Jul 212014
 

image

Minggu, 20 July 2014, jam 19.15 waktu Kuala Lumpur, atau beberapa menit menjelang adzan Maghrib, saat dimana umat Islam sedang menantikan waktu untuk berbuka puasa. Langit Kuala Lumpur tampak cerah, bahkan panasnya masih mampu melelehkan peluh di tubuh mereka yang beraktivitas di luar ruangan. Seperti halnya kami bertiga yang sedang berada di atas ketinggian Kuala Lumpur, turut merasakan sapuan hangat dari angin yang bertiup. Di depan Penthouse Presidential Suite, lantai 35, puncak tower hotel kami, sang Merah Putih berkibar gagah, berdampingan dengan sang Jalur Gemilang, bendera Malaysia. Petang ini, kami harus menurunkannya, mengembalikan tiang-tiang itu menjadi benda kaku menengadah langit.

Selama tujuh hari, sang Merah Putih itu menghiasi langit Kuala Lumpur, di depan Penthouse super mewah, bagian dari asset properti milik perusahaan kami. Tidak mudah melihat bendera asing berkibar di atasnya, karena setidaknya diperlukan biaya minimal USD42.000/night, untuk menyewa kamar super mewah tersebut. Selama hampir 7 tahun pengalaman saya mengelola hotel itu, maka moment menurunkan sang Merah Putih pada petang ini, adalah pengalaman indah saya untuk kali yang ketiga, setelah tahun-tahun sebelumnya melakukan hal yang sama, pasca kunjungan kenegaraan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono(SBY). Mendekap lipatan sang Merah Putih dari atas ketinggian, memberi kesan tersendiri. Saya merasakan keagungan dari sebuah bangsa yang besar, Indonesia Raya..!

Tujuh hari, saya telah menjadi saksi mata atas geliat, kobaran dan kibaran Merah Putih di bumi Malaya. Tujuh hari, dengan segala daya dan upaya, saya beserta segenap staf hotel, telah berusaha menjadi pelayan yang baik bagi Indonesia. Tujuh hari, dengan setia, saya telah menemani lelaki berkumis nan ramah itu. Rusdi Kirana, pendiri, pemilik, dan pemimpin perusahaan penerbangan swasta terbesar di Indonesia, Lion Air..!

Di hari pertama kunjungannya, tidak tanggung-tanggung, tamu yang mendatanginya adalah Perdana Menteri Malaysia, Datuk Sri Najib Tun Razak, disertai dengan beberapa menteri di kabinetnya. Tak ayal, peristiwa ini telah menimbulkan sedikit ketegangan di lingkungan dapur, karena secara tiba-tiba, protokoler kepresidenan harus diterapkan. Namun selain itu, peristiwa ini juga telah melahirkan gunjingan dan sanjungan. Mereka menggunjing kekerdilan wibawa pemimpin mereka yang harus sungkem ke hadapan seorang pengusaha besar dari sebuah negara yang besar. Mereka juga menyanjung langkah cerdik penuh kharisma dari pengusaha ulung Indonesia ini, apalagi setelah mereka mengetahui bahwa hal serupa juga pernah dilakukan pada pemimpin Amerika Serikat, Barack Obama, saat penandatangan kontrak bersejarah antara Lion Air dengan perusahaan Boeing, senilai USD21.7 billion, untuk pengadaan 201 units Boeing 737MAX, dan 29 units 737-900ER. Setelah itu, Lion Air juga mengajukan kontrak tambahan untuk pengadaan 5 units Boeing 787 Dreamliner, yang menempatkannya sebagai perusahaan penerbangan pertama Indonesia yang mengoperasikan pesawat berbadan lebar ini, setelah Garuda Indonesia batal melakukan pembelian pada tahun 2010.

