan negara kawasan Teluk. Hal itu dibuktikan dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan dalam sektor pertambangan sumber energi pada kedalaman lebih 5.000 meter.

“Ilmuwan Norwegia berhasil menemukan teknologi pertambangan hingga kedalaman ribuan meter di laut lepas. Penguasaan teknologi itu membuat Norwegia mampu menguasai sumber energi pada laut-laut dalam di kawasan mana pun,” kata Dr Ir Arissetyanto Nugroho, yang dirilis Antara.

Negara lain di sekitar Asia pun menyadari dengan cepat. Dr Ir Arissetyanto Nugroho mencontohkan China, India, Singapura, Korea, Malaysia bahkan Vietnam mulai mengikuti gelombang ilmu pengetahuan sebagai modal pembangunan. Negara-negara itu sekarang ini mengalami kemajuan pesat

Oleh sebab  itu,  Indonesia sebagai bangsa yang diberikan kekayaan alam berlimpah dan sumber daya manusia yang memadai, sepatutnya dapat mengalami lompatan peradaban bangsa yang jauh melesat dibandingkan sejumlah negara lain yang disebutkan tadi.

Sekarang iyang diperlukan adalah membangun masyarakat ilmu pengetahuan, sebuah tatanan masyarakat yang menjadikan ilmu pengetahuan sebagai basis perubahan.

“Masyarakat ilmu pengetahuan terlahir dari kesadaran pada proses belajar seumur hidup, pengembangan inovasi nasional dan meningkatkan investasi bidang iptek. Itulah referensi yang dilaksanakan pada negara-negara yang maju untuk kita contoh,” ujar Rektor Universitas Mercu Buana Dr Ir Arissetyanto Nugroho  di hadapan 5.500 mahasiswa baru UMB.

  16 Responses to “Catat, Teknologi Digital Bentuk Peradaban Baru Manusia”

  1. Peradaban NUSANTARA yg hilang

  2. Vietnam Ingin Produksi Mobil Sendiri – Kompas.com| http://ekonomi.kompas.com/read/2017/09/02/150000226/vietnam-ingin-produksi-mobil-sendiri

    Vietnam udah mulai serius buat mobnas..

  3. Lalu Lintas butuh Polantas
    Kriminalitas butuh Reskrim
    Korupsi butuh Tipikor
    Tekno Digital butuh Cybercop

  4. ilmu pengetahuan berarti harus punya paket A..paket B..paket C..paket D..bila tak mampu beli paket untuk mengetahui ilmu pengetahuan maka gunakanlah wifi gratis…

    …….SALAM SUPER…..

  5. tenologi digital diindonesia malah digunakan sbg media penyebar propaganda, akibatnya muncul doktrin yg mendiskriminasi kaum tertentu dgn menggelarinya sbg kafir..

    Bahkan perkara intern dr negara myanmar pun bs dijadikan bahan agr ada yg memusuhi umat budha di indonesia, selain itu dg munculnya argumen2 “isis buatan mamarika” / “isis bkn islam” justru sengaja digoreng2 agr ada yg membenci suatu pemerintahan yg bekerja sama dgn mamarika

    smw krn teknologi digital sdh mjd bentuk peradaban di indonesia

  6. apaan !!, teknologi digital sdh mjd peradaban paling melekat di indonesia, byk yg memanfaatkan peristiwa dr luar ato dalam negeri utk menggalang kebencian dn pembodohan moral

  7. bukannya Indonesia mau dijadiin pasar untuk negera luar ya serta juga dijadikan digital dan kapitalisasi kelompok tertentu saja ?

    Kalo mau menggenjot dibidang teknologi kira-kira berapa ya anggaran untuk bidang LITBANG di APBN 2017 dan RAPBN 2018 ?

 Leave a Reply