Bahkan setelah itu, peristiwa yang lebih gahar lagi, juga dilakukannya dengan pemimpin Perancis, Francois Hollande, saat melakukan penandatanganan kontrak mega dengan perusahaan Airbus di Perancis, yang dilakukan di istana kepresidenan Perancis, Saint Elyesee Palace, Paris, untuk pengadaan 234 units pesawat Airbus A320 dan A321, senilai USD24 billion. Super sekali, hal serupa tidak didapatkan oleh Tan Sri Tony Fernandez, sang CEO Air Asia, yang beberapa waktu lalu menandatangani kontrak pembelian 50 unit pesawat A330 Neo untuk maskapai penerbangan jarak jauhnya, Air Asia X.

Di hari kedua, yang datang bertandang adalah beberapa lelaki tua, yang belakangan saya ketahui, mereka adalah para pensiunan jenderal ATM. Namun jangan under estimate dulu, meskipun hanya pensiunan jenderal, mereka adalah para petinggi dari perusahaan strategis terbesar di Malaysia, National Aerospace & Defense Industries Sdn. Bhd(M)/NADI. Perusahaan inilah yang dibanggakan oleh Malaysia dalam memproduksi berbagai komponen pesawat, pemeliharaan pesawat dan juga memiliki sejumlah anak perusahaan yang bergerak dalam bidang perakitan dan pembuatan senjata berlisensi, bahan peledak, amunisi hingga ke roket. Mandek dalam bisnis inti, pada tahun 2002, perusahaan ini diprivatisasi, ditandai dengan masuknya investasi dari Timur Tengah.

Putera Mahkota Abu Dhabi yang juga sebagai deputi Panglima Angkatan Bersenjata UAE, Sheikh Mohammed Bin Zayed Al Nahyan, telah menggelontorkan investasi yang tidak sedikit untuk menghidupkan kembali perusahaan yang terkesan paling angker di Malaysia ini. Melalui perusahaan investasinya, Mubadala Group yang berasset hingga hampir USD70 billion, Abu Dhabi mulai turut menggerakan industri strategis di Malaysia. Tidak cukup sampai di situ, untuk menopang kelangsungan hidup perusahaan ini, Mubadala melalui NADI, telah sepakat melakukan usaha patungan/joint venture dengan Lion Air pada 11 September 2012, untuk mendirikan perusahaan penerbangan Malindo Air. Secara tidak langsung, Lion Air telah memaksa Malaysia untuk membuka akses investasi Mubadala Group ke Indonesia, yang ditandai dengan dibentuknya Batik Air, divisi penerbangan jarak jauh milik kelompok Lion Air. Adapun benefit yang akan diperoleh Malaysia adalah terjaminnya kembali kelangsungan hidup sektor usaha pemeliharaan pesawat yang dimiliki oleh NADI, karena salah satu hasil dari kesepakatan kerjasama tersebut adalah menempatkan NADI sebagai perusahaan utama untuk setiap program pemeliharaan dan perawatan pesawat milik Lion Air. Tidak heran jika kehadiran orang nomor satu Lion Air itu disambut antusias oleh pihak-pihak yang berkepentingan. Termasuk pada hari ketiga, sekelompok utusan Mubadala Group pun tak tinggal untuk bertandang.

Pada hari keempat, tamu terhormat yang tiba di hotel kami adalah seorang pengusaha besar, salah satu orang terkaya di Malaysia, Vincent Tan. Salah satu raja properti dan raja judi Malaysia ini terlihat begitu akrab dengan Boss Lion Air itu. Maklum, beberapa waktu lalu, sebelum Air Asia melakukan kerja sama dengan MAS, keduanya berencana untuk melakukan kerjasama. Vincent Tan, melalui perusahaan konglomerasinya, Berjaya Group, adalah pemilik perusahaan penerbangan kecil di Malaysia, Berjaya Air. Konon, dulu dia ingin menyerahkan operasional perusahaan penerbangannya itu pada Lion Air, untuk bersaing dengan Air Asia dan MAS. Rencana ini batal sejalan dengan kedua perusahaan Malaysia itu yang lebih memilih untuk bekerja sama daripada harus bersaing. Kunjungannya kali ini, belum diketahui apakah akan melanjutkan rencana lama mereka atau tidak, mengingat saat ini jalinan kerjasama antara Air Asia dengan MAS sudah berakhir.

Hari kelima, tamu penting yang datang adalah sosok bule dengan delegasinya dari Singapore. Mereka adalah para petinggi dari perusahaan penerbangan Jetstar Asia Airways, sebuah perusahaan patungan Australia-Singapore, yang berkedudukan di Singapore. Isu yang beredar di media, pihak Qantas sebagai wakil dari Australia, berniat melepas kepemilikan 49% saham mereka di perusahaan patungan tersebut pada Lion Air. Hal ini sangat memungkinkan, mengingat saat ini, Lion Air sedang dibujuk untuk menjadi pengelola modal Mubadala Group di sektor penerbangan Asia Pasific.

Hari ke enam, tepatnya hari Sabtu, 19 July 2014. Merujuk pada surat pemesanan kamar, sejatinya, Rusdi Kirana, harus sudah meninggalkan hotel kami. Tapi pada Jumat malam kemarin, tepat di saat Malaysia kembali sedang dirundung duka oleh peristiwa penembakan pesawat MAS MH17 di atas langit Ukraina, sekretaris perusahaan Lion, meminta perpanjangan masa tinggal untuk Boss Besarnya. Dan pada hari Sabtu itu, rombongan tamu yang datang adalah beberapa orang menteri disertai oleh beberapa petinggi MAS. Tidak diketahui fokus pembicaraan di antara mereka. Namun apabila melihat pada sosok yang datang pada hari Minggu, 20 July 2014, hampir bisa kita pastikan, ke arah mana sesungguhnya pembicaraan di antara mereka. Hari minggu itu, Presdir Khazanah Group beserta Dirut Petronas dan Dirut Kencana Petroleum, datang silih berganti. Ada kemungkinan, bahwa MAS telah ditawarkan pada Lion Air. Isu ini pernah saya dengar sebelumnya dari sahabat saya, Jay Fernandez, yang tak lain adalah kerabat dekat dari Tony Fernandez, sang pendiri Air Asia. Wallahualam Bishawab..!

Apapun hasil pertemuan itu, secara pribadi, saya merasa sangat bangga dengan kiprah perusahaan Indonesia di panggung internasional. Semoga prestasi serupa akan terus ditorehkan oleh perusahaan-perusahaan nasional lainnya. Amien..! Jayalah Indonesia, berkibarlah Merah Putih-ku..! Salam hangat dan salam Indonesia Besar..! (by: yayan@indocuisine / Kuala Lumpur, 21 July 2014).

  98 Responses to “CATATAN 7 HARI: Merah Putih-ku, Berkibarlah..!”

  1. pertamaxxxx bung yayan

    • kedepan Indonesia terlihat makin bertaji dan terbang makin tinggi. dan hampir semua lini pengusaha nasional dan BUMN makin melebarkan sayapnya. Pertamina yang sudah mulai akuisisi blok di Luar negeri bahakn sudah ada yg dikapalkan, PGN juga mau beli blok shale gas di US, belum pembelian klub inter milan oleh Erick Thohir, dan msih banyak prestasi lain. semoga kedepan Indonesia makin maju dan bisa memakmurkan rakyatnya.

    • Punten Bung Yayan, Bung Peneliti maaf mau numpang. Saya mau nanya ama kamerad PS, itu divisi III marinir udah siapkan. Mohon dibabar.

  2. Jadi Intinya bener nih Malaysia Airlines Kita beli bung?

    • Belum sampai ke level transaksi bung..! Tapi yang menariknya adalah adanya kecenderungan mereka untuk menghindari joint venture dengan perusahaan penerbangan Singapore, dan menempatkan Indonesia sebagai partner utama. Mungkin selain karena adanya sentimen politis terhadap Singapore, mereka juga lebih melihat potensi pasar Indonesia yang besar. Sebuah pertimbangan yang realistis dan logis..!

  3. numero uno…

  4. sungguh artikel yang sangat membanggakan bagi setiap pembaca JKGR. Salam hangat buat Bung yayan dari saya.

  5. absen

  6. mantap

  7. aduuh kang yayan memberitakan kebanggaan dari negeri petronas

    Insya Allah Indonesia pengusahanya sukses dan mendunia amiin

  8. Hadir.. 8. Salam semua warjager

  9. Pertamax

  10. Jdi urutan 9 semoga perusahaan indonesia bisa mengikut jejak lion air.

  11. fasilitas pemeliharaan Pesawat Garuda (GMF) dan Lion Air di Indonesia sudah peak
    lokasi aja di malon, yang penting keuntungan ngalir ke RI Bung 🙂
    Bangga Indonesia..!! NKRI harga mati..!!

    • Salam hangat @Fransisca

      Lebih baik jika fasilitas itu diadakan di Indonesia,karena dengan di lakukan di Indonesia otomatis akan membuka lapangan kerja untuk anak” bangsa..akan lebih bermanfaat bagi Indonesia jika seperti itu,drpda harus membayar jam kerja orang sana…

      Salam NKRI

  12. Turut berbangga, tp kok lion air ya…faktanya saya punya beberapa pengalaman buruk saat menumpangi pesawat lion air, Garuda indonesia tetap yg terbaik

    • gak papa bung, Garuda the best services, lion air yang terbesar ja…jadi lengkap semua gelar kita pegang 🙂

    • Ane pernah naik lion air pas landing kesanny kasar banget.. Bahkan sedikit bouncing… Padahal saat saya brangkat, pesawat yang saya naiki tipe ny sama dengan pesawat garuda yang saya naiki saat pulang..

      Ato mungkin karena proyeksi low cost carrier ya?

      • Kalo melihatnya low cost carrier berpengaruh pada SDM maskapai tersebut mungkin tepat penilaian anda bung AFN, kerena menurut saya hard landing tergantung dari skill si pilot bukan pada pesawatnya. Imho

    • Garuda pakai strategi memperkuat dari kelas ekonomi. Dia sudah diakui terbaik di tahun 2013. Ketika saya pakai MAS antara Kuala Lumpur-Kedah, masih lebih baik Garuda (rute domestik). Kelebihan MAS, IFE nya pakai remote control .. hehe. Mungkin Garuda jika benar-benar sudah mantap di kelas ekonomi, baru bermain di kelas premium (sambil tetap raja kelas ekonomi).

      Demikian juga dengan Lion Tampaknya menggunakan strategi serupa. Tapi dia masuknya dari layanan LCC baru naik ke full service (sambil tetap raja LCC), dan saya yakin ambil yang kelas ekonomi dulu sebagai rintisan. Jadi memang ada segmen layanan berbeda antara Garuda dan Lion.

      Yang terpenting semuanya harus terus meningkatkan kualitas, dan nantinya semoga mau berbagi “kue”, karena ruang udara di ASEAN sudah diliberalisasi.

    • 🙂

  13. Bill Clinton mau kunjungi Tanjung Puting ???
    orang2 NSA sedang sweeping, hotel terbesar di Kobar full booking

  14. test

    • Ternyata Poros JAB diberbagai bidang. banyak clue yang muncul dari hasil persaudaraan ini. termasuk mengunci kedudukan sonora n sonotan hehehe…. Maaf Bung Yayan, ane SR lg aja.

  15. MANTAF ! salam hangat dari saya bung YAYAN …

  16. @Bung Yayan: Bukankah saham MAS sebelunnya telah dibeli oleh group Kalla? Jangan2 semua sahamnya jd milik Indonesia?

  17. Bung @yayan waktu itu ada pesta penyambutan bagi perusahaan kalla grup, apakah mas tdk jadi dijual ke grup kalla?

  18. O

  19. bung yayan, menurut clue yang dulu pernah muncul di artikel sebelumnya. bukannya MAS akan di jual ke group JK? kok tiba” pindah ke lion air?
    apapun itu yg penting milik indonesia . aqu bangga

  20. Indonesia Tanah Air ku….terima kasih Bung Yayan…maaf keduluan sama bung Peneliti…second is fine..

  21. Salam kenal Bung Yayan, Peace

  22. tentu ada take and give bung sniper. kalo gak gitu, mana mungkin PM sana yang punya gengsi luar biasa akan menyerahkan kebanggaannya kepada orang Indonesia?

  23. artikel yang mencerahkan dan membanggakan ciri khas bung yayan. salam hangat dan semoga sehat selalu

  24. sblm baca sya sudh dpt mrasakan,,kalo artikel pak YAYAN ini bkl mmbkr kmbli kcintaan & jiwa patriotisme kpd tnh air INDONESIA..
    SMGA ALLOH SWT melimpahkan rahmat & ksehatan selalu kpd pak YAYAN & KLUARGA…AMIIN

    • Terima kasih bung Garuda, salam hangat dari saya..!

      • KALO BACA TULISAN BUNG YAYAN MIRIP SAMA TULISAN BAPAK DAHLAN ISKAN. TULISAN BUNG YAYAN BENER2 BISA MEMBANGKITKAN HOPE & RASA BANGGA AKAN NKRI. BENAR2 TULISAN YG BISA MEMBANGKITKAN JIWA PATRIOTIK KITA SEBAGAI WARGA NKRI. SALAM KENAL BUNG YAYAN & MOGA2 SEHAT SELALU BUAT ANADA & KELUARGA. DITUNGGU TULISAN2 YG MENCERAH KAN BAGI KAMI WARGA JKGR. MERDEKA 3X….IJIN SHARE YA BUNG

  25. Affirmative 😈

  26. Ulasan yg sungguh mengharukan dan membanggakan bung@Yayan, yg semakin menambah kecintaan dan kebanggan saya dg NKRI. semakin membuka mata kita bahwa bangsa kita adalah bangsa yg Besar dan di perhitungkan oleh negara lain

    Terima kasih untuk Ulasan nya dan salam kenal Bung@Yayan

  27. semoga kemakmuran menyebar k rakyat indonesia, bukan hanya segelintir konglomerat, apalagi konglomerat hitam…
    amiiin..

    trims bung yayan atas infonya

  28. nugraha@bkn cm anda kawan,saya dan tmen2 serta ribuan org pernah dikecewakan pelayanan lion air/delayed air..tmen saya dr singapore pengen jln2 ke papua,pake garuda atau sriwijaya saja ktnya..lion air pu hao

  29. …..mendalami….mencengangkan….(sambil menelan ludah sendiri dengan susah)….
    ….geopolitik…geoekonomi…geostrategy….telah bergeser dengan menjadikan Indonesia sebagai pilar utama kemajuan di Asia Pasifik

  30. Bung @yayan, Salam kenal Dan juga para wjgr semua, sya koq punya ide untuk mengganti Pak pur, boleh diusulkan Pak rusdi kirana. Beliau sekarang kan sudah di PKB. Pas tu. nilai tawarnya untuk negara2 luar, sangat tinggi. Sambil nyelam minum air. Gitulah kira2. He he he he. . . . . . Maaf ni sekedar ide.

  31. Biar malingsia sadar bahwa indonesia negara besar yg penuh sumber daya yg melimpah,,, dan malingsia mau meniru indonesia walaupun merasa hebat tapi tdk se arogan yg pernh mereka lakukan kepada kita,, biar malingsia belajar beretika dan bertetangga yg baik dan saling menghormati. Negera kecil dan kemerdekaan nya pemberian dari orang malah sok nantang bangsa kita dia ndak tau bahwa kita merdeka ngambil nya penuh tetesan darah dan perjuangan,, mau macam2 ke kita harus pikir 10000 kale ya. Sadarlah dan jadilah tetangga yg baik ya malingisa. Merdeka hidup SBY jaya indonesia

  32. Amazing ! Indonesia memang BESARRRR !!!!!
    nice artikel , n makasih untuk infonya bung Yayan… salam kenal utk bung, semoga sehat n sukses selalu utk bung Yayan sekeluarga… slm kenal jg utk para warjagers semua… NKRI harga mati !!!

  33. Bung sniper, untuk wilayah Sumatra sudah Ada di batam. Infonya membutuhkan k/l 1000 an tenaga kerja ahli Mesin pesawat. Baru setahunan yg lalu di resmikan oleh dirjen hubud kemenhub di batam. Jadi untuk wilayah Sumatra lion air nangkringnya di batam. Makanya salah satu alasan mengapa hang nadim Akan dioperasionalkan 24 jam itulah, selain alasan utama ya?!?!?!?! He he he he, demikian kira2 bung.

  34. artikel yang MANTAPX bung Yayan, salam sukses dan sehat selalu buat bung yayan skeluarga di KL dn tak lupa selamat berpuasa.. btw lebaran mudik ke tanah air gak bung?

    Menyimak artikel bung Yayan dengan narasi cerita seindah dawai biola.. ane bnar2 mkin bikin bangga bung jadi manusia yg asli lahir dari bumi nusantara, apalagi melihat sepak terjang bos penerbangan yg satu ini; Rusdi Kirana, bener2 makin mentahbiskannya menjadi raja maskapai dunia.. duitnya itu lo kog gak ada habis2nya buat borong pesawat2 bikininan Boeing n Airbus, smpe 0bama n Holande nyempet2tin buat sungkem sama si Bos… jangan2 nanti pabrik Boeing n Airbus diborongnya jg sm si Bos Indonesia ini.. hehe semoga kiprah bos Rusdi Kirana bisa makin strategis buat akuisisi industri alutsista luar negeri agar program ToT buat industri lokal makin lancar..

    • bkn berarti bli pswt sekian byk byr cash kwn..itu kredit puluhan tahun,klo bli cash duitnya mana? Bli cash 1 pswt rusdi kirana langsung bangkrut haha

  35. mantapppp bung yayan, barusan ad info lewat dari warung sebelah…
    Keanekaragaman
    hayati Indonesia banyak memiliki potensi dengan nilai tak terhingga
    karenanya selalu menjadi incaran pihak asing termasuk mikroba
    penghasil antibiotik, kata Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati
    LIPI, Siti Nuramaliati Prijono.
    “Asing banyak cari antibiotik mikroba dari Indonesia. Kebanyakan
    dari Amerika, Jerman, dan Prancis,” kata Siti Nuramaliati Prijono, di
    Jakarta, Minggu.
    Ia mengatakan selama ini sangat sulit untuk menangkal pencurian
    mikroba mengingat ukurannya yang begitu kecil.
    “Terkadang oknum peneliti asing cukup mengambil segenggam
    tanah dari tempat ekstrim di Indonesia, dan isinya bisa mikroba
    sebanyak makhluk di bumi.
    Terkadang hanya cukup melekatkan di sepatu, mereka bisa lolos
    membawa keluar mikroba,” ujar dia.
    Potensi besar dari mikroba, menurut dia, sudah diketahui banyak
    pihak. Namun memang perlu penelitian jangka panjang hingga
    dapat memanfaatkan mikroba tersebut dalam kehidupan.
    “Kita ada penelitian mikroba dengan Jerman, dan diketahui itu bisa
    untuk obat. Tapi ya itu tadi, masih butuh penelitian jangka panjang,
    dengantransfer knowledge screening dari sana mudah-mudahan
    hasilnya bisa lebih cepat dirasakan,” ujar dia.
    Kerja sama penelitian lain yang sudah dilakukan yakni dengan
    Amerika Serikat. Hasilnya ditemukan mikroba yang hidup dalam
    usus kumbang yang dapat menjadi sumber energi.
    Sedangkan untuk sektor pertanian, sudah ada pupuk organik yang
    dikembangkan dari mikroba pemicu hormon pertumbuhan.
    Penelitian lain yang masih dikembangkan yakni yakni mikroba yang
    dapat menjadi antibiotik dan antikanker.

  36. Salam hangat bung yayans..cuma ptanyaan usil..menurut bung yayans gmana sih kualitas nasionalisme bos rusdi ini..?

  37. Mantab bung Yayan artikelnya ini, saya turut bangga membacanya.
    Pengen banget lihat di body tiap pesawat MAS ada tulisannya “Lion group”

  38. bung yayan
    di aetikel dulu dikabarkan akan di beli oleh pengusaha dari makasar
    kok skrng infonya ama rudi kirana
    hehe

  39. Absen bung yayan… 😀

    Titip salam buat rusdi kirana…tlg sampaikan sm dia murah sih murah,tp ya jangan gitu gitu amatlah :mrgreen:

    2 kali hard landing dan 6 kali delay,2 kalinya sampai lebih dr 4 jam sdh cukup bg sy untuk tdk menggunakan lion air…maskapai low cost saingannya saja cm selisih sedikit pelayanannya jauh lebih memuaskan…ada snack lagi :mrgreen: tak usahlah dibandingkan dengan garuda…

    Tp overall sy sangat bangga ada perusahaan nasional yg dapet kehormatan seperti lion air…sukses selalu dan semoga keluhan konsumen seperti sy dan teman teman lainnya bs jd pecut buat lion air memperbaiki pelayanan… 😀

    • kalo yg peswat baru lumayanlah bung wehrmacht,
      sempat naik yg MD-82 Makassar – Denpasar, pas boarding tempat duduk diatur ulang, biar seimbang katanya? whattt?

      Lalu sepanjang jalan berayun terus padahal cuaca cerah gak ada angin2x

      Pas mau landing heran, tidak lewat approach yang biasanya (ada beberapa approach di ngurah rai). Sepertinya overshoot! Terlalu ke selatan.

      • 😀 kalah dong sama cessna…bln lalu sy naek cessna caravan penumpang 12 cm isi 6 bebas tuh milih kursi…tp pas landing kena angin buritan pesawatnya miring kanan kiri sampe jerit smua penumpangnya :mrgreen:

      • @ bung flores, mungkin itu nyang namanya clear turbulance bung, biasanya sangat berasa saat pake pesawat kitiran…….maaf klo ngawur……he,he,he

    • bener bngt bung ane prnah jg mengalami hard landing,dan bbrp kali delay sehingga membuat sy jd agak kapok menggunakan maskapai ini, smoga ke depan Lion air bs lbh baik lg

    • Tapi ada jg kok Bung Wehr, Pilot yg Oke di Lion.. saya tahun 2009 lalu terbang dr Polonia – Soetta landing nya Mantep bgt ( seumur2 saya naik Lion cm itu doang Landing nya mantep, beberapa x kemudiannya landing gk prnh bagus ). Pilot nya masih lumayan muda, namanya Alex ….. Baldwell gt klo ndak salah ( lupa nama tengahnya ). Pilotnya jg sangat ramah, mau menyapa penumpang dlm 3 bahasa ( Indonesia, Inggris & Arab ). Sepertinya ini Pilot “Cabutan”. :mrgreen:

      Meskipun tetap bagi saya lbh milih Garuda ketimbang Maskapai lain & Lion adalah opsi terakhir :mrgreen:

      Biar mahalan dikit yg pnting diatas nya nyaman.. 🙂

      • He he kalo garuda sih ndak usah di bilang bung deka…pelayanan maknyus,bs milih nonton film sambil makan siang/ngunyah snack lagi… :mrgreen:

        Apalagi kalau denger instrumental lagu lagu daerah sebelum take off dan pas taxing setelah landing…makin bangga jd orang indonesia 😀 itulah yg menyebabkan sy memilih mengundurkan hari perjalanan (jk bs) kalau seat garuda full book…

        Harusnya di wajibkan neh lagu lagu daerah disemua maskapai..biar tebal nasionalisme kita 🙂

        • Akuurr Bung Wehr.. yg sangat saya suka itu adalah Awak Kabin nya Bung.. selalu tersenyum & ramah sekali. TIdak salah jika tahun ini diganjar penghargaan Pelayanan Awak Kabin Terbaik.

          saya jg rela dari Sampit jln darat ke Palangka Raya demi terbang dgn Garuda kok Bung 🙂

          • syair lagu kebanggaanku yg diciptakan oleh bung Addie MS sangat menggugah dan bagi saya membuat bangga menjadi menjadi bagian dari rakyat Indonesia yang memiliki flag carrier…

            Melayang tinggi, menjelajah semua benua

            Mengibarkan sang saka, menebar citra bangsa

            Ke seluruh dunia, terbanglah…

            Garuda Indonesia, kebanggaan bersama yang slalu kita bela,

            Garuda Indonesia, akan kujaga demi nusa bangsa…

            Jika kita landing pd saat taxing memasuki apron, maka dialunkanlah instrumen Tanah Air yang membuat SAYA BANGGA MENJADI RAKYAT INDONESIA TERCINTA.

  40. Gmana dengan sahabat bung yayan yang dari makasar ?

  41. Mantap bung yayan…tinggal tunggu action perusahaan telekomunikasi Indonesia yg belum unjuk gigi ke luar dan perusahaan sektor perbankkan Indonesia harus bisa minimal jadi terbesar di asean krn menko CT mengatakan bahwa bank2 kita mampu menjadi terbesar di asean..BRI sudah mulai duluan dng BRIsat nya

  42. sejuk sekali bung yayan
    bangga

  43. air asia vs lion air..the winner is..?

  44. apalagi PKB tar di kabinet 🙂

  45. Assalamualaikum bung yayan, maaf mau tanya.. apakah pemerintah Malaysia sudah sedemikian tidak berminatnya ke MAS mengingat MAS adalah air carriernya malaysia? kita ingat Garuda dalam kondisi bobrok pun tetap coba diselamatkan oleh pemerintah.

    • Bung EA, saya coba kasih penjelasan sedikit hehehe

      MAS sekarang sudah d ambang kebangkrutan.. Bahkan sebelum hilangny MH370, mreka sudah mengalami kerugian besar (lupa jumlahnya).. Dengan insiden 2 kali berturut”… Kmungkinan besar collaps habis ini…

      Yang bangkrut bukanny Merpati bung? Ato mngkn ada crita lain? Hehhe

  46. bangganya aku jadi WNI….menitik air mata ini membaca artikel Bung @Yayan. Semoga perusahaan2 Indonesia yg lain (Swasta dan BUMN) bisa menyusul kesuksesan Perusahaan Pak Rusdi Kirana . Dulu Pak DI melalui BUMN berencana membuka peternakan sapi di sonotan, tpi konggres sonotan gak mengijinkan. Kalau BUMN bisa buka usaha di sana kan jadi satu kebanggan yg lain.
    Salam hangat Bung Yayan……..

  47. klo menurut saya banget…maskapai yg paling sering mendapat teguran kan lion air,seringnya delayed tanpa alasan yg jelas..msh bgs city link,sriwijaya air..dan air asia jauh lbh bgs lg

    • Sayangnya saya gak pernah naik Lion Air. Waktu pertama terbang, saya udah di Australia. Selanjutnya ya sampai sekarang gak pernah nyicipin. Saya cuma merasakan garuda aja, karena yang lainnya mungkin sekarang udah gak terbang; sempati air, buraq, adam air, pelita air,mandala, batavia, merpati, riau air lines(?) Hehehe..!

    • Lion air harus ngebajak pak Emir dari garuda kalo pengen naek kelas. Percuma modal gede dan pesawat baru/banyak kalo servicenya buruk. Customer adalah sarana iklan yang paling efektif.

      Maaf komen ngawur dr orang yg gak pernah naek pesawat :mrgreen:

  48. thanks bung yayan tulisan anda dpt membuat haru biru semangat pemuda indonesia. indonesia jaya

  49. Ikut bangga ada pengusaha Indonesia bisa berkiprah di luar negeri. Selain Malaysia (Malindo Air) Lion Air Group juga sudah memiliki Airline di Thailand (Thai Lion Air) dan rencana berikutnya akan buat Airline di Australia (namanya Batik Air Australia). Semoga kedepan pengusaha/perusahaan Indonesia lebih banyak lagi yang bisa go internasional, terutama Industri perbankan kita semoga bisa ekspansi keluar negeri, jangan hanya bank-bank asing saja yang masuk dan kuasai Indonesia.
    Salam Indonesia Jaya.

 Leave a Reply